Bukan Sekedar Kotoran

 Judul Buku : Cerita Dibalik Noda, 42 Kisah Inspirasi Jiwanoda

 Penulis : Fira Basuki

 Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

 Tebal Buku : xii+235 halaman

 ISBN : 978-979-91-0525-7

 Harga : Rp.40.000,00

“Noda bukan sekedar kotoran yang harus dibersihkan, lebih dari itu, ada hikmah disetiap noda.”

Berurusan dengan noda, sudah menjadi keseharian saya sebagai ibu rumahtangga. Setiap hari sayalah yang membersihkan semua noda yang menempel di baju, sprei, sarung bantal, korden dan peralatan rumah lainnya. Awalnya, noda bagi saya sekedar sesuatu yang harus segera dibersihkan, itu saja. Anak-anaklah yang membuka pikiran saya tentang noda.

Sebenarnya, orang dewasa seperti saya enggan jika harus bersentuhan dengan noda. Menghindari genangan air di jalan atau tanah becek, itu pasti saya lakukan. Tapi bagi anak-anak, justru dengan sengaja bermain di genangan air atau tanah becek dengan riang gembira. Ketika makan, saya akan hati-hati agar makanan tidak tumpah ke baju, sementara anak-anak, tanpa dosa mengelap mulut yang belepotan coklat atau es krim dengan bajunya.

Dinding rumah yang polos dan bersih, saya jaga agar jangan sampai ada coretan yang mengotorinya, bagi anak-anak saya, dinding itu laksana kanvas besar tempat mereka menggoreskan crayon warna-warni itu. Saya melihat, dalam noda anak-anak menemukan kesenangan dan kebebasan.

Dan ketika membaca buku “Cerita Dibalik Noda” karya Fira Basuki, saya merasa isi buku ini, sebagian adalah keseharian saya. Menyelami buku ini membuat pikiran saya semakin terbuka tentang noda. Ia bukan hanya suatu kotoran yang harus segera dibersihkan. Lebih dari itu ada hikmah disetiap noda yang tertoreh. Ada perubahan, kekuatan, perjuangan, kasih sayang, kenangan, empati dan pengorbanan. Noda bisa dicuci dan akhirnya hilang. Namun hikmah dibalik noda akan selalu ada.

Gaya bertutur Fira Basuki mengalir membuat saya terhanyut pada setiap cerita. Bahasa dalam buku ini  mudah dipahami. Penempatan catcher disetiap awal cerita, mampu memancing rasa ingin tahu saya akan cerita itu. Pada beberapa cerita, saya bahkan harus menahan air mata. Cerita itu telah menyentuh perasaan terdalam saya.

Diantara banyak cerita ada satu cerita yang amat dekat dengan saya yaitu “100 Hari Menanti” (hal 112-114). Banyak noda obat yang tumpah di baju seorang anak bernama Queensha. Noda itu bukanlah sebuah kotoran tanpa makna. Noda-noda itu adalah bukti perjuangan meraih kesembuhan dari batuk pertusis. Perjuangan seorang ibu untuk memberikan obat pada anaknya yang susah minum obat dan perjuangan Sang Anak untuk mengalahkan rasa tidak sukanya pada obat. Saya bisa merasakan yang dialami ibu dalam cerita tadi.

Kisah penuh hikmah lainnya ada dalam cerita “Kaki (Harus) Kotor” (hal 147-150). Bagi orangtua anak adalah amanah yang harus dijaga baik-baik, namun overprotectif terhadap anak ternyata tidak baik. Anak sudah seharusnya kita jaga, namun beri kesempatan mereka untuk bereksplorasi agar bisa merasakan banyak hal. Bagi anak, eksplorasi adalah dunianya, dunia yang memberi banyak keceriaan dan pengalaman seru.

Kadangkala kita perlu belajar dari anak-anak, mereka ternyata lebih jernih dalam menilai sesuatu. Dalam cerita “Teman Sejati” (hal.227-232), Arga memberi pelajaran pada orang dewasa bagaimana seharusnya sikap seorang teman. Cerita-cerita yang lain tak kalah menyentuh. Ada beragam hikmah dari beragam cerita tentang noda bisa didapatkan dari buku ini.

Buku inspiratif ini bersumber dari kisah nyata para pemenang lomba menulis cerita “Cerita Dibalik Noda”. Kisah itu kemudian ditulis ulang oleh Fira Basuki, dan ditambah dengan 4 kisah milik Fira sehingga menjadi kumpulan 42 kisah inspirasi jiwa. Cover buku inipun terlihat apik dengan paduan warna putih dan percikan noda, ilustrasi ini berhasil menggambarkan tema dari buku ini. Buku ini juga layak dimiliki siapapun yang ingin mengenal hikmah dibalik noda.

Buku Cerita Dibalik Noda, Berani Kotor itu Baik  memberi pelajaran bagaimana harus bersikap ketika bersentuhan dengan noda. Lebih dari itu buku ini bisa mengubah mindset orang tentang noda. Dari sesuatu yang kotor menjadi sesuatu yang memiliki hikmah. Inspiratif!

 

Leave a Reply