Waktu Yang Terus Berjalan

unusual wall clock design creative brilliant amazing funny clock watch
sumber gambar: funnyneel.com

Tahun yang baru esok kita jelang. Sebagian orang memilih bergembira, merayakan dengan  suka cita bahkan hingar bingar. Sebagian yang lain memilih menyambut tahun baru dalam hening introspeksi dan menyusun resolusi. Dan sebagian lagi memilih tak peduli tahun akan berganti atau tidak karena sepertinya semua akan sama saja seperti sebelumnya.

Waktu memang terus berjalan, tak peduli kita suka atau tidak. Sekali tempo kita akan bilang, begitu cepat waktu berlalu padahal belum melakukan ini, belum melakukan itu dst. Kadang merasa waktu begitu lambat berjalan ketika bosan dengan sesuatu.

Tak jarang pula kita merasa telah menjalani detik demi detik dengan penuh kesungguhan, berpeluh bahkan berlinang airmata sementara itu orang berkomentar, walaah, nggak tahu bayinya ternyata dah gede.

Padahal aku yang merawatnya, merasakan setiap detik pertumbuhannya. Aku selalu berada di dekatnya. Menjadi orang pertama yang datang kala dia butuh pertolongan. Aku tahu saat ia mulai merangkak, berdiri dan berjalan juga berlari. Semua berjalan seiring berjalannya waktu, tidak ujug-ujug gede.

Lima tahun yang lalu dengan penuh kemantapan hati, aku dan suamiku memutuskan untuk memberi Adik pada Mba. Ketika dinyatakan hamil, aku bahagia meskipun tak setakjub hamil pertama. Namun itu tak berarti bahagiaku saat itu lebih sedikit. Tidak demikian, ini lebih karena memiliki pengalaman sebelumnya.

Awal kehamilan tak jauh beda ketika mengandung Mba, ada mual walau tak sepanjang hari. Rasa lelah memang terasa lebih berat karena harus merawat dan menemani Mba yang aktif bergerak. Akhirnya 9 bulan yang panjang mampu terlewati juga.

Tepat saat adzan shubuh berkumandang, engkau menyapa dunia dengan tangisan pertamamu. Kamu tahu Nak, aku lega sekali, proses ini lebih mudah dari perkiraanku. Nggak cuma aku dan Ayahmu yang bahagia, Mba juga tersenyum takjub melihat tubuh mungilmu dibalut selimut.

Pertama kali memandangmu, aku langsung tahu kalau kamu mirip sekali dengan Ayahmu. Rambutmu lebat dan hitam, dagumu lancip, bibir tipismu merah merona. Aih Nak, gemes sekali aku kala itu hingga berkali-kali kucium dirimu.

Kamu tahu Nak, tidak selalu mudah membesarkanmu hingga seperti sekarang. Kala kamu sakit, itu saat yang membuatku sedih. Atau saat kau terluka, aku merasa tak baik-baik menjagamu. Kadang, tingkah anak-anakmu membuatku kesal tapi kau pandai sekali meluluhkan hatiku.

Kau akan sodorkan wajahmu dengan senyum manismu. Sungguh, ini selalu mampu membuatku tersenyum kembali. Meski kamu lincah dan cerewet kala di rumah, kau butuh waktu lebih lama agar bisa nyaman ketika berada di lingkungan baru.

Tak apalah Nak, kita semua memang membawa sifat yang berbeda. Tak perlu berkecil hati, aku akan membantumu melalui saat-saat yang tak selalu mudah buatmu.

posemu selalu nggemesin
posemu selalu nggemesin

Kamu selalu centil di depan kamera. Kamu juga suka menirukan Mba. Apapun yang dilakukan Mba kau ikuti hingga kadang Mba kesal karena kau ikuti setiap gerak-geriknya.

Kamu tahu Nak, aku memang bukan Ibu yang hebat apalagi sempurna. Kadang aku harus belajar dulu untuk bisa mengajarimu banyak hal. Sering, aku menunda jawaban untuk pertanyaan kritis yang kau ajukan. Nak, aku memang tak sepintar itu.

Kamu tahu Nak, yang aku miliki hanya cinta, yang akan menjadi pelita kehidupanmu. Kadang sulit untuk bisa memahamimu tapi percayalah aku terus berusaha untuk bisa paham tentang keinginanmu. Meskipun itu harus kulakukan sepanjang waktu.

Biarlah waktu yang terus berjalan menjadi saksi betapa aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Maaf, jika aku harus keras melarangmu, itu kulakukan agar Engkau taat pada Tuhan yang menciptakanmu.

 Selamat Ulangtahun Yang Ke  5 Zahira Al Faizah, Anakku

zahira ultah
28 desember 2013

 

 

4 Comment

  1. moga2 menjadi anak pintar, solehah, berguna bagi keluarga, negara, agama …amin 🙂

    1. Amin, terimakasih doanya Mas Adetruna

  2. Waktu kan
    selalu mencatat
    rasa cinta
    itu
    dari seorang ibu

    1. Betul Pak Akhmad, cinta yang tak bertepi..

Leave a Reply