Ikatan Batin

we are one
we are one

Sebagai seorang ibu, saya merasa memiliki ikatan batin yang kuat dengan kedua anak-anakku. Saat mereka sedih sayapun ikut sedih. Saat mereka sakit, rasanya ingin menggantikannya. Begitulah, rasa sayang, ingin selalu dekat dan memastikan bahwa mereka baik-baik saja. Begitu indahnya rasa itu tapi kok ada ya ibu yang meninggalkan bahkan membunuh darah dagingnya sendiri.

Berita bayi yang dibuang acapkali terdengar melalui media. Hatiku miris mendengarnya. Sebagian bayi yang beruntung bisa bertahan hidup dan memiliki kesempatan melanjutkan hidupnya. Namun sebagian yang lain  meninggal dalam kondisi yang mengenaskan.

Entah apa yang ada dalam  pikiran mereka saat membuang darah dagingnya sendiri. Tidakkah mereka sadar bahwa mereka menyakiti mahluk yang tak berdosa. Tidakkah mereka juga sadar akan akibat dari perbuatan itu. Ah, entahlah sepertinya saat itu hati mereka sedang dibutakan oleh ketakutan.

Terus terang saya iba pada ibu yang tega membuang bayinya. Iba membayangkan apa yang mereka rasakan beberapa tahun ke depan. Apa yang dilakukannya mungkin bisa menutupi aibnya saat ini. Namun ibu itu mungkin lupa bahwa ada satu hal yang tidak bisa buang begitu saja, yaitu ikatan batin.

Ikatan batin itu tertanam jauh di lubuk hati. Ikatan batin itu memiliki akar serabut yang halus. Jika ikatan batin itu dicabut dari akarnya, akan ada akar-akar serabut yang tetap tertinggal di sana. Begitupun ikatan batin diantara ibu dan bayinya. Meski bayi berhasil dienyahkan dari kehidupan si ibu namun di hati ibu tetap tertinggal ikatan batin itu. Begitupun di hati bayi jika berhasil hidup. Akan ada kerinduan di hati masing-masing. Pernah kita dengar bukan, kisah seorang anak yang hidup dengan orangtua angkat di negeri orang kemudian ingin bertemu dengan ibu kandungnya di Indonesia setelah puluhan tahun terpisah.

Ya, ikatan batin itu fitrah. Dia akan selalu ada di hati ibu dan anak. Jika harus terpisah maka akan ada sisi kosong dalam hati masing-masing. Lama-kelamaan sisi kosong itu meminta untuk diisi. Saat inilah biasanya masing-masing akan berusaha mencari. Jika masih hidup tentu masih ada peluang untuk bertemu. Jika sudah  meninggal bahkan melalui tangannya sendiri, apa yang bisa ibu perbuat untuk memenuhi kerinduannya itu. Semoga tidak ada lagi bayi-bayi tak berdosa yang harus tercerabut dari kehidupan ibu kandungnya dan tidak ada lagi ibu yang tega membuang darah dagingnya sendiri.

Tulisan ini adalah tulisan yang tak kunjung dimuat bahkan hingga media tersebut terbit untuk terakhir kalinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *