My Journal

One Day When I Talk
Blogging and Social Media | Competition

Memantaskan Diri

May 7, 2013

Sebagai manusia, saya punya banyak keinginan dan cita-cita. Ingin inilah, ingin itulah, punya cita-cita ini lah, punya cita-cita itulah,  pokoknya banyak. Mungkin, orang lain juga sama seperti saya memiliki banyak keinginan dan cita-cita. Saya juga pernah berpikir, kok oranglain mudah banget dikabulkan keinginannya, sedangkan saya tidak.

First Give Away Jurnal Evi Indrawanto
First Give Away Jurnal Evi Indrawanto

Membaca tulisan Mba Evi yang berjudul “Menunggu Di Ruang Tamu Alloh” , saya merasa tampar. Ya, kemana saja saya selama ini? Sudah bekerja kah untuk meraih cita-cita? Sudah berdoakah untuk setiap keinginan yang ada?. Hmm, ternyata saya masih ongkang-ongkang kaki, sambil berharap ada keajaiban turun dari langit. Jika demikian pantaskah keinginan dan cita-cita saya segera dikabulkan?

Sebagai pihak yang meminta sesuatu saya tentu harus memantaskan diri. Seperti ketika anak saya meminta sesuatu, saya tidak langsung kabulkan, saya harus melihat dulu apakah dia layak dan bisa bertanggungjawab atas keinginanya itu. Apalagi Alloh yang Maha segalanya, tentu memiliki parameter sendiri dalam mengabulkan keinginan hamba-hambanya. Parameter itu selalu tepat meskipun kadang tidak selalu bisa dibaca oleh saya sebagai manusia.

Kalimat Man Jadda Wajada, yang bermakna siapa yang bersungguh-sungguh berusaha maka akan berhasil, selayaknya diamalkan secara konsisten. Bukankah Alloh memang menyuruh kita bekerja untuk bisa mengubah keadaan kita ?. Jika kita masih bermalas-malasan, bukankah wajar jika keadaan kita tak kunjung berubah. Berusaha dengan sungguh-sungguh diiringi dengan doa dan menyerahkan semua hasil kepada Alloh semata (tawakal), adalah hal yang harus dilakukan dalam upaya untuk memantaskan diri.

Saya, dalam satu hal terlalu keras berusaha hingga mengurangi porsi doa dan tawakal saya. Dalam hal lain saya terus berdoa namun kurang berusaha. Atau kadang saya telah berusaha dan berdoa namun tidak tawakal, maunya dikabulkan apa yang menjadi keinginan. Padahal, apa yang menjadi keinginan saya itu kan belum tentu baik buat saya, Allohlah yang tahu mana yang terbaik bagi saya.

Jika demikian, berlomba-lombalah memantaskan diri dihadapan Alloh, agar apa yang menjadi keinginan kita bisa dikabulkan. Menunggu saja, tidak akan menghasilkan apa-apa. Dan jangan pula bersedih jika Alloh tak kunjung mengabulkan apa yang menjadi keinginan kita, yakinlah Alloh akan menggantinya dengan sesuatu yang memang baik bagi kita.

 

 

Only registered users can comment.

  1. Memantaskan diri terhadap keinginan, disamping berdoa juga harus bekerja untuknya. Begitu ya Mbak Ety. Terima kasih atas partisipasinya dalam GA pertama saya 🙂

  2. bener mbak.. kadang kita itu suka menuntut, padahal mungkin saja kita juga masih belum terlalu pantas menerima bonus dari apa yang kita tuntut pada-Nya

    terima kasih sudah turut menyemarakkan GA mbak Evi ya.. sudah tercatat sebagai peserta

    salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *