Memandang Keseharian Indonesia

 

gambar: Pakde Cholik
gambar: Pakde Cholik

Judul Buku : Indonesia dari Balik Jendelaku

Penulis: Abdul Cholik

Penerbit: Sixmidad

Terbit: Oktober 2013

Jumlah Halaman: 154 hal

ISBN: 978-602-97964-9-0

Membuka jendela tidak hanya bisa menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik. Lebih dari itu, dari balik jendela kita bisa melepaskan pandangan sejauh yang kita bisa. Menangkap peristiwa yang terjadi lalu memaknainya.

Lalu apa yang terjadi jika yang membuka jendela adalah seorang blogger?.  Dari balik jendelanya, blogger sekaligus penulis buku ini melepas jauh pandangannya. Menangkap setiap peristiwa yang dilihat dan dirasakan dari balik jendelanya.

Semua hal itu kemudian dituangkannya dalam bentuk tulisan yang tidak hanya sarat makna namun juga bermanfaat bagi para pembacanya. Tulisan – tulisan ini merupakan gagasan yang lazim kita dengar namun penting untuk selalu diingat agar kita bisa menjadi manusia yang kaya hati.

Salah satu bab dibuku ini membahas mengenai Indonesia dan dinamika kehidupannya. Diawali dengan tema kemerdekaan bangsa ini. Indonesia telah merdeka puluhan tahun. Kemerdekaan yang dicapai dengan perjuangan yang panjang dan pengorbanan nyawa yang tak terhitung. Oleh karena itu, kemerdekaan sebagai rahmat Alloh ini harus dijaga dan dipertahankan mati-matian (hal. 2-4).

Ketergantungan Indonesia pada negara asing ternyata tak luput dari perhatian. Indonesia seharusnya bisa berdikari atau berdiri di kaki sendiri. Tidak boleh tergantung pada bantuan asing karena sesungguhnya bangsa Indonesia bukan bangsa tempe (hal.8-11).

Hiruk pikuk dunia kepemimpinan nasional juga berhasil dilihat dan membuahkan gagasan mengenai kriteria Presiden Indonesia untuk periode selanjutnya. Menarik untuk disimak bahwa penulis mengatakan jika Presiden mendatang haruslah cantik. Apa maknanya? Bisa disimak di hal. 17- 20.

Peristiwa keseharian yang sederhana mampu dibingkai dalam sudut pandang yang positif. Dalam kisah “Nasi Rawon Pembawa Lupa”, kita diingatkan untuk tidak lupa membayar setelah makan di warung. Jika memang kelupaan segeralah untuk kembali dan membayarnya. Mungkin besar uang tak seberapa Anda tapi bagi pedagang kecil tentu amat berarti (hal. 27-29).

Bagi Anda yang memiliki pembantu rumahtangga membaca bagian ini adalah penting untuk membuka cakrawala Anda tentang pentingnya peran pembantu rumahtangga dalam turut serta menyukseskan karier majikannya (hal. 38-45).

Selama ini kita sering mendengar tentang strereotip ibu tiri yang jahat pada anak tirinya. Faktanya tidak selalu demikian, ibu tiri ada juga yang baik dan sayang dengan anak tiri. Bahkan bisa hidup harmonis dengan mantan istri suaminya dalam kehidupan sehari-hari (hal. 51-60).

Televisi saat ini memang memiliki beragam acara dan menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan kita. Dari sudut pandang penulis, menonton televisi itu tidak sekedar melihat yang tampak dan terdengar namun harus mampu mengambil hikmah dari yang yang tak nampak oleh mata dan terdengar oleh telinga (hal. 77-82).

Kita mungkin kerap terganggu dengan kehadiran pedagang asongan yang mewarkan dagangan lampu merah. Namun ternyata, dalam pandangan penulis ini adalah hal yang patut disyukuri (hal. 83-86).

Bagi yang sedang mempersiapkan acara pernikahan, penulis memberikan panduan bagaimana mempersiapkan acara pernikahan hingga sedetil-detilnya. Semua disusun secara sistematis dan mudah diterapkan (hal.66-67).

Yang tak kalah pentingnya adalah tips untuk mewujudkan pernikahan yang sehat. Ada sembako pernikahan yang harus dipenuhi agar pernikahan bisa langgeng dan bahagia (hal. 87-93).

Bahasanya yang lugas dan sederhana membuat isi buku ini mudah dipahami oleh siapa saja. Kaya makna dan padat manfaat.  Tulisan-tulisan ini pernah diikutsertakan dalam Tantangan 30 hari Nonstop Ngeblog dan mendapat predikat sebagai blog paling menarik.

Dari buku kita belajar bagaimana sebaiknya kita menyikapi semua peristiwa yang terjadi dihadapan kita maupun menimpa kita dalam sudut pandang yang positif.  Seperti kata orang bijak, jika kita tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi maka ubahlah sudut pandangnya. Niscaya, kita akan melihat sisi lain dari peristiwa yang kita alami.

Membuka jendela ternyata tak hanya memberi udara segar namun juga membuka cakrawala kita.

6 Comment

  1. Terima kasih Jeng resensinya yang ciamik
    Kita bisa melihat dunia luar secara lebih jernih jika kita mampu menjernihkan hati kita juga
    Salam hangat dari Surabaya

    1. Sama-sama Pakde. terimakasih juga pelajarannya, agar mampu melihat segala sesuatu dengan lebih jernih. Salam hangat dari Karanganyar

  2. Pakdhe tulisannya selalu joss ya Mbak. Tak heran bila doi sering menang kontes di blogdetik dll. renyah dan kaya. 🙂

    1. Betul Om Belalang Cerewet, pengin ketularan iso nulis renyah dan kaya trus menang ngontes. Eh. kok ya gak ketularan-ketularan je..

  3. Buku karya Abdul Cholik ini memang bagus untuk menambah wawasan kita

    1. Yup..mengajak kita untuk selalu berpikir positif terhadap apapun yang ada dihadapan kita..

Leave a Reply