Holiday Project 6: Membuat Kartu Pop Up

Membuat Kartu Pop Up

Sejak kecil aku suka sama kartu pop up (kartu timbul). Bagiku yang menarik adalah ketika kartu dibuka maka ada gambar yang timbul, ini keren. Lebih menarik dari kartu yang bergambar satu dimensi saja.

Kartu bermodel pop up ini terlihat rumit. Bagi yang tak hobi craft sepertiku, lumayan membuatku cenut-cenut memahami cara membuatnya. Setelah cari sana sini, eh, ternyata kartu pop up tak selamanya rumit. Ada juga desain kartu pop up yang sederhana.

Hm, cocok nih buat kegiatan mengisi liburan selanjutnya. Kegiatan mengisi liburan ini telah dilakukan beberapa kali, bisa dilihat selengkapnya disini, atau disini, atau yang satu ini.

Pertama, aku browsing untuk mendapatkan tutorial membuat kartu pop up yang mudah kupahami. Qiqiqi, jadi emak satu ini memang harus belajar dulu. Hasil browsing ketemu deh sama tutorial keren milik Robert Sabuda, seorang penulis buku untuk anak-anak.

Setelah itu aku memilih desain yang paling simpel untuk Si Bungsu dan desain yang setingkat lebih rumit untuk Si Sulung. Mereka kan beda usia, Mba sudah lebih terampil menggunting dan menggambar. Sedangkan Ade, untuk menggunting desain berlekuk masih belum telaten.

Bahan yang dipakai untuk membuat kartu pop up sederhana saja dan mudah di dapat. Ini dia bahan-bahannya:

  • Kertas berwarna
  • Gunting
  • Lem/double tape
  • Penggaris
  • Pensil

    ini di bahannya

Untuk membuatnya, pertama-tama harus dibuat dulu pop up layernya. Nah, bentuk layer ini bisa bermacam-macam. Untuk kali pertama, kupilihkan layer rumah untuk Ade dan layer balok untuk Mba.

Membuat Layer Rumah:

  • Lipat kertas menjadi dua.

    lipat kertas jadi dua
    lipat kertas jadi dua
  • Buat pola menggunakan pensil dan penggaris. Untuk ukuran bisa dipilih sesuai selera baik ukuran kertas maupun ukuran layer. Buat pola garis lurus di satu sisi dan garis serong di sisi yang lain.
  • Gunting kedua garis tersebut.
  • Lipat bagian yang telah digunting tadi. Tekan dengan jari hingga terbentuk garis batas.
  • kembalikan lipatan pada posisi semua dan buka kertas hingga menyerupai tenda.
  • Tekan ke dalam bagian yang digunting tadi, kemudian tutup kertasnya dan tekan-tekan.
  • Buka kertasnya dan jadilah sebuah layer rumah.

    layernya
    layernya

Selanjutnya layer rumah bisa diberi hiasan. Kemarin Ade hanya membutuhkan satu pintu, satu jendela, satu cerobong asap dan hiasan tepi atap. Pilih kertas yang berwarna-warni supaya rumah kelihatan ceria.

hasilnya punya zahira
hasilnya punya zahira

Nah untuk Mba Nisrina, desain yang dipilih itu bunga dengan layer balok. Untuk membuat layer tak jauh beda dengan membuat layer rumah, bedanya hanya pada garis yang dibuat dikedua sisi. Layer balok membutuhkan dua garis lurus yang sama panjang. Langkah selanjutnya sama dengan di atas.

Sedangkan untuk desain bunga, Mba itu memilih bunga tulip yang mudah. Langkah-langkah membuatnya:

  • Buat gambar bunga tulip dengan kertas warna, kemudian gunting.
  • Buat bunga tulip dengan ukuran lebih besar dari bunga tulip yang tadi di kertas yang berbeda warna.
  • Rekatkan kedua bunga tulip tadi, bunga yang kecil letakkan diatas.
  • Buat batang dan daun, gunting.
  • Rekatkan bunga pada batang
  • Rekatkan bunga yang telah jadi tersebut pada layer balok.
  • Buat rumput-rumputan dan tempel pada bagian layer balok.
  • Jika ingin bisa ditambahkan hiasan lain sesuai keinginan.
  • Jadilah kartu pop up bunga

Liburan di rumah bisa diisi dengan hal-hal menyenangkan seperti ini. Selain menambah keterampilan, anak-anak tentu bangga bisa membuat kartu pop up sendiri.

Selamat berlibur dan tunggu aktifitas kami selanjutnya ya…

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

 

23 thoughts on “Holiday Project 6: Membuat Kartu Pop Up

  1. Mak, aku jadi kangen jaman sekolah dulu. Kalau Lebaran atau teman ultah sering bikin kartu sendiri meski belepotan lem. Anak2 memang harus diajarkan kreatif

  2. waaah…seruu ya maak…bisa jadi hiburan yang menarik..dan pastinya bermanfaat karena mengasah kreatifitas anak…thanks for sharing it maaak :D…Btw, saya masih suka kirim kartu ucapan dan kartu pos dari mana-manaaa…seneng aja koleksi dan ini tidak tergantikan dengan sms, email dan teman-temannya itu :D…

  3. Membuat kartu sendiri kemudian di kirimkan kepada sahabat tercinta..tentu terasa lain…apalagi hasil karya anak…selain mengajarkan kreatif sedari kecil tentu tak tergantikan oleh ucapan apapun…

    Keren idenya… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *