Pikniknya Emak Rempong

Gm
salah satu momen yang sempat diabadikan

Mendengar kata piknik saya jadi ingat jaman sekolah dulu. Buat saya piknik itu sesuatu yang ditunggu-tunggu, liburan bareng teman-teman, naik bus, sepanjang perjalanan dijamin seru. Hari libur kemarin, anak saya bersama teman-teman di taman bermainnya pergi piknik. Tidak jauh pula tempat pikniknya, cuma satu jam perjalanan kok, yaitu ke Waduk Gajahmungkur.

Namanya masih usia pre school otomatis saya mendampingi dong. Ditambah karena kakaknya libur maka ikutan juga. Mulai deh rempongnya, piknik bawa anak dua dan suami tidak bisa ikut. Bawaannya pasti banyak, dari bekal makanan, baju ganti dan uang.

Kerempongan sudah dimulai sehari sebelumnya, dari menyiapkan bekal dan baju. Padahal sudah dibuat seefisien mungkin, tetap saja saya harus bawa dua tas. Dari rumah sudah disiapkan, baju dan makanan kebetulan kering semua bisa masuk satu tas. eh, sampai di sekolah dapat jatah nasi kotak yang harus dibawa masing-masing. Kami bertiga, jadi tidak kotak nasi dalam 1 kantong asoy. Duh, bawa anak dua, tas ada dua pula. Untung Si Kakak mau bawa kantong asoy.

Sepanjang perjalanan saya disuguhi pemandangan sawah yang menghijau. Oh,ya waduk Gajahmungkur yang kami kunjungi ada di Kabupaten Wonogiri. Ini adalah pertamakalinya kami kesini, ternyata kota Wonogiri itu wilayahnya bergunung-gunung.

Sampai di lokasi, kami disuguhi pemandangan air yang melimpah, ya iyalah, waduk githu lho. Suasananya ramai, pasti karena hari libur. Kalau menurut saya ini memang wisata rakyat, ada banyak mainan anak-anak dari ayunan, perosotan, kereta api dan ada pula badut.

Bagi yang berani berperahu di atas waduk, bisa juga menikmati luasnya waduk yang membendung Sungai Bengawan Solo itu. Sayang emak rempong, jadi cuma bisa ngajak anak-anak berenang di waterboom saja. Eh, lagi seru-serunya berenang cuaca tiba-tiba mendung, jadi deh harus cepat-cepat bersihin badan dan ganti pakaian.

Benar saja, begitu kami selesai ganti pakaian, hujan pun turun dengan derasnya. Kami bertiga harus berlari-lari dengan membawa barang bawaan mencari tempat berteduh. Hehehe, bagian ini seru, saya maunya cepat-cepat, eh anak-anak malah kegirangan maunya hujan-hujanan.

Untung akhirnya mereka nurut diajak berteduh di mushola. Ah, akhirnya aman dari guyuran deras air hujan. Selain deras, hujannya juga tidak kunjung reda. Alhasil kami harus menerobos gerimis untuk bergabung dengan rombongan.

satu lagi
satu lagi

Jika diamati kondisi taman wisata di Gajahmungkur memang masih kurang di eksplor. Jadi maksud hati membuat waduk sebagai tempat wisata masih setengah hati. Wahananya masih terbatas. Kabarnya dihari biasa pengunjungnya juga tidak banyak. Memang dibutuhkan kreatifitas untuk bisa menyulap Gajahmungkur menjadi tempat wisata yang menjanjikan.Jika diadakan even rutin seperti lomba perahu naga seperti di Sungai Musi, bisa jadi akan banyak yang tertarik berkunjung. Bisa juga rutin diadakan lomba memancing, ikannya kan banyak tuh, ataupun even budaya lainnya.

Sayang soalnya jika potensi ini dibiarkan seadanya saja. Satu hal yang saya suka, dari dua toilet yang saya pakai, tidak bau pesing walaupun porselennya tampak tak terlalu kinclong. Nah, maaf ya bau yang satu ini kan biasanya umuuuuum banget di tempat wisata di Indonesia.

Ada oleh-oleh yang harus dibeli nih, jika berkunjung ke Gajahmungkur, yaitu ikan wader goreng kriuk. Ini enak banget, krispi dan gurih. Ikan wader itu penampakkan mirip ikan bilis dan ikan seluang. Ada juga udang air tawar yang menggoda.Di sini memang banyak sekali yang berjualan bermacam ikan dan udang goreng. Ikan wader dan udang goreng ini paling menarik perhatian saya. Akhirnya sayapun membeli ikan wader goreng dan udang goreng. Berhubung sudah ada panggilan untuk segera menuju bis, batal deh buat beli ikan nila gorengnya. Akhirnya langsung melangkahkan kaki menuju bus.

Berada dalam bus ada perasaan lega, ini berarti emak rempong bisa segera selonjoran di rumah. Sepanjang perjalanan anak-anak tidur dengan pulasnya. Mereka terbangun ketika bis berhenti. Alhamdulilah, bisa nyampe rumah dengan selamat.

Ketika Abinya pulang kerja dimalam hari, anak-anak bercerita dengan antusias tentang perjalanan piknik tadi siang. Abi ingin melihat foto-foto mereka, emak rempong baru tersadar. Oh ternyata cuma ada dua foto saja. Foto ketika ade berenang, kakaknya malah tidak ada fotonya satupun. Emaknya? sama saja, hihihi ternyata, oh, ternyata.

Saat itu anak-anak buru-buru ingin berenang jadi foto-fotonya ditunda dulu, niatnya sih sehabis berenang. Eh, habis berenang hujan besar jadi nggak mungkin lah buat foto-foto. Setelah hujan reda waktunya mepet, emak kepikirannya cuma oleh-oleh so lupa deh niatan buat foto. Oleh-oleh ikan dan udang goreng kan bisa buat lauk makan, kalau foto mana bisa dimakan, hahaha, jurus ngeles. Ya, beginilah cerita emak rempong pergi piknik

 

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “Pikniknya Emak Rempong

  1. Aaaah, mau ke Gajah Mungkur, pasti seru ya:)
    Kalau saya, disuruh jalan sama anak-anak tanpa suami atau pengasuh bakal nggak jadi berangkat, rempong euy 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *