Sebait Puisi Cinta

Pernah mendapatkan puisi dari seseorang yang anda cintai?. He,he,he, kalau saya seumur-umur baru kali ini mendapat puisi cinta. Sebut saja begitu, puisi ini adalah ungkapan cinta dari seseorang yang amat saya cintai. Dia seperti matahari di waktu pagi dan bagaikan bulan di kala malam.

puisi cinta foto:dokumen pribadi
puisi cinta
foto:dokumen pribadi

Puisi ini adalah hasil karya putri pertamaku Nisrina. Menurutnya puisi ini, dibuatnya khusus untukku. Wah, saya langsung GR mendapatkan puisi darinya. Setelah membacanya, dada saya langsung berdesir, ada bahagia dan haru sekaligus menyentuh lubuk hatiku. Puisinya tidak panjang, bahkan amat singkat namun kaya makna.

Begini puisinya,

Ibu

Kau yang melahirkanku

Kau yang menyusuiku

Dan kau yang membesarkanku

Terimakasih Ibu

Ibu mana yang tidak tersentuh di beri sebait puisi oleh Sang anak sebagai tanda cinta. Ibu mana yang tidak bahagia melihat anaknya bisa mengungkapkan perasaannya meskipun lewat sebuah tulisan sederhana. Dibalik semua tingkahnya yang kadang membuatku harus memanjangkan usus tetap saja anak adalah mata air kebahagiaan bagiku.

Ya, begitulah yang saya rasakan. Apapun namanya anak selalu bisa membuat kita bahagia sekaligus sedih. Di balik tingkah lucunya kadang muncul pula tingkah yang membuatku harus mengurut dada.

Sebait puisi cinta itu telah mengingatkanku akan makna kebahagiaan. Bahagia tidak melulu tentang berapa banyak harta yang dimiliki tetapi bahagia bisa datang dari hal-hal sederhana. Sebuah puisi ketika itu dibuat oleh seseorang yang kita sayangi sebagai ungkapan cintanya pada kita maka itu terasa amat membahagiakan.

Terimakasih Nduk, puisi itu telah mengingatkan makna kehadiranku untukmu.

2 Comment

  1. bahagia banget ya mak, kalo pny putri yang berbakti ma ortunya…smoga mjd anak shalihah hingga akhir hayatnya…aamiin

    1. Iya Mak Dwi, bahagianya emak itu sederhana, dikasih puisi sebait aja dah berbunga-bunga..Amin.

Leave a Reply