Ketika Semua Tak Lagi Sama

 foto:tipsmu-tipsku.com
foto:tipsmu-tipsku.com

Ada nggak ya, sesuatu yang tetap sama, tidak berubah, tidak bertumbuh dan tidak pula menyusut? pokoknya ajeg. Kalau ada, kasih tahu jawabannya dong, hehehe!. Seingat saya, diri saya maupun segala sesuatu yang ada di sekitar saya semuanya berubah. Saya yang bayi tumbuh jadi anak-anak, remaja, wanita dewasa dan sekarang menjadi ibu. Dulu saya pendiamnya minta ampun, pemalu juga plus minderan, kasihan deh pokoknya. Sekarang, saya tidak lagi pemalu seperti dulu, meskipun rasa malu masih tetap punya. Dulu, nunggu ada orang bertanya baru mau ngobrol, sekarang? hmm, bisa juga membuka obrolan. Dulu single, sekarang? punya suami dan dua anak. Dulu jalan kaki, sekarang bisa naik motor. Dulu tinggal di bedeng sekarang bisa tinggal di rumah.

Perubahan, di satu sisi ternyata sesuatu yang alamiah. Niscaya terjadi pada setiap orang. Dari janin, manusia tumbuh hingga menjadi manusia tua. Fisik sudah tentu perubahan yang paling nampak. Kemudian diikuti perubahan mental dan pola pikir. Dari anak-anak menjadi manusia dewasa tentu ada perubahan sikap dan pola pikir. Meskipun kadang-kadang ada juga manusia dewasa yang memiliki pola pikir dan sikap yang kekanak-kanakan. Katanya sih, selalu ada sisi anak-anak dalam diri manusia dewasa. Iya sih, terkadang saya juga kekanak-kanakan jika sedang menarik perhatian suami, xixixi.

Apapun perubahannya disadari atau tidak kita harus bisa menerimanya bukan?. Ya, dari anak-anak yang lugu berubah menjadi manusia dewasa yang memiliki banyak tanggungjawab. Dari muda menjadi tua, dari memiliki kulit mulus berubah menjadi keriput. Harus diterima juga dong yang namanya tua, caranya dengan mencukupkan diri dengan tidak perlu melakukan suntik-suntikan agar awet muda, yang bisa membahayakan diri sendiri.

Waktu anak-anak sih saya ndak pernah mikir mau seperti apa hidup saya selanjutnya. Menghadapi dan menerima perubahan sambil jalan saja. Ketika mendapat haid pertama misalnya, tanpa persiapan pengetahuan sama sekali, waktu itu kelas 3 SD. Setelah dapat saya baru bertanya sama Ibu. Hehehe, ibu kecolongan karena kata ibu, beliau pikir masih jauh masa puber saya. Ketika muka harus jerawatan ada rasa cemas, duh malu nih, gimana kalau ketemu kecengan, hahaha. Ya, itulah cemasnya masa puber, menghadapi perubahan fisik. Tapi toh, akhirnya terlewati juga.

Setelah jadi manusia dewasa, malah kebanyakan mikir, kadang jadi takut deh menghadapi perubahan. Mau memulai usaha tapi mikir, gimana kalau rugi, trus harus gulung tikar, nanti anak-anak gimana. Makannya, sekolahnya, ampun deh, begini yang membuat langkah pertama tak kunjung dijejakkan. Mikir melulu, jadi takut deh. Suka merindukan masa anak-anak, ketika memutuskan sesuatu nothing to lose banget.

Padahal jika tidak memulai langkah pertama, perubahan yang diinginkan tak akan terwujud bukan?. Sisi lain dari perubahan adalah harus diusahakan terlebih dahulu, seperti kata Alloh, bahwa Dia tak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum tersebut tidak melakukan perubahan. Tuh kan, jika menginginkan perubahan memang harus diusahakan. Ingin pinter? ya harus belajar. Ingin kaya? ya harus bekerja atau berwirausaha jangan korupsi ye, nggak keren banget. Ingin jadi penulis? ya harus rajin nulis. So, harus ada usaha nyata.

Setiap usaha memang mendatangkan resiko, berhasil atau gagal. Kalau yang namanya berhasil mah mudah menerimanya, kalau gagal tidak semua orang bisa menerimanya, buktinya ada orang bunuh diri gara-gara putus cinta atau bangkrut usahanya. Menerima keberhasilan memang mudah tapi memaintance nya kan perlu usaha, juga agar keberhasilan tidak mengubah sikap kita menjadi tinggi hati atau bahkan hidup berlebih-lebihan. Yang ini godaannya juga besar, berhasil dan punya uang banyak, mudah untuk bisa beli ini itu. Kalau tak mawas diri bisa terjebak pada hedonisme. Takluk deh sama yang namanya barang-barang mewah walaupun sebetulnya tidak butuh karena sudah punya. Eling lan waspodo, begitu kata orang tua bilang.

Apapun perubahannya, semua memerlukan sikap mental yang kuat. Tidak perlu menjadi tinggi hati ketika berhasil dan tidak pula mengutuk diri ketika mengalami kegagalan. Ketika semua tak lagi sama maka ingatlah bahwa siang akan bertukar dengan malam, bahagia harus bertukar tempat dengan kesedihan, kadang kaya kemudian menjadi miskin atau sebaliknya, pujian kadang harus ditukar dengan kritikan bahkan makian, karena orang lain bisa jadi memiliki persepsi yang berbeda. Tak selamanya semua setia dalam genggaman tangan kita dan ini dialami setiap orang seperti kata orang, roda itu berputar. Ketika semua tak lagi sama maka yang diperlukan adalah mental survivor.

 

 

 

 

 

 

 

2 Comment

  1. Kayak lagunya padi -semua tak sama

    tapi bener mba…perubahan itu ttp harus ada mental kuat mau naik apa turun, beda banyak apa beda tipis..*loh malah filosopi aku disini hihihi

    pagi mak

    1. Siang Mba Echa, iya mba..semua berubah ya, semoha selalu survive dalam kondisi apapun.

Leave a Reply