Telepon Oh Telepon…

all free download
all free download

Siang ini, tiba-tiba telepon rumah berdering. Sebetulnya ini jarang terjadi, biasanya kalau ada yang telepon pasti ke HP. Saya yang saat itu sedang menggoreng kerupuk otomatis tergopoh-gopoh mengangkat telepon. Buru-buru mematikan kompor, ya siapa tahu telepon yang mengabarkan kalau saya mendapat hadiah uang tunai 1 M gitu. Kalau lewat apes kan saya, hihihi, emak mengkhayal di siang bolong.

Setelah diangkat, terdengar suara seorang laki-laki yang mengaku bernama Pak Yon, sebagai security di sekolah anak saya. Dengan nada yang amat tenang beliau mengabarkan jika anak saya jatuh di tangga sekolah dan berdarah. Selanjutnya beliau menjelaskan bla,bla,bla. Saya saat itu justru kepikiran kerupuk yang masih harus digoreng dan ingin segera menyudahi percakapan di telepon.

Akhirnya saya pun menyudahi percakapan di telepon dengan kalimat “Sudah Pak, biarkan saja!” saya menutup telepon sambil ngeloyor ke dapur untuk melanjutkan menggoreng kerupuk. Tak saya pedulikan suara di seberang telepon dengan nada gondok mengatakan, “Jadi biarkan saja anak ibu mati ?’.

Jiah, seandainya yang bapak ungkapkan itu fakta, tentu saja saya akan berupaya sekuat tenaga mengobati anak saya karena yang bapak ungkapkan adalah sebuah kebohongan dan anda berniat menipu saya maka saya pun memilih mengabaikannya. Alhamdulilah saat itu anak saya baru saja masuk ke dalam rumah dan sehat wal alfiat.

Sebetulnya saya gemes banget, ingin rasanya meladeni obrolan di telepon, balik ngerjain gitu tapi ingat kerupuk tadi jadi niat saya urungkan. Hari gini ada saja orang yang mengadu peruntungan dengan cara sadis. Menebar kebohongan untuk mendapatkan uang. Duh pak, pak, orang jualan mainan di sekolah-sekolah aja bisa hidup. Lha sampeyan maunya enak thok, tinggal modal telepon sana-sini, menjual berita bohong, berharap orang percaya dan memberi sejumlah uang. Semoga segera insyaf dirimu.

Modus seperti ini saya pernah membaca di sebuah koran. Biasanya pelaku penipuan lewat telepon ini akan mengabarkan jika ada anggota keluarga kita yang kecelakaan, sekarang berada di rumah sakit, bla,bla,bla tapi ujung-ujungnya minta sejumlah uang.

Hal yang sama juga pernah dialami seorang kawan saya, bedanya si penelepon mengaku dari kepolisian. Katanya sih anaknya mengalami kecelakaan motor dan lukanya parah. Kontan teman saya tidak percaya, karena anaknya masih kecil dan ada di rumah dalam kondisi sehat.

Saya bersyukur, Alloh menyelamatkan saya hari ini, tidak perlu pakai cemas dan kawatir, karena Beliau telah menghadirkan anak saya disaatย  yang tepat. Ya, walaupun khayalan saya tidak jadi kenyataan gitu, tapi kan tidak jadi tertipu, hihihi.

Bagi teman-teman yang lain waspadalah jika ada telepon sejenis, mereka sepertinya tak kunjung jera. Selalu mencoba berbagai cara untuk mendapat uang dengan mudah. Ingat pesan Bang Napi bahwa kejahatan terjadi tidak hanya karena niat pelaku tapi juga karena ada kesempatan, maka waspadalah, waspadalah!

 

 

 

16 Comment

  1. wah untung ya mbak ^^. memang sekarang banyak modus tipu menipu

    1. Alhamdulilah banget..anak saya baru saja pulang bahkan belum ganti baju..

  2. duh jahat banget ya memanfaatkan kepanikan dan ketakutan orang

    1. betul itu mba, kita memang harus selalu waspada dan jangan gampang panik.

  3. Modus penipuan koq sekarang semakin nantang ya, Mba.
    Sudah berani melalui Telp, dulu kan hanya SMS saja.

    Sukuuriin tuh penelphone uluung. ๐Ÿ™‚
    Saya juga suka kurpuk, Opak dan sejenisnya. ๐Ÿ˜€
    http://idahceris.com/kuliner/opak-dan-jenisnya

    1. Betul Mba Idah, telaten mencari nomer dari buku telepon, berharap peruntungan yang ditelepon itu sasaran tepat dan percaya..

  4. Modus lama, tapi masih banyak juga yang belum tahu dan tertipu. Ortu di sekolah anak saya pernah ketipu juga hingga belasan juta. Patut disebarluaskan nih berita kayak gini.

    1. Iya mba elka, setiap orangtua harus waspada, mereka memanfaatkan kelengahan kita. Dulu sempat ramai, trus ndak kedengaran lagi eh, sekarang gerilya lagi. Nunggu orang lupa kali ya.

  5. iya, dulu juga pernah kena tuh temanku, ditelpon sama pihak yg katanya “dokter”, katanya anaknya jatuh dr tangga di sekolah, suruh transfer 9 juta, mungkin karna panik kali ya, buru2 ditransfernya uang itu, tapi setelah transfer dia baru sadar… sekolah anaknya ga ada tangga…. lemes deh..

    1. Aduh, 9 juta? kasihan banget. Memang jangan panik dan buru-buru percaya kalau ada telepon seperti itu. waspada,waspada,waspada…

  6. penipuan jaman sekarang sudah macam2 deh mba, kakak sayapun pernah mengalami hal serupa ditelpon yg ngakunya polisi yg menyatakan anaknya tertangkap dalam rahasia kendaraan motor tapi kemudian didalam tasnya ditemukan narkoba, sudah bisa ditebak ujung2nya minta duit. Alhamdulillah terselamatkan

    1. Alhamdulilah mba, modusnya macam-macam dan semakin berani. Semoga kita semua senantiasa dilindungi dari kejahatan dunia..

  7. Salam kenal ๐Ÿ™‚
    kejadian yang sama menimpa saya, hanya saja penelepon menelpon ke rumah orang tua saya, untungnya Bapak saya ga benar-benar panik, beliau langsung menelpon saya, jadi saya bisa langsung konfirmasi ke sekolah, and anak saya sedang asyik belajar, Alhamdulillah masih terhindar dari penipuan. Intinya sebenarnya jangan panik, jadi kita masih bisa berpikir jernih.

    1. Salam kenal Mba Dewi, betul sekali mba, jangan panik. Alhamdulilah mba ndak tertipu.

  8. kalo saya bermodus orang ingin beli dagangan saya dan katanya sudah mentransfer sejumlah uang tapi saya harus membantu mereka agar transferan tersebut sukses padahal mereka inginnya saya yang balik mengirim uang saya ke mereka

    1. Hadeeh, ada-ada saja ya Mba Hani, transfer tinggal transfer kok malah nyuruh yang jualan yang transfer uang, aneh bin ajaib.

Leave a Reply