Agar Anak Nyaman di Keramaian

di keraimaian pasar malam foto:dokumen pribadi
di keramaian pasar malam
foto:dokumen pribadi

Memiliki buah hati yang mudah beradaptasi dengan beragam lingkungan tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Anak yang mudah beradaptasi akan merasa nyaman disetiap situasi. Keramaian adalah situasi yang bagi sebagian anak adalah hal yang menakutkan dan membuatnya tidak nyaman. Agar anak bisa merasa nyaman di keramaian perlu ada upaya dan dukungan dari orangtua untuk mengatasi ketidaknyamanan tersebut.

Zahira, anak kedua saya, dulunya suka rewel jika diajak naik kendaraan umum, berkumpul dengan banyak orang seperti di acara-acara hajatan, arisan dan ketika bermain dengan teman-temannya. Maunya nempel saya terus, hal ini sempat membuat saya bingung,  ini berbeda dengan Kakaknya yang enjoy saja dalam situasi di atas.

Saya menyadari kalau hal tersebut tidak bisa dibiarkan, saya kawatir nantinya akan menyulitkannya kelak. Saya pun mulai melakukan upaya agar Zahira bisa merasa nyaman di tengah keramaian.

Bermain dengan teman-teman, saya mengajaknya lebih intensif untuk bermain dengan teman sebayanya. Selain bisa memupuk rasa percaya dirinya, bermain dengan teman-teman juga akan mengasah kemampuannya bersosialisasi dan menghadapi situasi yang berbeda.

Awalnya, saya ikut nimbrung bermain karena Zahira tidak mau jauh-jauh dari saya. Lama-kelamaan ketika dia sudah mulai nyaman, sayapun menarik diri sedikit demi sedikit. ketika Sang Kakak sudah bisa diajak bekerjasama dan bersedia menjaga Adiknya maka saya pun hanya mengawasi dari jauh.

Ikut kelompok bermain, kelompok bermain bisa jadi media untuk anak agar bisa nyaman dan percaya diri. Zahira juga saya masukkan ke kelompok bermain di dekat rumah. Tujuan saya agar dia bisa mendapatkan teman baru, bisa mengenal lingkungan baru dan bisa nyaman dan percaya diri.

Pertamakali masuk, apa yang terjadi? Zahira tidak mau lepas dari saya. Dia terus memegangi baju saya, akhirnya sayapun ikut menemaninya bermain bersama teman-teman dan Gurunya. Butuh kesabaran untuk menghadapi situasi ini. Setelah sekian lama, kini Zahira bisa saya lepas sendiri, hanya hanya duduk menunggu di luar arena sementara dia dan teman-temannya bermain bersama Guru nya.

zahira semangat senamnya foto:dokumen pribadi
zahira semangat senamnya
foto:dokumen pribadi
Zahira makan sendiri di kelas foto: dokumen pribadi
Zahira makan sendiri di kelas
foto: dokumen pribadi

Membawanya ke keramaian, menghadapi Zahira yang suka rewel ketika ditempat umum memang tidak mudah. Namun, jika menghindari tempat tersebut justru akan membuatnya tidak pernah nyaman. Saya pun berusaha membuatnya bisa berdamai dengan situasi itu dengan membawanya ke tempat keramaian. Harapan saya tentu agar dia terbiasa dengan situasi yang ramai karena situasi seperti ini kan tidak bisa kita hindari.

Membawanya ke acara hajatan, ulangtahun teman dan kerabat, naik kendaraan umum, menonton pertandingan sepakbola bersama Abinya, pergi ke kebun binatang dan tempat ramai lainnya. Pelan tapi pasti dia mulai terbiasa dengan banyak situasi. Dia tidak lagi rewel ketika naik angkutan umum. Saya pun bisa lega karena upaya ini menunjukkan hasil yang positif.

Mengikutkannya dalam kompetisi mewarnai, awalnya saya sempat ragu memilih cara ini. Namun, saya pikir jika tidak dicoba mana saya tahu dia bisa atau tidak. Target saya tentu bukan memenangkan lomba meskipun ini adalah sebuah kompetisi. Target saya saat itu adalah agar dia percaya diri, dan berani berada di kerumunan orang banyak.

horee, zahira berani ikut lomba mewarnai foto;dokumen pribadi
horee, zahira berani ikut lomba mewarnai
foto:dokumen pribadi

Ternyata, Zahira bisa, tidak pakai nangis, tidak pakai rewel. Berada di tengah arena lomba mewarnai tanpa saya di sisinya. Ini pencapaian yang wow banget dari Zahira. Tak henti-hentinya saya mengucapkan syukur atas karunia ini.

Setiap anak itu unik, tidak perlu membanding-bandingkan dengan anak lain yang lebih berani karena setiap anak itu berbeda perkembangannya. Anak butuh dukungan orangtuanya agar bisa menemukan potensi terbaiknya apapun kondisi kepribadiaannya.

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Agar Anak Nyaman di Keramaian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *