Segar dan Gurihnya Es Pisang Ijo

es pisang ijo

Beberapa hari ini saya kangen sama aneka kuliner Makasar. Dulu, waktu masih tinggal di Palembang, teman saya yang asli orang Makasar, suka menyajikan kuliner khas daerah itu ketika Lebaran maupun momen istimewa lainnya. Sekarang setelah jauh darinya, nggak mungkin lagi minta dibuatin kuliner Makasar. Jadilah saya harus memasaknya sendiri. Walaupun, rasanya masih kurang nendang. Salah satu kuliner Makasar kesukaanku adalah minuman yang satu ini, Es Pisang Ijo.

Es Pisang Ijo ini penampilanya fresh banget, ada paduan warna hijau dan merah yang menggoda selera. Namanya es, cocoknya dinikmati saat cuaca panas. Kebetulan sekali karena akhir -akhir ini meskipun sudah masuk musih hujan, tetap saja kala siang hari panas terik.

Saya harus browsing sana-sini untuk mendapatkan resep yang menurutku enak. Untuk resep Es Pisang Ijo kali ini saya mencoba resepnya Mba Endang dari Just Try And Taste. Resepnya sih agak sedikit ribet dibandingkan resep pisang ijo dari blog lainnya tapi sepertinya enak kalau melihat dari penampilannya. Resep pisang ijo yang saya pakai, pisangnya harus dikukus dulu dan adonan pisang ijonya pun demikian. Kalau yang di blog lainnya, adonan pisang ijo tak dimasak terlebih dahulu.

Tak apalah demi mendapat rasa yang enak dan mirip dengan es pisang ijo dari daerah asalnya. Setelah mendapat resep saya pun meluncur ke warung langganan guna membeli segala keperluan untuk membuat es pisang ijo. Ada pisang, tepung beras, tepung terigu, santan, sirup cocopandan, gula pasir, garam, daun pandan, daun suji dan daun pisang untuk mengukus adonan.

Untuk buah pisang yang biasa digunakan dalam Es Pisang Ijo bisa pisang kepok atau pisang raja. Nah, saya memilih untuk menggunakan pisang raja karena kebetulan pisang ini ada di warung sayur langganan saya.

es pisang ijo

Saya hanya memakai separuh resep pisang ijo Mba Endang. Jadi semua bahan takarannya saya kurangi.

Bahan :

  • daun pandan, blender dengan 250 ml air, saring
  • pisang raja 8 buah
  • 100 gram tepung beras
  • 100 gram tepun terigu
  • 25 gram gula pasir
  • garam secukupnya
  • 300 ml santan kental

Bahan vla:

  • 25 gram tepung beras
  • 250 ml santan
  • garam secukupnya
  • 40 gram gula pasir (dari resep asli saya kurangi)

Pelengkap:

  • es batu
  • sirup cocopandan
  • susu kental manis

es pisang ijo

Cara membuatnya:

    1. Daun pandan cuci dan potong-potong dan masukkan ke dalam blender, beri air dan blender hingga halus. Saring air daun pandan itu. Sisihkan.
    2. Pakai wadah berbeda, masukkan tepung terigu, tepung beras, garam, gula, santan dan air daun pandan. Aduk hingga halus dan rata.
    3. Setelah rata, kukus selama 20 menit. Tutuplap wadah itu dengan palstik wrap atau tutup panci diberi serbet, agar air tak menetes ke adonan tadi.
    4. Setelah agak dingin, adonan tadi diisi pisang dan bungkuslah dengan daun pisang lalu kukus kembali selama 15 menit.
    5. Taruh di panci bahan fla, aduk hingga halus, beri daun pandan dan jerang diatas api hingga matang dan mengental.

es pisang ijo

Cara penyajian: ambil mangkok, beri es batu, potongan pisang ijo, fla, siram dengan sirup dan susu kental manis.

Oh ya, warna hijau untuk adonan yang membungkus pisang raja tadi saya memakai daun pandan saja. Tanpa tambahan pasta maupun pewarna makanan. Agak pucat sih, tapi saya lebih memilih tanpa tambahan apapun agar alami aja.

Sampai rumah saya pun langsung menuju dapur. Pertama saya membuat vla dari tepung beras, kalau menurut saya ini bubur sumsum, soalnya bahan dan rasanya sama. Kalau yang ini saya sudah beberapa kali membuat jadi nggak ada kesulitan.

Agar bubur sumsum hasilnya halus dan tidak bergerindil, tepung berasnya dicairkan dulu. Saat santan telah mendidih, masukkan tepung beras cair tadi ke dalam santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga mengental.

Untuk membuat adonan pisang ijo meskipun baru pertama kali namun ternyata tidak sulit hanya prosesnya lebih panjang karena adonan harus dikukus selama 20 menit. Setelah itu baru digunakan untuk membungkus pisang.

Walaupun agak ribet tapi sebandinglah dengan rasanya. Hasilnya, es pisang ijo yang segar dan gurih bisa dinikmati keluargaku. Suami dan anak-anak suka dengan es pisang ijo buatanku.

Wah, nggak kehitung deh bahagianya, ketika apa yang saya sajikan habis dilahap suami dan anak-anak. Bagi teman-teman yang ingin membuat es pisang ijo seperti saya, bisa cek resepnya di sini ya.

Hehehe, saya nggak ahli membuat resep soalnya.

 kulit tetap lembab dan elastis

50 thoughts on “Segar dan Gurihnya Es Pisang Ijo

  1. Iya Mak aku pernah bikin niy es pisang ijo, emang agak lama n ribet, tapi hasilnya memuaskan dan menyegarkan 😀

    minta di kirim yaa !

    1. Ya begitu deh Mak Nchie, kalau mau enak harus usaha dulu. yang penting kebayar sama rasanya. berapa mangkok????? diantos nyak..naik becak dari sini, jadi maapken kalau pake lama..

  2. Baru kemaren beli, tapi kok ga ada yg seenak aslinya yaa.. yaiyalah, biasa makan es pisang ijo waktu msh tinggal di Makassar, skr ketemunya es pisang ijo ala Bogor 😀
    Mau coba ah bikin sendiri. Thx info resepnya, Mak ^_^

    1. Nah, itu dia Mak Inna, dulu saya makan es pisang ijo made orang Makasar, pas dah di jawa coba beli rasanya beda. Jadilah, penasaran pengen bikin sendiri. Browsing-browsing deh jadinya.

  3. Aku lagi pengeeen banget makan es pisang ijo! Tapi bener deh,dapet resep tergampang pun,aku belom tertarik buat bikin sendiri :p

    Btw mba Ety,kalo pisang ijo sama palu butung itu sama atau nggak sih?

    1. Iya, kalau sekarang banyak yang jual. Tapi saya suka mager ke luar rumah kalau dah sore.
      Jadi milih bikin sendiri aja.

    1. Betul Mba, memang mengenyangkan. Saya kalau bukanya pakai es pisang ijo. Makan nasinya habis tarawih. Jadi gak kekeyangan.

    1. Oh, saya baru tahu kalau bisa didadar juga bikin pisang ijo. Lebih lama karena harus didadar satu-satu ya, Mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *