Kunjungan IIDN Solo ke Tiga Serangkai (TS)

tsHari telah semakin sore namun semangat untuk menimba ilmu dan pengalaman tetap menyala. Setelah berkunjung ke Pustaka Arafah maka rombongan IIDN Solo meluncur ke Penerbit Tiga Serangkai.

Bagi mba Srie Juli Rahmawati, kunjungan ke Tiga Serangkai itu reuni dengan kawan lama. Secara, beliau kan alumni TS gitu loh! kalau buatku, kunjungan ke TS adalah pengalaman pertama.

Nama Tiga Serangkai sebenarnya tak asing lagi buatku. Ketika mendengar Tiga Serangkai maka yang ada di otakku adalah buku-buku pelajaran. Mengapa? karena waktu SD buku pelajaran yang digunakan di sekolah adalah buku pelajaran terbitan Tiga Serangkai.

Hingga kini pun Tiga Serangkai masih konsisten menerbitkan buku-buku pelajaran. Buku pelajaran yang digunakan di sekolah anakku juga terbitan Tiga Serangkai. Jadi image Tiga Serangkai sebagai penerbit buku-buku pelajaran memang telah lekat.

Perkembangan dunia penerbitan yang dinamis  telah membuat Tiga Serangkai melebarkan sayap dengan menerbitkan buku-buku bertema umum.

stt ada yang lagi belanja buku
stt ada yang lagi belanja buku

Sesampainya di sana kami disambut oleh Mba Windri Astuti, Editor Buku Umum. Kami diajaknya mengunjungi ruang redaksi dan dikenalkan dengan beberapa punggawa Tiga Serangkai dari redaksi buku-buku bertema umum.

Wah, pengalaman seru nih bisa masuk ruang redaksi. Maklum ibu-ibu datang pastilah bawaannya heboh. Hehehe, ada yang sibuk jeprat-jepret sehingga membuat keki para staf yang merasa jadi seleb dadakan. Ada yang antusias bertanya bagaimana cara mengirim naskah dan naskah yang seperti apa sih yang bisa diterbitkan di TS.

di ruang redaksi
di ruang redaksi

Meskipun ngobrol sambil berdiri tapi nggak menyurutkan antisiasme ibu-ibu untuk bertanya tentang naskah-naskah yang dibutuhkan oleh Tiga Serangkai.

Puas melihat-lihat ruang redaksi buku umum kami semua diajak Mba Windri ke ruang pertemuan, katanya biar lebih enak ngobrolnya kalau sambil duduk. Di sini kami dikenalkan dengan editor buku anak-anak yaitu Mba Andarastuti.

di ruang pertemuan
di ruang pertemuan

Mba Andara menjelaskan jika ingin mengirim naskah anak-anak untuk picturial book itu dibutuhkan sekitar 32 halaman. Untuk picturial book, text harus dilengkapi ilustrasi. Nah, untuk kebutuhan ilustrator penulis picturial book tak perlu repot mencari sendiri karena pihak TS yang menyediakannya.

Secara umum sih cara mengirim outline bisa dengan hard copy via pos  ataupun soft copy via email. Jika berbentuk naskah utuh maka pihak TS menghendaki naskah dikirim dalam bentuk hardcopy, ya biar mudah gitu mengoreksinya. Kalau sampai beratus-ratus halaman, pusing juga kalau baca lewat layar monitor, hehehe.

Mba Windri juga menambahkan jika saat ini pihak TS juga menginginkan kerjasama dengan penulis dalam hal promo buku dan penjualan buku. Kerjasama seperti ini tentu bertujuan agar buku yang diterbitkan bisa terjual dengan baik bahkan syukur-syukur bisa jadi best seller.

Iya deh Mba Windri, kami paham kok persaingan dunia penerbitan makin ketat. Angka penjualan bagus tentu akan menguntungkan penerbit dan penulis jadi kerjasama yang apik diantara keduanya amat dibutuhkan.

Puas ngobrol-ngobrol kami pun diajak mengunjungi perpustakaan TS yang ada di lantai dua. Oh ternyata, TS punya perpustakaan to tapi sayangnya hanya ditujukan bagi karyawan, kami tidak diperkrnankan untuk meminjam. Tenang, tenang, tapi boleh kok kalau mau foto-foto di perpustakaan, hehehe, tetep, foto mah nggak boleh ketinggalan.

mejeng di perpustakaan ts
mejeng di perpustakaan ts

Seharian jalan-jalan seru dan bermanfaat harus disudahi nih. Tak lupa foto-foto lagi di depan kantor TS. Satu persatu kami pun pulang menuju rumah masing-masing. Saling berpamitan sambil berjanji kita harus ketemuan lagi nih! hehehe.

Akupun pulang ke rumah naik BST alias Batik Solo Trans, semacam busway nya Jakarta ataupun Trans Jogya gitu deh. Senang sekali bisa sampai ke rumah dengan membawa ilmu baru dan pengalaman baru. Sehari Bersama Indari Mastuti dan Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) Solo memang seru.

 

 

12 Comment

  1. senangnyaaaa dapat ilmu plus jalan – jalan ^^

    1. Alhamdulilah Mba Sari, nikmatnya berkomunitas..

  2. pengalamannya bikin ngiri….kapan ya saya bisa ke dapaur sebuah penerbit

    1. Semoga suatu hariMba Indari ke Bogor ya Mba Rina, bisa kopdar sekaligus berkunjung ke penerbit

  3. Penerbit tiga serangkai itu merupakan salah satu penerbit yang sudah cukup lama malang melintang …

    Ingatan saya sama dengan ingatan Mbak Ety, dulu buku pegangan pelajaran waktu saya SMA (bahkan SMP) beberapa merupakan terbitan dari Tiga Serangkai

    Salam saya Mbak Ety

    (12/2 : 14)

    1. Betul Om Nh,sudah berdiri sejak tahun 1958 dan eksis hingga saat ini. Saya tahu jika Tiga Serangkai tak hanya menerbitkan buku-buku pelajaran setelah punya anak karena mereka butuh bacaan dan ternyata beberapa buku anak terbitan TS bagus untuk mengenalkan nilai-nilai moral.

  4. Arinta Adiningtyas says: Reply

    ketagihan Mak…pengen kopdar lagi, hihi…

    1. Wakaka, sama dong Mba Arinta..apalagi ada yang baru tembus media tuh tulisannya. Sapaa ya? ngacung! traktir..traktir

  5. Huwaaa…aku juga pengin ke siniiii

    1. Hehehe, ayooo ke solo Mba Lies..

  6. Udah lamaaa banget pengen gabung sama IIDN tp mggak tau caranya

    1. Tenaaaaang Mak Ika Koentjoro, kutambahkan ya grup? nanti tinggal tunggu diapprove sama adminnya..

Leave a Reply