My Journal

One Day When I Talk
Vacation

Cerita Kopdar Blogger Nusantara 2013 (4): Semalam Di Tembi

December 14, 2013

1375827_602155919841028_1571359360_aHuaaa, masih tentang Kopdar Blogger Nusantara 2013 nih? masih dong, kan masih ada yang belum diceritakan. Di postingan kemarin, sudah tahu kan kalau nyampe Tembi tuh sudah larut. Suasana di desa Tembi pun sepi dan gelap, khas suasana pedesaan. Malam itu sih belum terlihat yang menjadikan Tembi itu sesuatu.

Setelah mendapat tempat menginap, aku dan rombongan diantar panitia menuju homestay 42. Sesampainya di sana kami disambut tuan rumah, Bapak Endah dan dua orang laki-laki yang belakangan diketahui anak tuan rumah (sst, menurut bisik-bisik yang kudengar sih).

selamat datang di tembi..
selamat datang di tembi..

Kami dipersilahkan untuk membagi sendiri ruang tidurnya. Di rumah itu, ada 3 kamar yang disediakan, plus ruang tamu, ruang tengah dan ruang belakang telah disiapkan untuk menyambut kami-kami ini. Aku dan Mba Lies yang saat itu masuk duluan, langsung masuk di kamar depan, diikuti Annisa, gadis Lampung. Hehehe habis dah capai banget, nggak pakai milih lagi.

Badan lengket dan penat membuatku ingin lekas mandi. Gerak cepat diriku langsung ke kamar mandi, dan byur,byur,byur, segeeer banget. Habis mandi niat tidur urung, karena kantuk tiba-tiba menghilang. Eh, kok ya di tempat Pak Endah itu sedia mie instant yang siap dimasak. Akhirnya ramai-ramai sama Mba Erry, Mba Mechta, Mba Esti, Melly, Mba Yuni pesen mie.

homestay 42,homestay kenangan
homestay 42,homestay kenangan

Nah, mooolaaai, qiqiqi, ada cerita nih, soal indomie. Yang nganterin Indomie itu ternyata menjadi trending topic, qeqeqe. Soal bagaimana dan siapa si pengantar indomie, biar yang punya cerita deh yang nulis, colekin  Mellyana Fayadin. Hahaha, maklum diriku hanya penggembira saja.

Habis makan indomie aku pamit ke kamar, maksudnya sih mau tidur. Eh kok ya, tidurku nggak bisa nyenyak ya, bentar-bentar bangun. Duh, beda banget sama Annisa yang lelap di alam mimpi. Apa mungkin karena emak-emak jauh dari anak-anak ya jadi susah tidur. Ternyata Mba Lies juga mengalami hal yang sama denganku.

Huft, nggak bisa tidur, bangun pun pagi-pagi sekali. Daripada bengong, aku pun memilih mandi, itu masih gelap lho, hehehe semangat banget. Disaat yang lain masih belum bangun aku dan Mba Lies memilih untuk jalan-jalan pagi. Menyusuri jalanan di sepanjang desa dan menemukan banyak hal menarik di desa wisata ini.

bersama Mba Lies, temen jalan
bersama Mba Lies, temen jalan
courtessy : Lieshadie

Pertama adalah sejarah dari desa Tembi menjadi desa Wisata. Jauh sebelum manjadi desa wisata, Tembi memang dikenal sebagai sentra kerajinan. Seperti batik dan kerajinan anyaman dengan bahan serat alami. Adalah orang berkebangsaan Australia, bernama Warwick Pursen Larsen memiliki ketertarikan dengan hasil kerajinan tersebut.

Ia kemudian mengenalkan hasil kerajinan dari Desa Tembi kepada koleganya. Gayung bersambut, kolega Warwick tertarik untuk membelinya. Inilah yang menjadi cikal bakal, eksisnya kerajinan dari Desa Tembi sebagai salah satu komoditas ekspor. Melihat potensi yang besar dari Desa Tembi, akhirnya pemerintah pun menetapkan Desa Tembi sebagai desa wisata.

galeri di tembi
galeri di tembi

Pengen kan melihat hasil kerajinan dan benda seni yang ada di Desa Tembi? tinggal lihat aja, kunjungi galerinya, kalau cocok silahkan dibeli ya. Ya iyalah itu kan bukan barang panjangan di museum jadi bisa dibeli.

Yang kedua, desa Tembi tuh asri dan cantik. Pemandangan sawah yang membentang luas menyejukkan mata. Bagi yang biasa tinggal di kota ini kesempatan bagus untuk cuci mata. Hehehe, kalau cuci mata di mall kan dah biasa banget ya, di desa Tembi Anda akan mendapatkan sesuatu yang berbeda, tsaah, lanjuuut.

ayo ke tembi.
ayo ke tembi.

Hal lain yang menarik rumah-rumah penduduk yang dijadikan homestay bagi para wisatawan. Tinggal di rumah penduduk setempat menjadi pengalaman menarik karena kita bisa menyelami kehidupan penduduk desa yang sederhana. Di sinilah kita bisa menemukan suasana yang berbeda dengan keseharian kita dan bisa juga menemukan cerita yang berbeda lho. Nggak percaya? colekin lagi Mellyana Feyadin, yang punya sweet memory tentang Tembi.

Jika menghendaki homestay yang lebih privat bisa juga kok. Di desa Tembi ada juga homestay yang khusus untuk disediakan untuk wisatawan. Ada d’omah hotel, rumah Bugis, rumah budaya tembi dll.

Menikmati keeksotisan Tembi, paling enak dengan jalan kaki. Kalau nggak mau jalan kaki, ada delman yang bisa disewa untuk keliling desa. Sayang, aku nggak sempat merasakan naik delman istimewa di Tembi. Cuma bisa memotret sajaah.

naik delman istimewa yuk!
naik delman istimewa yuk!

Jika capek, bisa tuh leyeh-leyeh dan dipijat di spa. Suasana tempat spa juga sangat njawani. Baik arsitekturnya maupun interiornya. Halaman tempat spa juga asri dan hijau. Ada kolam berhias bunga teratai nan cantik.

Beruntung, aku dan Mba Lies sempat foto-foto di taman spa bersama Om Nh. Sementara Annisa, nggak boleh tuh foto-foto disitu, katanya ada tamu. Berarti kuraaang pagiiiii Annisa! hihii.

aktion

Oh ya, penduduk di desa Tembi tuh ramah-ramah. Murah senyum dan tak enggan untuk menyapa, bahkan ada penduduk yang menawarkan sepedanya untuk dipakai menyusuri desa. Kelihatan banget kalau penduduk di sini tuh sudah sadar wisata. Buatku ini daya tarik yang mampu membuat siapa saja ingin kembali lagi ke Tembi.

Bukan begitu Mellyana Feyadin? jiaaah dari tadi nyolek Melly melulu ya, ada apa siih? penasaran ya?. Ayo Melly keluarkan ceritamu tentang Tembi, qiqiqi, mooolaaai.

Kopdar Blogger Nusantara 2013 hari kedua memang lebih santai. Diisi dengan game, pertandingan sepakbola dan pertunjukan seni dari kaum penyandang disabilitas. Aku pun sempat menonton pertandingan sepakbola antara para penyandang disabilitas tuna netra vs para blogger.

Pertandingannya seru, ramai pula dengan teriakan para blogger yang kesulitan menemukan bola karena harus bertanding dengan mata tertutup. Lho kok bisa? iya Kakak, biar seimbang karena kesebelasan lawan kan nggak bisa melihat. Pertandingan ini sungguh membekas di hatiku, cerita lengkapnya bisa di simak disini.

Capek jalan-jalan, akhirnya aku mengobrol di angkringan. Kenangan manis akhirnya bisa ngobrol dan sedekat itu dengan Mak Indah Julianti, Makpuh nya Kumpulan Emak Blogger. Makasih ya Mak injul buat momen seru tentang Ina yang gak bisa masak, tentang serunya berkunjung ke Dowa, tentang Mak Injul kalau lagi marahan sama misua, qiqiqi.

moment bersama Mak Indah Julianti
moment bersama Mak Indah Julianti

Masih ada acara yang harus diikuti tapi pikiran dan hatiku sudah di rumah melulu. Ternyata lagi-lagi, idem dengan Mba Lies. Akhirnya aku dan Mba Lies plus Annisa yang nampaknya enggan berpisah dari emak-emak rempong ini, memisahkan diri dari rombongan, pulang duluan deh. Untungnya sebelum pulang, masih sempat berfoto dengan Mba Erry, Melly, Mba Rahmah dkk. Jadi ada banyak kenangan  di Desa Tembi.

moment indah
moment indah

Dengan naik bis kota jurusan Parangtritis kami bertiga menuju Terminal Giwangan. Sesampainya di terminal Aku dan Annisa harus berpisah dengan Mba Lies yang naik bis menuju Purworejo sedangkan kami naik bis transjogya. Bye,bye Mba Lies sampai ketemu lagi ya.

Di dalam bis transjogya Annisa sempat mencari-cari hp nya yang tak nampak. Sempat berpikir jika hp itu ketinggalan di bis yang tadi. Soalnya sudah di miscall belum ketemu juga. Hehehe, tapi akhirnya ketemu kok, syukurlah Annisa nggak jadi sedih.

Baru saja asyik ngobrol eh kami harus berpisah, Annisa harus pindah bis karena jurusan kami berbeda. Okelah, jadi aku sendirian meneruskan perjalanan ke stasiun tugu. Hati-hati ya Nisa sayang, jadilah anak rantau yang baik, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung! hehehe raso nian jadi emaknyo Nisa.

Turun dari transjogya aku menyusuri jalan menuju stasiun tugu. Kulepas pandangan, menikmati suasana Jogya siang itu. Ah, jogya selalu ada memori tentangmu. Setelah belasan tahun lalu aku jauh darimu ternyata kini aku bisa kembali menemuimu, walau untuk sekejap saja. Kali ini kau memberiku cerita Semalam Di Tembi, desa eksotis nan asri itu.

 

 ******The End******

  

 

 

 

 

 

 

 

Only registered users can comment.

  1. Siip…jempol utk mbak Ety.. asyik menguak kenangan di Tembi niih… Eh, tulisan ini seperti jadi pembuka utk tulisan Neng Melly ttg Tembi.. hehehe.. Ayo Meel…, ditunggu cerita darimu… 🙂

  2. Beruntunglah kita yang masih bisa to poto di Spa itu ya Mbak …

    Ternyata setelah kita … tidak diperbolehkan lagi …

    mungkin takut mengganggu yang nye-pa ya Mbak …

    Salam saya Mbak Ety

  3. semakin semangatnya dah ditembi kemarin sampai diceritakan dari sejarah wisata menjadi desa wisata tembi karena kerajinanannya baru pertamax ngunjungi blongnya mbak eti salam kenla yah mbak di dunia online

    1. Iya Mas Topik..waktu di Tembi sempat ngobrol dengan Bpk pemilik homestay..tentang sejarah tembi bisa menjadi desa wisata..Makasih kunjungannya Mas topik, salam kenal balik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *