Asuransi Kesehatan Keluarga, Menjaga Pijar Harapan

Child gets medical examination by doctor Stock Photo - 15861424
sumber gambar di sini

Setahun lalu, suami memutuskan untuk pindah kerja. Tak tanggung-tanggung, tempat yang baru berbeda pulau. Kami berdua sepakat bahwa saya dan anak-anak juga turut pindah ke kota yang baru.

Rasa bahagia meresap di dada karena tempat yang baru lebih dekat dengan rumah orangtua sehingga kami bisa sewaktu-waktu menengok mereka.

Baru dua hari tinggal merasakan bahagia di tempat yang baru, tiba-tiba anak kedua saya, Zahira, jatuh sakit. Rumah yang kami sewa memang lama tak ditempati, debu tebal ada dimana-mana. Membersihkannya tak cukup sehari. Perjalanan jauh yang melelahkan dan rumah yang belum bersih ternyata membuat daya tahan tubuh Zahira menurun sehingga terkena muntaber.

Dokter menyarankan untuk opname agar lebih intensif perawatannya. Mengingat kondisi rumah yang masih berantakan, kami berpikir memang itulah yang terbaik buat kesembuhan Zahira. Seminggu menjalani perawatan, akhirnya Zahira dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Saya dan suami tentu bahagia meskipun biaya rumah sakit yang harus kami keluarkan tidak sedikit. Tabungan kami pun menipis setelah dipakai untuk biaya pindahan, sewa rumah dan biaya rumah sakit. Saat itu ingin menangis rasanya, hasil kerja delapan tahun harus habis dalam beberapa saat saja.

Perusahaan tempat suami bekerja sekarang memang tidak menyedikan biaya perawatan jika sakit. Berbeda dengan perusahaan yang lama, dimana jika suami atau saya dan anak-anak sakit biaya rawat jalan ataupun rawat inap ditanggung oleh perusahaan.

Resiko ini bukan tidak kami sadari. Kami sudah merencanakan untuk ikut asuransi kesehatan namun ternyata penyakit lebih cepat datangnya. Sehingga kami pun harus rela kehilangan tabungan yang sebenarnya akan kami gunakan untuk keperluan yang lain. Namun kami bersyukur, Zahira bisa sehat kembali karena ini lebih penting bagi kami.

Menjaga Pijar Harapan

gambar-gambar cahaya lilin terindah @digaleri.com
sumber gambar di sini

Harapan saya, sama seperti harapan semua orang yaitu ingin selalu sehat. Kondisi tubuh yang sehat membuat setiap orang mampu beraktifitas dengan baik. Jika sakit, bukan hanya aktifitas sehari-hari yang terhambat namun juga harus mengeluarkan biaya untuk mengobati sakit yang diderita.

Upaya menjaga tubuh agar tetap dalam kondisi sehat tentu kita tahu bersama. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan rajin berolahraga diyakini akan membuat tubuh kita sehat. Namun yang namanya penyakit kadang datangnya tak bisa ditolak.

Jika hanya penyakit ringan saja barangkali tak menimbulkan masalah keuangan. Bayangkan bila penyakit yang diderita mengharuskan untuk opname di rumah sakit, seperti yang saya alami. Meskipun bukan tergolong penyakit berat, biaya pengobatan yang harus dikeluarkan menguras tabungan karena situasi saat itu sedang banyak pengeluaran yang besar.

Apalagi jika penyakitnya tergolong penyakit berat dimana memerlukan biaya pengobatan yang mahal. Seringkali pasien harus kehilangan aset-asetnya bahkan berhutang karena kehabisan uang.

Penyakit seperti jantung, diabetes, stroke, dan kanker adalah beberapa penyakit yang memerlukan biaya mahal untuk pengobatannya sehingga seringkali menguras aset keluarga. Apalagi menurut tautan ini, biaya pengobatan di Indonesia terus meningkat. Sejak tahun 2009 hingga 2011 terjadi kenaikan biaya pengobatan sekitar 10 % hingga 13,5% pertahun.

***************

Kesehatan itu seperti uang, kita tidak pernah tahu berapa nilainya hingga kita jatuh sakit. (Josh Billing)”

Kadang kita terlambat menyadari betapa berharganya nikmat sehat. Ketika jatuh sakit, kita baru merasakan betapa besar biaya yang harus dikeluarkan. Disinilah pentingnya memiliki perlindungan kesehatan berupa asuransi kesehatan keluarga. Jika ada asuransi kesehatan maka ada jaminan biaya perawatan ketika sakit.

Asuransi kesehatan memberikan ketenangan dan kepastian. Ketika kita sakit, kita bisa berkonsentrasi dalam upaya penyembuhan karena ada kepastian jaminan biaya perawatan.

Sebelum memilih asuransi kesehatan, kita perlu memahami kebutuhan yang ingin dipenuhi dari asuransi tersebut. Sejumlah asuransi ada yang menawarkan murni proteksi dan ada yang menawarkan proteksi sekaligus investasi. Mana yang cocok untuk kita tentu perlu pertimbangan secara cermat.

Kita juga harus memahami syarat dan ketentuan yang berlakukan dalam sebuah asuransi kesehatan. Diantaranya mengenai berapa besar premi yang harus dibayarkan dan berapa lama jangka waktu pembayaran premi itu. Prosedur pengajuan klaim juga harus dipelajari dengan seksama agar kita tidak kecewa di kemudian hari ketika mendapati kenyataan klaim ditolak perusahaan asuransi.

Melalui tautan ini, kita bisa mendapatkan  informasi mengenai program asuransi berikut ketentuan dan syaratnya, yang ditawarkan oleh Sunlife, sebuah perusahaan telah berpengalaman dibidang layanan jasa keuangan selama 140 tahun .

Ada resiko sakit yang bisa menimpa kita kapan saja. Untuk itulah asuransi kesehatan keluarga menjadi perlu agar ada jaminan biaya pengobatan yang bisa meringankan beban saat kita sakit. Apapun asuransi kesehatan yang dipilih kita harus memahami secara detil program yang ditawarkan agar tujuan terpenuhinya biaya perawatan ketika sakit bisa didapat.

***********

Kesehatan adalah modal bagi setiap orang untuk mampu meraih semua harapan. Sakit memang dapat menunda pencapaian semua harapan bahkan mungkin menghentikannya. Asuransi kesehatan keluarga bisa membantu agar harapan itu tetap berpijar. Harapan untuk sehat kembali, harapan untuk melanjutkan kehidupan…

Happy asian family riding bikes in the beautiful morning Stock Photo - 15114039
sumber gambar di sini

Tulisan ini diikutsertakan dalam Sun Anugerah Caraka-Kompetisi Menulis dan Foto Jurnalis serta Kompetisi Menulis Blogger Sun Life 2013

Sumber:

www.sunlife.co.id

 

Leave a Reply