Menulis Profil

menulis_profil

Tulisan mengenai profil seorang sosok sering dijumpai di media cetak baik koran, majalah ataupun tabloid. Sosok tersebut bisa seorang pekerja seni (pemain film, penyanyi, pelawak dsb), politikus, olahragawan, pengusaha, ataupun sosok yang berprestasi lainnya. Terkadang sosok tersebut belum dikenal secara luas, karena kiprah dan pengabdiannya yang jauh dari sorotan media. Bisa jadi karena kiprahnya jauh di pedalaman.

Salah satuΒ  yang menarik perhatian saya pada majalah, koran atau tabloid adalah rubrik profil. Biasanya rubrik inilah yang saya baca pertamakali. Menyenangkan ketika saya mendapat wawasan bahkan pencerahan dari profil yang ditampilkan.

Dalam Cover Story majalah Kartini yang menampilkan sosok Cathy Sharon misalnya, dibalik sosok glamornya ternyata dia memandang keluarga tetap segalanya. Dari sini saya semakin yakin jika peran keluarga amat penting bagi kehidupan setiap orang.

Dalam rubrik Wanita Eksekutif, Kartini juga pernah menampilkan sosok Aulia Halimatussadiah, sosok perempuan yang bergelut di dunia IT. Sosoknya inspiratif, kiprahnya ini diawali dari kesukaannya ngeblog. Kegemarannya menulis blog kemudian melahirkan self publishing berlabel nulisbuku.com.

Selain itu Ollie begitu panggilan akrabnya, bercita-cita untuk memberdayakan perempuan melalui teknologi. Sebuah inspirasi kesuksesan yang diraih melalui kecintaan, keuletan dan kerja keras.

Di sinilah tujuan menulis sebuah profil, agar orang mengenal sosok suatu tokoh dan bisa mendapat inspirasi dari dari kehidupan si tokoh. Beberapa media cetak yang memuat rubrik profil ini diantaranya (yang saya tahu) Femina, Kartini, Kompas, Ummi, Nakita, dan Ayahbunda.

menulis_profil

Dalam sebuah diskusi di grup IIDN Interaktif, cara menulis profil ini pernah di bahas. Pematerinya adalah Rika Tjahyani, seorang Freelance Editor yang sebelumnya pernah bekerja di Femina. Menurut beliau hal pertama yang harus dilakukan ketika menulis profil adalah izin dari sosok tersebut. Jika sosok itu bersedia profil dirinya dimuat di media cetak maka menulis profil bisa dilanjutkan.

Dalam menulis profil untuk di kirim ke media cetak haruslah selektif, misalnya jika ingin menulis profil artis, maka pilihlah sosok artis yang sedang naik daun saat itu. Bisa juga tokoh tersebut baru saja mencetak prestasi, misalnya seorang atlet bulungtangkis yang baru saja menang di Kejuaraan Piala Soedirman.

Selanjutnya harus diperhatikan pula, hal-hal yang boleh di publish dan hal-hal yang harus off the record. Ini harus ditaati agar tidak merepotkan dikemudian hari. Jika sudah terlanjur dimuat tentu akan menyulitkan jika harus melakukan ralat.

Gaya bertutur setiap media berbeda, jadi perhatikanlah dan sesuaikan tulisan yang dikirim dengan gaya bertutur majalah, koran, ataupun tabloid tersebut.

Menurut Mba Rika, ada beberapa data yang dibutuhkan dalam menulis profil yaitu:

  • Nama Lengkap
  • Nama Panggilan
  • Tempat dan tanggal lahir
  • Daftar prestasi yang pernah dicapai
  • Pendidikan formal (lebih lengkap lebih membantu, minimal pendidikan terakhir)
  • Pendidikan non formal (lebih lengkap lebih baik atau fokus pada pendidikan non formal yang menunjang prestasinya)
  • Daftar anggota keluarga. Contoh: nama istri/suami, anak-anak beserta tanggal lahir. Jika perlu nama orangtua, atau kakek nenek sebagai penunjang (jika orang terkenal).
  • Data penunjang; hobi, makanan favorit, bacaan favorit, warna favorit, dll (digali sesuai dengan prestasi tokoh maupun fokus yang ingin diangkat dari tokoh itu)

menulis_profil

Terus cara mendapatkan semua data di atas bagaimana?. Mba Rika mengatakan ada beberapa cara yang bisa dipilih dan dikombinasikan. Caranya adalah :

  • Wawancara dengan tatap muka
  • Wawancara via telepon, email dan sejenisnya
  • Cari bahan di internet ataupun tulisan lainnya (jika sebelumnya telah ada)
  • Wawancara orang terdekat (biasanya untuk tulisan berseri).

Saya sedang belajar menulis profil nih, belum berhasil tembus media cetak sih. Masih banyak yang harus dibenahi. Terutama cara bertutur yang enak dan sesuai dengan media yang dituju. Ya, terus menulis aja pokoknya, semangat!

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

22 Comment

  1. tetep semangat mak..
    udah bagus kok tulisannya..
    yang penting menulis dari hati πŸ˜€

    1. Aih, Mak Nchie bisa aja, makasih ya. Bener banget menulis dari hati itu penting..

  2. Aku juga sudah menyebar wawancara online untuk blogku mak, tapi belum aku muat. Karena sebenarnya blogku itu tadinya mm utk segala macam ttg perempuan. Entah mengapa, sudah sekian lama isinya ttg curhatan aku melulu heheheee….. Aku pilih figur yang bisa meluaskan cakrawalaku & insya Allah juga pembaca. Thanks ya sharing infonya, coba aku cek ulang punyaku. πŸ™‚

    1. hehehe, namanya juga blog pribadi, sama-sama mba. btw masih ada lanjutannya lho, besok-besok saya tulis lanjutannya.

  3. Aku juga suka menulis, tapi belum tahap untuk dipublikasikan. Hihihi…pengen sih tulisanku dimuat. Rasanya pasti gimana…gitu…semangat!

    1. Mencoba tantangan baru Mba, menulis di blog dan media cetak sensasinya beda..semangat dan ketagihan walaupun kadang sulit tembusnya dan harus berkali-kali kirim.

  4. haii mak Ety ^^ gimana sudah berhasilkah menulis profilnya? sama mak, aku juga kalo baca tabloid yg biasa dilirik n dibaca pertama kali ya profilnya, selalu ada hal yg inspiratif dari sosok yg diangkat

    1. Hai Mak Arifah, alhamdulilah sudah pernah dimuat sekali di harian analisa medan..tapi masih banyak yang harus diperbaiki..harus belajar lagi..membaca sosok tokoh bagi saya juga bisa mendapatkan inspirasi Mak..Salam

  5. terima kasih mba Ety atas infonya,,
    ini sangat bermanfaat lhoo πŸ™‚
    sekali lagi terima kasih

    1. Sama-sama Mba Arwini, alhamdulilah jika bermanfaat.

  6. Maaakkk….makasih yak infonya. Kebetulan ada sesosok yang pengen saya tulis. Kiprahnya bikin geleng-geleng dan angkat topii. Suwun sekali ya. Membantu πŸ™‚

    1. Sama-sama Mak Lestari. Senang bisa membantu..

  7. ini tulisan lama, tapi manfaatnya awet. Media cetak yang disebut di atas masih nerima nggak mbak? apa ada tulisan tuk cara kirimnya

    1. Saya belum tahu Mba Lidha. Untuk media seperti Femina , Kartini saya nggak tahu itu diisi oleh mereka sendiri atao menerima dari luar.
      Kalau dulu Harian Analisa Medan ada rubrik profil. Entah sekarang, karena saya lama nggak mengirim tulisan kesana.

  8. Nulis profil diri sendiri dulu, Mak… heheh

    1. Hahaha, malah mati gaya kalau nulis diri sendiri.

  9. Nulis profil sama kah dengan nulis biografi mba Ety?

    1. Sepengetahuanku, biografi lebih lengkap karena mengangkat tokoh di sepanjang hidupnya sementara tulisanprofil hanya mengangkat satu atau dual hal paling menonjol dari si tokoh.

  10. Luluk latifah says: Reply

    Seneng bisa ikutan gabung disini bisa tambah ilmu. Salam kenal.

    1. Alhamdulillah Mba Luluk.
      Salam kenal :mrgreen:

  11. Aku baru-baru ini aja nulis tentang profil dengan metode wawancara. Ternyata hasilnya panjang bangeeettt buat sekedar tulisan di blog. Bingung juga mau edit bagian mana secara semua kelihatan penting semua…hihi #dilema

  12. sederhana mungkin.. tapi kadang binkin bingung bikin beginian.. trimakasih tips nya πŸ™‚

Leave a Reply