Resensi Novel Geek In High Heels, Koran Jakarta 10 Januari 2014

 photo geek_1.jpg
Judul Buku                  : Geek In High Heels

Penulis                         : OctaNH

Penerbit                       : Stiletto Book

Jumlah Halaman          : 205 halaman

Terbit                           : Cetakan I, Desember 2013

ISBN                           : 978-602-7572-20-1

Sebelum membaca novel ini, aku tuh belum tahu geek itu apa? qiqiqi. Rasa penasaran tentang apa itu geek, membuatku memutuskan membeli novel ini.

Pertama melihat novel ini, yang menarik itu covernya. Desainnya girly banget, dan paduan warna ungu dan hijau pupus itu cantik sekaligus menarik perhatian.

Novel ini tergolong novel chicklit, jenis novel yang bercerita tentang kehidupan wanita perkotaan, lajang dengan usia 20-30 tahunan. Umumnya sih novel chicklit membicarakan tentang karir, kehidupan cinta dan problema yang biasa dihadapi oleh wanita moderen.

Gaya bahasa novel chicklit itu renyah karena sederhana dengan diselingi humor-humor segar. Dijamin nggak membuat dahi berkerut untuk bisa memahami jalan ceritanya.

Tokoh utama novel ini adalah seorang geek. Geek itu seseorang yang tergila-gila pada komputer dan tetek bengeknya. Begitu kira-kira gambaran seorang geek. Dalam beberapa sumber dikatakan jika seorang geek itu kadang antisosial. Terlalu sering bergaul dengan benda mati kali ya.

Dalam hal penampilan geek biasanya old fashion. Berbeda dengan tokoh utama novel ini, Athaya seorang geek yang stylish. Dia selalu detil memperhatikan penampilannya dari ujung kaki hingga kepala. Athaya suka sekali memadankan high heels kesukaannya dengan warna cat kukunya. Bila perlu bereksperimen warna dengan mencampur beberapa warna.

 photo Untitled.png

Kehidupan cinta Athaya penuh liku. Sempat punya beberapa pacar tapi putus melulu hingga akhirnya dia betah melajang. Kondisi ini membuatnya selalu jadi bulan-bulanan ketika berkumpul dengan keluarga besarnya.

Pertanyaan kapan menikah? mana calonnya? sungguh membuat Athaya galau. Pilihan mengiklankan diri di blog pribadi bahkan dilakukannya. Adakah laki-laki yang tertarik dengan iklannya?. Dan Dapatkah Athaya menemukan cintanya?. Jawabannya ada diakhir cerita Geek In High Heels.

Resensi di Koran Jakarta kali ini, judulnya sih nggak direvisi tapi isinya ada yang dipotong, hehehe. Kapan-kapan aku publish di sini versi aslinya.

Bagi teman-teman yang berminat kirim resensi bisa kirim tulisan ke email redaksi@koran-jakarta.com, panjang tulisan 4000 karakter dengan spasi.

16 Comment

  1. Ceritanya mengena banget dengan apa yang dialami banyak wanita perkotaan, banyak hal yang membuat wanita perkotaan terlambat menikah walau usia sudah senja

    1. Betul Mas Budi, tuntutan hidup yang tinggi sepertinya membuat mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk kehidupan pribadinya..

  2. belum beli bukunya hehehe tapi pengen baca 🙂
    saya geek juga sih, agak susah bersosialisasi dan berkata-kata *halah hehehe

    1. Hehehe, setelah tahu geek itu apa, yang ada di kepala tuh eh itu sih Mak Shinta ya..qiqiqi. Nggak tahu deh Mak Shinta suka high heels apa nggak..

  3. Naah… saya juga jadi tahu apa itu Geek.. hehe.. trims mbak Ety, selamat yaa resensinya dimuat di media.. 🙂

    1. Sama-sama Mba Mectha..makasih ya..

  4. wah..selamat ya mbak.. resensinya sering tembus media euyy.. 🙂

    1. Makasih Mba Ofi..alhamdulilah

  5. Selamat ya mbaa, resensi novelnya nembus terus yaa mbak Ety 🙂

    1. Makasih Mba Putri..alhamdulilah

  6. penasaran pengen baca bukunya..
    iya kmaren saya baca resensinya di korjak.. keren! 🙂

    1. Makasih Mba Nathalia…menarik novelnya..

  7. Deni Kurniawan As'ari says: Reply

    Saya pun ingin membaca novel itu. Sepertinya menarik.

    1. Silahkan Mas Deni, langsung hunting ke toko buku..salam kenal

  8. Jago menulis resensi nich jeng Ety
    Pengin kirim naskah juga ke Koran Jakarta
    Spasi 1,5 ya Jeng
    terima kasih
    Salam hangat dari Surabaya

    1. Aih Pakde belum jago saya nih..iya pakde spasi 1,5..Sama-sama. salam dari Karanganyar

Leave a Reply