Pempek Dos Tombo Kangen

pempek dosBukannya tanpa alasan tiba-tiba kangen sama pempek. Ceritanya kemarin tuh ultah pernikahan kami yang ke 9. Hubungannya sama pempek apa ya? hehehe. Dulu setelah resmi dipinang, aku lalu dibawanya terbang ke kota Palembang untuk menetap mendampingi suamiku yang bekerja di sana.

Waktu pertamakali menginjakkan kaki di Palembang kami masih pengantin baru. Sebagai pengantin baru..uhuuuk, tutup muka pakai tisu ah, kami sering menghabiskan waktu berdua dengan jalan-jalan dan makan-makan.

Sebagai pendatang baru, aku kan butuh tahu tempat-tempat penting seperti pasar, rumahsakit, bank, minimarket dll karena mobilitasku sebagai ibu rumahtangga ya seputar tempat itulah. Kalau sudah capek jalan-jalan, pasti mampir makan di tempat makan yang menyediakan makanan khas Palembang.

Nah, yang pertama dicoba itu ya pempek itu karena pempek sudah kondang kelezatannya makanya akupun langsung ingin mencoba pempek yang asli. Pempek yang pertama kucoba waktu itu adalah pempek candy yang terletak di Plaju.

Hm, begitu masuk aroma gurih ikan langsung tercium. Setelah mencicipi pada gigitan pertama, wow, ternyata bener deh, pempek itu uenaak banget apalagi dipadu dengan cuko yang kental dan pedas.

Jatuh cinta sama pempek membuat hari-hariku juga senantiasa diwarnai dengan pempek dan turunannya. Heran deh, nggak ada bosen-bosennya. Lama-lama, aku pun mengenal macam-macam pempek bahkan jadi tahu kalau pempek bisa juga dibuat tanpa ikan alias pempek dos.

siap disantap

Pempek dos meski dibuat tanpa ikan tetap gurih rasanya. Inget ultah pernikahan jadi ingin sekali makan pempek. Ndilalah, nunggu tukang ikan yang biasa lewat depan rumah kok ya nggak jualan. Pergi ke warung karena dah agak siang, ikan pun sudah tak ada. Jadilah, niat ingin membuat pempek jadi urung sejenak.

Lalu teringatlah sama pempek dos, hehehe tak ada rotan akarpun jadi tak ada pempek ikan, pempek dos pun jadi. Begitulah ceritanya, hari ini akhirnya aku membuat pempek dos. Soal resep, googling kesana-kemari selalu jadi andalan.

Setelah membaca dan menimbang dari beberapa resep, pilihan hati jatuh pada resep pempek dos nya Ny Liem. Aku memilih resep Ny.Liem karena banyak blog masakan yang mengatakan jika resep Ny. Liem ini enak dan lembut.

Untuk resep cukonya, aku pakai resep yang dikasih temen waktu di Palembang dulu jadi ndak pakai resep cuko Ny. Liem. Bagi yang tertarik mencoba pempek dos nan irit, ini resepnya:

Bahan

  • 250 ml air
  • 125 gr terigu
  • 2 sdt garam
  • 1 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 200 gr tepung sagu/tapioka
  • 2 butir telur

Cara Membuat

Masukkan air ke dalam panci tambahkan garam dan kaldu bubuk lalu didihkan. Jika telah mendidih kecilkan api dan masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu sambil diaduk agar tidak menggumpal dan tidak gosong. setelah kalis matikan kompor dan tunggu hingga adonan hangat. Jika telah hangat masukkan telur satu persatu sambil diaduk. Bisa diaduk pakai tangan, bisa juga pakai mikser atau food processor jika ingin lebih mudah dan halus. Setelah tercampur rata masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit hingga kalis. Bentuk sesuai selera, bisa disi dengan telur dan rebus dalam air mendidih yang dikasih sedikit minyak goreng agar pempek tak lengket. Setelah pempek mengapung itu tandan pempek matang maka pempek bisa diangkat dan siap digoreng.

pempek dos gorengsiap disiram cuko

Cuko

Bahan

  • 500 ml air
  • 500 gr gula merah
  • 1/2 oms asam jawa
  • cabe rawit sesuai selera, kalau aku pakai 1/2 ons ditumbuk ditumbuk halus
  • 1/2 ons bawang putih ditumbuk halus
  • 11/2 sdt ebi ditumbuk halus
  • garam secukupnya

Cara Membuat

  • Gula+air+asam jawa direbus hingga mendidih lalu disaring
  • Bawang putih+cabe rawit+ebi+air sedikit dimasak sampai harum dengan api kecil
  • campur kedua bahan di atas jadilah cuko pempek

 Jadilah pempek dos itu sebagai tombo kangen sama pempek Palembang yang maknyus itu. Suatu hari nanti, aku akan kembali kesana dan menikmati sepiring pempek di tepi Sungai Musi sambil ditemani semilir angin di senja hari, seperti kala itu.

 

 

 

18 thoughts on “Pempek Dos Tombo Kangen

  1. Aku kira Mba Ety orang Palembang juga, soalnya yang tau Pempek Dos itu cuma Orang2 Palembang aja atau yg udah tinggal cukup lama disana 😀

    Kalo mama atau nenek aku yg buat, bentuknya bulet tanpa isi kayak cireng Mba. Pas digoreng dia akan meletup dan menimbulkan suara “dos..dos..”

    1. Saya pernah numpang hidup di palembang 8 tahun Mba dita. Iya, aslinya sih nggak diisi ya..anak-anak suka banget pempek telur jadi aja diisi telur. Oh, gitu ya jadi diberi nama pempek dos..qiqiqi

  2. My guilty pleasure nih Mbak. Di Bandar Lampung juga bejibun yang jualan pempek he he. Pas merantau ke Manado, harga pempek mahal, tenggirinya mahal sih, jadilah menghibur diri buat pempek dos. Baru kemarin malam juga buat pempek dos isi telur. Walau tanpa ikan tapi lumayan obat kangen 😀

    1. Sama dong Mba Heni, sekarang saya di Karanganyar susah dapat pempek. Sekalinya mau bikin eh ikannya susah dapatnya. Asik nih di Manado, makanannya kan enak-enak juga Manado ya. Betul Mba , anak-anak saya juga suka pempek dos dikasih telur..

  3. Selamat mensyukuri hari ulang tahun pernikahan,Jeng Semoga terwujud keluarga Samara.

    Saya dulu dinas di Palembang selama 6 tahun, mantap banget makan empek2 sampai puas. Sekarang kalau kangen empek2 tinggal beli di warung yang tak jauh dari rumah.

    Salam hangat dari Surabaya

    1. Terimakasih Pakde, amin ya robbal alamin. wah, lama juga ya Pakde, betul kalau di sana bisa makan pempek sepuasanya. Di tempat saya gak ada yang jual pempek enak, harus ke solo dulu. Jadi ya mbuat sendiri. Salam hangat dari Karanganyar.

      1. iya banyak perumahan, nah saya tinggal disitu bu.baru 2 tahun setelah lepas dari orang tua (aka nikah dan hidup mandiri hehehe)kalau dulu sebelumnya di deket sondokoro karanganyar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *