Antara Aku dan Dia

credit : saffronzen

Sewaktu kecil, aku sempat kesal dengan pohon yang satu ini. Gara-gara pohon ini, sering sekali aku mencium bau pupuk kandang yang Bapak terbar di bawah pohon ini agar tumbuh subur. Aih, kenapa sih harus pupuk kandang? bau tahu, aku mengungkapkan hal ini pada Bapak. Dengan santai Bapak menjawab:

“Nduk, pupuk ini alami dan baik buat pohon pisang, selain itu Bapak ndak perlu bayar”, begitu kata Bapak.

Lama-kelamaan hidungku mulai terbiasa dengan aroma pupuk kandang. Tangan Bapak memang dingin, segala macam tanaman tumbuh subur melalui tangannya. Termasuk pohon pisang di samping rumah. Ada beberapa pohon pisang sengaja ditanam oleh Bapak. Ada pohon pisang kepok, pisang susu dan pisang ambon.

Lumayan sih, aku dan keluargaku bisa menikmati pisang tanpa harus beli. Jika panen pisang kepok maka akan ada hidangan pisang goreng, pisang rebus, mata roda atau kolak. Jika panen pisang susu dan pisang ambon, ibuku tak perlu repot-repot mengolahnya. Pisang tersebut bisa langsung dimakan sebagai buah.

Tak hanya itu saja, aku juga sering mengambil daun pisang untuk bermain masak-masakan dengan teman-temanku. Tangkai daunnya, biasanya akan diiris-iris sebagai sayuran pura-pura. Kalau ada pohon pisang yang ditebang, aku juga suka mencari aresnya atau batang pohon yang masih muda, warnanya putih agak pink. Ibu selalu mewanti-wanti, supaya jika kena getah pohon pisang jangan dilap ke baju, soalnya nodanya bakal susah hilang.

Pohon pisang termasuk suku Musaceae. Habitat pohon pisang adalah di dataran rendah tropis yang lembab seperti Asia Tenggara, Papua, dan Australia Tropik . Pohon pisang tidak hanya menghasilkan buah untuk dikonsumsi. Ada juga pohon pisang yang tidak untuk dikonsumsi, seperti pisang hias, pisang abaka dan pisang kipas. Di Indonesia sendiri amat mudah menjumpai pohon pisang. Sumber dari sini.

Pohon pisang tidak hanya dimanfaatkan buahnya saja. Daunnya juga bermanfaat sebagai pembungkus makanan. Beragam masakan dan kue tradisional Indonesia memakai daun pisang sebagai pembungkusnya. Selain itu jantung pisang juga dijadikan bahan masakan. Biasanya jantung pisang akan dimasak pecak dan lodeh.

*********

Di suatu sudut kota, ada seorang Janda berputra 6, setiap harinya amat menggantungkan hidupnya pada pohon pisang. Dia membutuhkan daunnya untuk membungkus lontong. Mata pencaharian yang dia lakoni setelah suaminya meninggal dunia.

Kota telah berubah menjadi metropolitan sehingga semakin sulit menemukan pohon pisang untuk diambil daunnya. Dia pun harus merogoh kantongnya demi mendapatkan lembaran daun pisang agar tetap berjualan lontong.

Entah berapa banyak pohon pisang telah berjasa pada perempuan ini. Pohon pisang telah merelakan daunnya diambil untuk menghidupi keenam anaknya. Salah satu anaknya akhirnya berhasil lulus kuliah di Diploma Teknik Mesin ITS, berkat perjuangannya dan pengorbanan pohon pisang itu.

*********

Beberapa tahun kemudian, aku yang sedari kecil akrab dengan pohon pisang ditemukan takdir berjodoh dengan laki-laki anak seorang Janda pembuat lontong yang hidupnya telah ditopang oleh pohon pisang.

Ah, ternyata….diantara aku dan dia ada pohon pisang yang menjadi pengikat cerita.

 

 

 

16 Comments

  1. vizon

    September 7, 2013 at 3:24 pm

    Aih.. so sweet mbak Ety… 🙂
    kalau begitu, sekarang semakin cinta dong dengan pohon pisang, hehe..

    1. Ety Abdoel

      September 7, 2013 at 7:17 pm

      Hahaha, Udaaaa, masa makin cintanya sama pohon pisang, hihihi, dijewer suami nanti..

  2. nh18

    September 7, 2013 at 8:05 pm

    Waaaahhh …
    Ternyata …
    Dipertemukan kembali dengan pohon serbaguna tersebut ya Bu …
    memori daun pisang

    Very Nice Bu

    (melirik logo di widget kanan atas … lalu hati ini pun bergetar)

    Salam saya
    A. 19 1171

    1. Ety Abdoel

      September 7, 2013 at 8:59 pm

      Iyaaa Om Nh…skenario Tuhan memang canggih..Terimakasih Om Nh, waduh bergetar kenapa om?

      1. nh18

        September 7, 2013 at 10:17 pm

        bergetar karena saya pernah kuliah disana …
        qiqiqiqi

        1. Ety Abdoel

          September 8, 2013 at 5:20 am

          Oh…alumnus darmaga rupanya. Berarti mau ikutan dong, lombanya? hehehe

  3. cputriarty

    September 8, 2013 at 2:41 am

    Oh, ternyata dibalik semua kisah manis di dunia, Allahlah yang telah menentukan segala sesuatunya. Crita yang menginspirasi Mak 🙂

    1. Ety Abdoel

      September 8, 2013 at 5:21 am

      Betuuuul Mak Putri,ternyata ada cerita yang mengikat kami berdua. Makasih.

  4. Pakies

    September 10, 2013 at 5:25 am

    Kita tidak pernah menduga apa yang akan terjadi dihari esok. Yang semula, ngak suka tapi karena terkondisikan akhirnya menjadi biasa. Ini yang saya petik dari pupuk kandang yang biasa ditaburkan Bapak. Lalu, ternyata semua itu mengalami rentetan yang saling berkesinambungan sehingga dikemudian hari terbangun sebuah mahligai rumah tangga.
    Salam silaturahim dan salam kenal dari Blitar, Mbak

    1. Ety Abdoel

      September 10, 2013 at 8:08 am

      Terimakasih atas kunjungannya Pak Is. Betul sekali, apa yang tidak saya sukai malah memberi berkah, mendapat buah tanpa harus membeli. Skenario Alloh memang indah, saya berjodoh dengan orang yang juga memiliki kedekatan dengan pohon pisang. Salam kenal kembali Pak Is.

  5. edi - aura ide

    September 10, 2013 at 5:17 pm

    Kalau dulu aroma pupuk kandang sekarang aroma cinta! 🙂

    1. Ety Abdoel

      September 10, 2013 at 6:50 pm

      hehehe, bisa saja aura ide, aroma cinta???? hm, iya juga ya..xixixi

  6. evi

    September 11, 2013 at 12:42 am

    Wah banyak sekali kisa pohon pisangbermain dalam hidupmu, Mbak Ety:)

    1. Ety Abdoel

      September 11, 2013 at 7:47 am

      Iya Mba Evi, maklum anak kampung mainannya nggak jauh-jauh dari tanah sama pohon-pohonan termasuk pohon pisang.

  7. BlogS oF Hariyanto

    November 2, 2013 at 10:00 pm

    bisa nyambung begitu ya kisahnya…ketemu jodoh dengan anak penjual lontong, ini semua berkat pohon pisang..benar-benar luarbiasa,
    btw-aku lagi bikin lomba GA, dicari 32 orang blogger yang suka nulis dan corat coret untuk jadi pemenang dan mendapat hadiah guft menarik dari Makassar, Toraja dan Martapura Kalimantan Selatan…salam 🙂

    1. Ety Abdoel

      November 2, 2013 at 10:07 pm

      Salam kenal Pak Hariyanto, rahasia Alloh yang maha kuasa Pak. Baiklah nanti sayamain ke blog Bapak. semoga sukses GA nya. Salam

Leave a Reply