Anak Pemalu Bisa Juga Tampil

anakku yang tengah, si pemalu namun kecil-kecil cabe rawit
anakku yang tengah, si pemalu namun kecil-kecil cabe rawit

Dulu aku sempat cemas nih sama kondisi anak keduaku, pemalu dan lama adaptasinya. Ditanya sama orang, diam seribu bahasa padahal nih kalau di rumah ceriwisnya minta ampun. Seriusnya lagi sekali mau jawab suaranya lirih banget. Gemes deh dibuatnya!.

Soal lamanya adaptasi juga jadi masalah lain yang membuat ketar-ketir. Diajak kemana-mana bawaanya rewel melulu, nggak bisa menikmati bepergian. Diajak kondangan rewel, diajak main ke rumah teman bawaannya minta pulang melulu, diajak jalan-jalan maunya gendong terus padahal sudah bisa jalan.

Aduh, segitunya sih Nak! dalam hati aku mengeluh. Soalnya beda banget sama Mbanya yang enjoy diajak kemana pun. Seingatku, apa yang aku lakukan sejak hamil untuk Mba dan Ade prinsipnya sama deh. Tapi mengapa hasilnya beda ya? hehehe.

Untung aku ingat tentang buah pisang. Maklum, buah yang satu ini memang akrab denganku sejak kecil. Seingatku, dalam satu tandan buah pisang kondisinya beda-beda. Besar dan kecil ukurannya berbeda, kondisi buahnya juga kadang ada yang agak keras meskipun buahnya sudah matang.

Begitulah kiranya yang tepat untuk menggambarkan kondisi anak-anakku. Mereka membawa gen aku dan ayahnya. Jadi sifat mereka berdua maupun kondisi fisik merupakan perpaduan kami berdua. Nggak aneh juga sih karena ayahnya juga orangnya pemalu banget. Hehehe, jadi sudah bawaan orok.

Masalahnya, aku kawatir jika sifat pemalunya ini akan membawa kesulitan dimasa depannya. Kalau ditanya orang ndak mau jawab atau suaranya lirih kan repot. Di kelas, pasti dia akan kesulitan dalam menjawab pertanyaan lisan atau mengemukakan pendapat.

Sementara itu di lingkungan sosial, dia akan sulit memiliki teman. Mana ada yang betah berteman sama anak pemalu yang susah diajak ngobrol. Duh, pikiran buruk sempat meracuni otakku.

Untungnya suami selalu mengingatkan agar lebih baik fokus pada upaya mencari solusi agar sifat pemalunya bisa berkurang sampai kadar yang normal. Hahaha, maksudnya sih supaya bisa percaya diri dan bisa mudah menyesuaikan diri dalam berbagai situasi. Rasa malu pada kondisi tertentu kan tetap diperlukan, jadi jangan sampai hilang sama sekali, bisa gawat kalau ndak punya rasa malu.

Punya anak pemalu memang harus sabar mendorongnya untuk berani dan percaya diri. Aku menyadari, usaha ini harus dilakukan terus-menerus dan butuh waktu tidak singkat. Oleh karena itu, targetku juga tak muluk. yang terpenting konsistensinya harus dijaga.

Memasukkannya ke kelompok bermain menjadi pilihanku. Di sana dia bertemu dengan anak-anak lain yang berbeda sifatnya. Di sana dia juga bisa bernyanyi, menari, bermain bersama teman-temannya.

Awal masuk KB, dia tuh nempel terus sama aku. Wah, benar-benar menguji kesabaranku. Alhamdulilah aku mendapat dukungan dari gurunya. Lambat laun dia bisa berani di kelas tanpa aku. Horeeee, satu langkah maju dari anak pemalu.

Dalam setiap kesempatan, aku selalu meyakinkan dia untuk berani berbicara dan tidak malu untuk tampil di depan kelas. Ini seperti lari marathon, staminaku benar-benar diuji sampai garis finish. Pelan tapi pasti, dia mulai berani tampil di depan kelas walaupun suaranya masih lirih. Dia juga mulai bisa bermain dengan beberapa temannya walaupun dia masih banyak diamnya.

anakku suka menari, dia pakai kerudung kuning
anakku suka menari, dia pakai kerudung kuning

Dia juga mulai menunjukkan kemampuannya dalam menari. Setiap ada pelajaran menari dia antusias. Di sini awalnya si anak pemalu itu unjuk gigi. Hohoho, dia terpilih mewakili KB nya untk mengikuti lomba gerak dan lagu. Yang lebih membuatku bahagia, justru si anak pemalu ini yang dipilih jadi pemimpinnya.

Panas dingin badanku melihatnya. Ada perasaan senang campur kawatir, kira-kira bisa nggak ya dia mengemban amanah ini. Soal gerakan badan dan menyanyi sih dia hapal. Malah dibandingkan teman-temannya, dia yang paling meyakinkan. Masalahnya, saat lomba kan ditonton banyak orang, takuuut banget dia bakal malu untuk tampil.

horee, dia bisa tampil memimpin teman-temannya..
horee, dia bisa tampil memimpin teman-temannya..

Alhamdulilah, ketakutanku tak terbukti meskipun dia sempat bete karena harus lama menunggu giliran tampil. Dia bisa menunaikan tugasnya sebagai pemimpin teman-temannya. Meskipun timnya tidak meraih juara, bagiku dialah juaranya. Dia telah berhasil mengurangi sifat pemalunya dan menunjukkan kemampuannya.

Sekarang, dia duduk di bangku TK A, di kelasnya dia tetap pendiam dibanding teman-temannya namun dia sekarang lebih percaya diri ketika bermain dengan teman-temannya. Memiliki anak pemalu bukan hal yang memalukan. Dengan upaya terus menerus dia bisa kok mengurangi kadar malunya dan bisa tampil percaya diri. I Love You Zahira..

 

 

4 thoughts on “Anak Pemalu Bisa Juga Tampil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *