Tips Mental Untuk Ibu Baru (1)

15543592-a-illustration-of-a-couple-having-a-newborn-baby-in-the-hospital

Menjadi ibu adalah hal yang membahagiakan, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama. Namun, dunia ibu adalah dunia yang tidak melulu soal bahagia, ada soal teror mental bagi para ibu. Teror mental tersebut berupa komentar, ungkapan maupun pertanyaan intimidatif  yang apabila tidak disikapi secara bijak akan mempengaruhi kondisi psikis ibu baru. Lalu, apa yang harus dilakukan para ibu baru agar tetap bisa bahagia meskipun komentar dengan nada miring bersliweran.

Saya sebut teror mental bukan bermaksud menakut-nakuti. Awalnya komentar tersebut mungkin tidak dimaksudkan untuk meneror tapi efek komentar tersebut bisa membuat gundah gulana ibu baru yang kondisi fisik dan psikisnya belum fit karena habis melahirkan.

Ada banyak lho, komentar yang bisa meneror mental ibu baru. Akan dibahas satu persatu deh. Untuk yang kali ini saya ingin membahas mengenai proses melahirkan, normal atau operasi caesar.

Sehabis melahirkan, biasanya banyak yang mengunjungi kita di rumah sakit. Pertanyaan yang umum dilontarkan adalah, “Normal atau caesar?. Bagi ibu yang melahirkan normal, biasanya komentar aman-aman saja. Namun, bagi yang melahirkan secara caesar, ada saja yang komentar, “kenapa sih harus caesar? nggak mau susah ya?”

Duh, suka gemes nih sama yang komentar seperti itu. Padahal seandainya dia tahu, melahirkan normal atau caesar sama-sama beratnya, sama-sama beresiko, dan sama-sama merasakan sakit. Mana ada operasi yang tidak ada rasa sakit, saat operasi pasti dibius dan tidak berasa apa-apa namun setelah sadar, sakit itu mulai terasa. Pengalaman saya menyaksikan teman-teman yang melahirkan dengan operasi caesar, rasa sakit mereka rasakan juga.

Jadi, please deh, jangan bilang kalau yang dioperasi caesar cuma ingin enak doang. Kalau memang ada indikasi medis yang menyatakan harus operasi caesar, mau bagaimana lagi. Halah alasan saja, bukannya hari gini mudah untuk minta operasi caesar sama dokter, bisa disesuikan dengan tanggal cantik dst, hehehe, maaf ya, rasanya itu bukan hak kita untuk menghakimi, biarlah itu jadi hak ibu itu, toh dia juga yang merasakan sakitnya. Bagi kita yang melihat tidak perlulah menghakimi sedemikian rupa.

Bagi para ibu baru, komentar intimidatif bisa mempengaruhi psikis mereka, apalagi jika orangnya sensitif. Perasaan sedih dan tak menentu bisa muncul, oleh karena itu penting bagi ibu baru untuk menguatkan diri. EGP saja, karena tidak mungkin mengendalikan komentar orang jadi lebih baik kendalikan diri sendiri saja. Sekedar saran, jika hendak memilih operasi caesar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, dibutuhkan atau tidak operasi caesar.

Buat orang-orang terdekat, terutama suami, berikan dukungan positif buat ibu baru, agar ibu bisa berbahagia ditengah kelelahan dan mampu melewati hari-hari pasca persalinan dengan kondisi psikis yang baik.

Happy New Mom ya!

4 thoughts on “Tips Mental Untuk Ibu Baru (1)

  1. andai artikel ini bs dshare,dl smpt kena baby blues krn ngerasa pny bdn kok g compatible sm anak,krn hrs mlahirkan caesar & menyusui tnyt susah sp konsult k klinik laktasi

    1. tunggu ya mba Dewi, nanti saya upayakan untuk bisa dishare. memang tidak semua ibu bisa mudah menyusui,dibutuhkan kondisi psikis yang tenang agar ibu bisa menyusui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *