Suara Gong dari Dalam Goa

03302014(004)Pertama mendengar nama Goa Gong, hati saya bertanya, bener nih ada suara gong di dalam gua itu?. Hehehe, akhirnya nih dibuktikan dengan berkunjung langsung ke Goa Gong saat long weekend akhir Maret lalu.

Perginya rame-rame, bareng teman-teman kerja suami dan keluarganya. Ceritanya nih, perusahaan tempat suami kerja mengadakan rekreasi untuk karyawan dan keluarganya. Asyik banget, soalnya gratis dapat makan plus snack. Jadi, kami cukup bawa bekal cemilan buat anak-anak sama uang saku buat beli oleh-oleh.

Tujuan wisata  kami ke kota Pacitan, sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Timur. Ada dua objek yang kami kunjungi yaitu Goa Gong dan Pantai Teleng Ria.

Sebagai orang yang belum pernah menginjakkan kaki di Pacitan saya sempat blank. Pacitan itu di sebelah mananya Karanganyar? berapa lama perjalanannya?. Hahaha, ketahuan deh kalau nilai geografinya elek.

Ternyata dari kabupaten Karanganyar jaraknya nggak terlalu jauh, sekitar 3 jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Pacitan. Rutenya dimulai dari Karanganyar-Wonogiri-Pacitan. Jalanan didominasi dengan kelokan dan naik turun saat memasuki kota Wonogiri.

Bagi yang suka mabok, silakan bersiap diri dengan obat anti mabok. Beberapa kelokan akan mampu mengocok perut. Hadeeh, untung sebelum berangkat saya sudah minum obat anti mabok jadi selamatlah perjalanan saya dari situasi yang tidak menyenangkan.

Long weekend ternyata membuat bus kami nggak kebagian tempat parkir, rame banget. Sementara itu bus terpaksa parkir di jalan raya dan kami harus berjalan kurang lebih 1 km untuk sampai di gerbang Goa Gong.

Untuk menuju ke Goa Gong pengunjung berjalan kaki menyusuri tangga. Saya nggak sempat ngitung berapa jumlah tangganya,yang pasti sih sanggup membuat badan berkeringat sampai di mulut goa.

Di sepanjang tangga ada banyak pedagang yang berjualan aneka oleh-oleh khas Pacitan. Yang menarik perhatian saya adalah makanan yang dikemas dengan unik. Awalnya saya mengira itu semacam suvenir ternyata itu sale pisang oven. Pisang diiris tipis kemudian digulung dan dikemas dengan plastik dan ada juga yang dikemas dengan daun pisang kering (klaras).

maksa pasang foto meski nggak jelas
maksa pasang foto meski nggak jelas

Mendekati mulut goa, ada dua patung yang bisa dijadikan background untuk berfoto. Sayangnya,  kami nggak bisa tenang berfoto karena rame dengan pengunjung yang lalu lalang. Mau bagaimanapun angelnya tetep aja penuh dengan orang.

Suasana goa cukup gelap meskipun di sepanjang goa ada lampu, sebaiknya sih sewa saja senter supaya bisa leluasa menyusuri goa. Di dalam goa ternyata telah dibuatkan jembatan yang berfungsi sebagai jalan bagi para pengunjung menyusuri goa. Jumlah pengunjung yang rame telah membuat siapapun nggak puas menikmati keindahan stalagtit dan stalagmit Goa Gong.

Baru sejenak mau berfoto, pengunjung di belakang sudah antri mau lewat. Nekat berhenti lama, beresiko diteriakin pengunjung lain, qeqeqe.

Di salah satu sudut goa ada stalagmit yang mengeluarkan bunyi seperti gong jika dipukul, hmm makanya goa ini diberi nama Goa Gong. Semoga beruntung bisa berfoto di sini, soalnya harus antriiii.

Puas nggak puas kami harus segera keluar goa karena lebar jembatan yang nggak seberapa dengan padatnya pengunjung membuat kami nggak bisa berlama-lama di dalam sana. Ya, sudahlah, kapan-kapan pengin kesini lagi tapi jangan pas libur panjang ah.

ini diasale pisang yang unik itu
ini dia sale pisang yang unik itu

 

 

 

6 Comment

  1. sari widiarti says: Reply

    maaak aku sudah komen di sini kok hilang ya -____-
    lupa tadi mau komentar apa, coba deh Mak ke Goa Maharani, eh atau sudah ke Goa Maharani ya? 😀

    1. Mak Sari, aduuh komennya ngilang kemana ya? dah dicari dispam nggak ada juga…
      Wah, boleh tuh, kebetulan belum pernah ke Goa Maharani, btw nama goanya cakep bener Mak?

  2. sayang gak ke pantai klayar ya mbak 🙂

    1. Iya nih nyesel, padahal pantai klayar lebih bagus ya? kata yang pernah kesana.
      Pokoke kalo ke Pacitan lagi mau ke klayar ah..

  3. Wuihhh… Untung datengnya pas rame, coba kalo dateng sendiri tengah malem jumat kliwon sambil bawa sesajen trus cuma pake lilin, pasti deh aye ngibrit… wkwkwkwk

    1. Wakaka, bener-bener, aye juga bakal ngibrit..
      Bisaaa aja ye..

Leave a Reply