Belajar MEP

Gambar Matematika Lucu
sumber gambar di sini

Dari dulu kalau bicara soal matematika, itu momok buat sebagian siswa ya, termasuk aku, hehehe. Yang merasa matematika bukan momok pasti nilainya baguuuus. Kalau nilai matematikaku, cukup aja, yang penting lewat KKM, lewat dikit maksudnya.

Entah karena pelajarannya yang memang sulit ataukah cara penyampaiannya yang sulit dicerna bahkan cenderung menakutkan. Hehehe, jadi inget guru matematiku yang galak, piss ya Bu Guru!.

Sekarang setelah jadi ibu yang mengemban tugas mulia sebagai “ummu madrasatun”, jadi mikir bagaimana caranya mengajari anak belajar matematika dengan cara yang asyik dan bisa dipahami. Dengan background nilai matematika yang pas-pasan, aku sempet pusing juga mengajari anakku matematika. Anak pertamaku duduk di kelas tiga SD, sudah belajar masalah perkalian dan pembagian.

Hadeeh, ini terlalu cepat nggak sih?.Perasaanku kok ya buat anak kelas tiga SD pembagian bilangan ratusan itu terlalu rumit. Emaknya dulu empot-empotan belajar matematika, harapanku sih anak-anakku lebih pintar dari emaknya. Tapi kalau yang ngajarin aja cetek ilmunya, apa ya bisa?. Hahaha, sudahlah soal hasil aku serahkan sama Alloh saja. Hal terpenting adalah I do my best untuk anak-anakku.

Siang tadi, aku BW ke blognya Mba Selly dan Mba Dina bisa dilihat di sini dan di sana. Tertarik dengan judul postingan yang ada kata MEP. Pertama baca langsung kepo, apaan sih MEP itu?. Akhirnya baca dan ternyata MEP itu singkatan dari Mathematics Enhancement Programme . Ini adalah satu metode pembelajaran matematika dalam bentuk kurikulum yang dikembangkan oleh Center For Innovation In Mathematics Teaching.

MEP ditujukan untuk siswa SD hingga SMP. Sementara untuk tingkatan sebelum SD bisa dikenalkan melalui tahapan reception. MEP ini ternyata familiar dipakai di komunitas Home Schooling.  Tujuan dari MEP ini sendiri seide banget denganku yaitu bagaimana membuat matematika itu menarik dan menyenangkan untuk dipelajari.

Langsung deh, belajar sedikit-sedikit tentang MEP beserta materi dan tahapan pembelajarannya. Referensi yang aku temukan ternyata memakai Bahasa Inggris, jadi kalau agak slow harap maklum yak. Dari sedikit yang telah kubaca, aku tertarik nih menerapkan pola ini pada anak-anakku, minimal usahaku ini bisa membuat suasana belajar matematika tidak selalu menegangkan.

Buat yang penasaran sama MEP, coba BW aja ke blog di atas. Siapa tahu tertarik menerapkan MEP kepada putra-putrinya. MEP, membuat emak harus belajar lagi, semangat Mak!.

 

 

8 thoughts on “Belajar MEP

  1. duh ngomong masalah pelajaran matematika, rasanya saya sudah sangat ketinggalan dibanding kemampuan anak-anak saya.
    apalagi masalah MEP ini benar-benar nggak saya pahami, saya coba baca dulu sapa tahu bisa diterapkan pada anak-anak ato paling tidak mereka bisa mempelajari untuk menambah wawasan masalah matematika

    1. Nggak papa Pak Ies berarti anak-anaknya tidak ada masalah dengan matematika. saya juga sedang mempelajari MEP, siapa tahu bisa diterapkan untuk anak-anak saya. Silahkan dibaca-baca, sekilas menyenangkan soalnya pakai gambar warna-warni.

    1. Iya Pak chaidir, metodenya tak menakutkan jadi saya tertarik. Belajar dari sekarang saja Pak, jadi kalau sudah punya anak tinggal eksekusi saja. Jangan kayak saya, belajar sambil jalan begini ngos-ngosan. Salam kenal kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *