Pertama di Harian Analisa

 photo 1146564_4780098634212_1360698800_n.jpg

Tulisan ini merupakan tulisan profil pertama yang tembus media cetak. Berbekal informasi dari seorang kawan, bahwa Harian Analisa memiliki rubrik profil yang bisa diisi penulis luar maka saya pun memberanikan diri untuk mengirimkan tulisan profil. Pertama sih masih tuing-tuing, mau nulis profil siapa ya, kalau profil seleb sudah biasa, kalau seseorang yang berprestasi juga banyak. Tapi, seseorang dengan latarbelakang unik dan mampu berprestasi itu bagi saya menarik untuk diangkat.

Selidik punya selidik, saya memilih sosok yang satu ini. Pertama kenal sih via Kumpulan Emak Blogger (KEB), sebatas say helo saja. Sampai suatu hari berinbok ria dan saya berkunjung ke blog nya. Ternyata oh ternyata, dia adalah seorang TKW di Malaysia. Saya langsung kesengsem, dan kepo tentang dirinya. Apalagi setelah dalam Ajang Srikandi Blogger 2013 tempo hari, dia berhasil menjadi salah satu finalis dan berhasil menyabet gelar terfavorit.

Maklum ya, selama ini informasi yang sampai ke telinga saya tentang TKW itu kebanyakan tentang sesuatu yang negatif, menyedihkan, dan tragis. Soal nasib mereka di penampungan milik penyalur TKW, nasib mereka di rumah majikan, nasib mereka di bandara, bahkan ketika proses kepulangan mereka ke kampung halaman yang seringkali dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Saya jadi ingat pada sosok seorang Ibu di kampungku, yang terpaksa menjadi TKW di Malaysia. Ibu cantik ini meninggalkan 4 anaknya yang masih kecil-kecil. Bahkan yang paling kecil saat itu kondisinya mengalami patah tulang kaki, hingga kini anak itu terpaksa berjalan menggunakan alat bantu. Wajahnya masih tergambar jelas diingatanku, kulitnya putih bersih, matanya bulat berwarna coklat (tidak seperti kebanyakan orang di kampungku yang bermata hitam), bibirnya merah segar walaupun tak berpoles lipstik, rambut panjangnya seringkali dicepol.

Dulu, saya sempat mengira jika Ibu ini ada turunan londo, alias Indo tapi ternyata tidak. Hehehe, kalau dia dimake over, saya yakin kecantikannya bakal membuat banyak laki-laki kepincut. Kembali ke soal kepergiannya ke Malaysia, hingga sekarang dia tak pernah pulang ke kampung menemui anak-anaknya. Nasibnya tak jelas, ada yang bilang kalau dia telah meninggal di Malaysia, namun ada juga yang mengatakan kalau dia telah menikah dan hidup enak dengan pria Malaysia. Tak jelas bagaimana kondisinya, itulah intinya.

Makanya ketika melihat sosok TKW yang mampu melindungi dirinya dan mampu berkontribusi pada masyarakat di daerah terpencil, saya pun acung jempol. Sebagai wujud apresiasi saya terhadap sosok ini maka saya pun menuliskan profilnya. Semoga saja, banyak orang mengenal sosoknya dan terinspirasi. Harapan lainnya ya teman-teman TKW tak lagi dipandang dan diperlakukan secara tidak adil. Mosok, pahlawan kok diperlakukan semena-mena, kolektif lagi, terlalu.

Monggo di simak profil Mba Anazkia secara online di sini. Tulisan ini telah di muat di Harian Analisa Medan tanggal 4 Agustus 2013 diedisi cetaknya. Makasih ya Mba Anazkia, atas kesediannya untuk ditulis profilnya.

 photo 208db4e3-f52a-4152-a4b5-8b8c0edfdee7.png

12 thoughts on “Pertama di Harian Analisa

  1. Tulisan bisa tembus ke harian terkemuka …
    Waaahhh ini rasanya pasti bahagia sekali …
    sebuah pengakuan … yang berguna untuk memotivasi diri untuk terus menulis

    Ditambah lagi isi tulisan tentang sahabat blogger … pasti akan menginspirasi pembaca yang lain

    Salam saya Bu…

  2. Anazkia juga getol mengumandangkan kegiatan BHSB ya jeng
    Saya sudah pernah kopdar di jember dengannya
    Sip, saya mau juga ach menulis untuk media sebagai selingan nulis buku
    Salam hangat dari Surabaya

    1. Iya Pakde, salut saya sama Mba Anaz. saya malah belum pernah kopdar dengan siapapun…hikshikshiks.
      Silahkan Pakde, kalau saya mah belum bisa menulis buku. Jadi wae kirim ke media kolo-kolo..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *