Hati Seluas Samudera

kartun animasi lucu pernikahan islamiJudulnya sinetron banget sih! hahaha, sinetron jaman baheula. Entahlah tiba-tiba teringat sebuah sinetron jaman puber dulu. Sinetron yang dibintangi Paramita Rusady ini sempat menjadi hits ditahun 1994. Tapi tidak bercerita tentang sinetronnya, sekedar pinjam judul saja.

Cerita kali ini masih ada hubungannya dengan postingan kemarin yang bisa dibaca di sini. Kali ini saya ingin memotret perasaan seorang istri yang memiliki takdir harus berbagi suami. Ada beberapa kasus sih, ada yang istri pertama dengan sukarela mencarikan perempuan untuk dijadikan madunya.

Di lain pihak ada suami yang diam-diam menikah lagi tanpa rembugan sama istri pertama. Atau, suami menikah lagi dengan perempuan pilihannya setelah mendapat ijin dari istri pertamanya dan kasus yang terakhir ketika suami dilamar seorang gadis.

Nah, saya ingin bicara tentang kasus yang terakhir. Sebagai seorang istri yang mencintai suaminya pastilah memiliki keinginan untuk terus bersama selamanya dan menjadi satu-satunya. Mungkinkah ada perempuan yang sejak awal menikah sudah meniatkan untuk mengijinkan suaminya memiliki istri lain?. Barangkali ada, namun saya dan mungkin saja teman-teman adalah termasuk yang tidak meniatkan bahkan tidak ingin dimadu.

Namun garis takdir memang tak bisa diketahui, ditawar atau bahkan ditolak. Jika sedari awal perempuan tidak ingin dimadu lalu apa yang akan dilakukannya ketika mendapati ada keluarga seorang gadis datang dan melamar suaminya?.

Menolak mentah-mentah? atau merelakan suaminya menerima maksud keluarga gadis tersebut meskipun harus menahan perih?. Jika ada perempuan yang memilih untuk menerima dimadu maka saya bisa melihat jika hatinya seluas samudra.

Kisah ini ada di buku Catatan Hati Seorang Istri pada bagian catatan kelima yaitu “Rombongan Gadis yang Melamar Suami Saya”.  Apa yang dirasakan oleh seorang istri ketika menghadapi kenyataan seperti ini?. Secara jujur istri tersebut mengungkapkan jika pada awalnya dia merasa sedih dan terpukul. Kemudian dia menyadari jika suaminya orang yang baik, pintar dan sholeh, wajar jika ada perempuan jatuh hati pada suaminya. Disisi lain gadis yang datang juga gadis baik-baik dan berasal dari keluarga yang baik juga.

Apa yang kemudian membuat istri tersebut menerima untuk dimadu?. Tak lain karena sang istri mampu mengubah sudut pandangnya terhadap apa yang menimpanya. Dari yang semula dia anggap itu sebagai ujian menjadi sebuah bentuk pertolongan Alloh kepadanya. Disaat usianya tak lagi muda, Alloh ingin meringankan beban dan tanggungjawabnya sebagai istri.

Dia pun menghitung-hitung berapa banyak nikmat Alloh yang sudah diturunkan kepadanya dan keluarganya. Hingga akhirnya pada satu titik sang istri pun menyadari bahwa nikmat Alloh kepadanya tak terhitung jumlahnya. Jadi, tak layak jika kemudian dia anggap takdir ini sebagai musibah.

Ada kepasrahan dan ketegaran yang luar biasa dari sosok ini.  Sulit bagi saya untuk bisa bersikap seperti beliau ketika dalam posisi yang sama. Hati yang mampu menerima takdir yang berat seperti itu sungguh pasti hati yang senantiasa mengingat Alloh. Ya sesosok perempuan dengan hati seluas samudra.

Benarlah apa yang dikatakan orang bijak, bahwa kita tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi namun kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap hal tersebut. Sehingga kita mampu untuk melihat kenyataan dari sisi yang berbeda.

 

6 Comments

  1. Ahmad Roqib

    November 14, 2013 at 1:11 pm

    Semoga isteri saya mempunyai hati yang seluas samudra agar bisa menerima xixixixixiixixixixixi

  2. Edi Padmono

    November 14, 2013 at 6:14 pm

    Adalah sesuatu yg sangat umum jika seorang istri itu menolak untuk dimadu dan tidak sedikit pula seorang wanita rela menjadi madu tapi dia tidak mau dimadu.
    Kalau melihat kasus diatas bisa disumpulkan bahwa mereka faham betul dengan agamanya.
    Namun kejadian yang terjadi saat ini adalah kebanyakan nikah lagi karena nafsu dengan kedok agama yaitu menjalankan sunah Rasul, sudah hebatkah dia? Agamanya saja tidak begitu bagus dan yg wajib saja belum bisa melaksanakan dg baik eh mau yang sunah pula…….!
    Kalau mau sunah Rasul, ya harus betul betul dong jangan yg muda dan lebih cantik, Istri Rasul selain Aisyah adalah janda dan istri para sahabatpun juga janda.
    Ayo siapa yang mau nikahin janda umur diatas lima puluh?

    1. Ety Abdoel

      November 14, 2013 at 7:14 pm

      Setuju..memang yang seperti Mas Edi katakan itu jamak terlihat di masyarakat. Saya suka heran sama orang yang materi gak punya, ilmu agama juga cethek eh istrinya ada dimana-mana. Geram sama yang beginian. Ya, seperti juga yang sudah saya katakan, rasa suka lebih tepat sbg alasan meski kadang tak diakuinya. Hahaha kalimat terakhir nonjok abis.

  3. Mama Obito

    November 15, 2013 at 1:37 pm

    Mba, salam kenal ya…saya belum punya hati seluas samudera untuk bisa dimadu. Yang sudah menghadapi itu hebat bener deh, bisa berbagi cinta.

    1. Ety Abdoel

      November 15, 2013 at 2:17 pm

      Salam kenal balik Mama obito..hehehe tak apa lha azazkan monogami..ya, mereka memang wanita hebat…

Leave a Reply