“Cinta Monumental Kita”

Doel,

Kau masih ingat Ramadhan kala itu?. Kau bilang ingin meminangku dan aku bilang tunggu dulu. Beri aku waktu, pintaku saat itu. Aku butuh menyakinkan diriku bahwa kaulah orangnya. Lelaki yang menjadi imamku, lelaki yang menjadi pintu surgaku.

Tak hanya itu, aku juga butuh bicara dengan orangtuaku karena aku butuh restunya, aku butuh nasehatnya, agar aku mantap berkata “Ya” kepadamu. Kau pun bisa segera menunaikan maksud hatimu.

Ternyata tak butuh waktu lama bagiku untuk mantap menerimamu. Kedua orangtuaku percaya dengan pilihanku. Mereka tidak rewel, mereka percaya padaku.

Namun tidak demikian dengan keluarga besarku, mereka menaruh curiga padamu. Mereka menganggap aku gegabah menerimamu padahal belum lama mengenalmu. Mereka kawatir aku sedang terkena tipu dayamu.

Doel,

Rupanya, kita memang ditakdirkan berjodoh. Kau benar-benar meminangku. Meski tak ada pesta untuk merayakan pernikahan kita namun aku bahagia. Bagiku, cukuplah para tetangga turut menyaksikan dan mendoakan kita.

Biarkan saja mereka yang meragukanmu, yang penting bagiku adalah niatmu untuk menjadi nahkoda kapal ini. Kau bersedia membawaku mengarungi samudera kehidupan.

Kau berjanji akan selalu menjagaku seperti kau menjaga dirimu. Bagimu, aku ini separuh nyawamu, begitu janjimu pada Bapak saat menyerahkan diriku padamu.

Kini hampir 10 tahun kita bersama. Melalui terjangan ombak silih berganti bahkan bertahan dalam badai. Aku tahu, bagiku kau bukanlah manusia sempurna dan akupun demikian adanya. Aku merasa, kita ini saling melengkapi.

Doel,

Aku merasa nyaman bersamamu. Kau selalu membuatku menjadi perempuan hebat dimatamu. Caramu memperlakukanku membuatku merasa disayangi sepenuh hati dan dilindungi oleh segenap jiwamu.

Kau adalah lelaki yang tahu betul kekuranganku namun kau tetap bersedia bertahan bersamaku. Kau bilang tak perlu mengingat kekuranganku, kau hanya ingin mengingat kelebihanku.

Kau juga senantiasa mengingat perjuanganku saat melahirkan anak-anak. Katamu, jika ingat hal itu kau tak pernah ingin jauh dariku. Katamu, cukuplah aku menjadi satu-satunya perempuan di hatimu.

Ah, kau membuatku melambung.

Doel,

Kau tahu, di luar sana ada setan yang senantiasa menggoda kita. Setan itu sepertinya tak suka jika kita terus bersama. Katamu, tak penting apa yang menggoda kita di luar sana. Yang penting itu apa yang ada di dalam sini yaitu cinta kita, katamu sambil menujuk dadamu.

Kita rawat saja apa yang sudah kita miliki. Pupuk ia dan siangi setiap saat agar tumbuh semakin mekar. Kita buat setan itu putus asa, katamu tak kawatir.

Doel,

Kau tahu, aku senang sekali saat melihatmu bersama anak-anak. Kau bisa bercanda, bermain dan bertingkah lucu untuk membuat mereka tertawa. Aku suka itu, suka sekali.

Kau tahu, anak-anak selalu merindukanmu. Selalu menanti kehadiranmu di sisi mereka. Ketika mereka mimpi buruk dalam tidurnya, mereka selalu mencarimu. Mereka bilang ingin tidur bersamamu.

Ternyata tak hanya aku yang merasa kau lindungi, anak-anakpun merasa aman bersamamu ketika dilanda rasa takut.

Doel,

Aku ingin cinta kita menjadi cinta monumental. Kekal sepanjang masa dan manis untuk kita kenang senantiasa.

Aku hanya ingin dirimu dan kau hanya mau diriku. Kita hanya perlu senantiasa menjaga apa yang kita punya seperti katamu seraya memohon pada Yang Kuasa agar takdir jodoh kita selamanya.

Doel,

Kau mencintaku dan aku mencintaimu. Kita berdua mencintai anak-anak kita. Mereka itu adalah bukti cinta monumental kita. Mari kita jaga, kita sayangi dan kita antar mereka ke gerbang kehidupan.

Doel,

Terimakasih untuk 10 tahun kebersamaan kita yang penuh warna.

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS”

 

20 thoughts on ““Cinta Monumental Kita”

  1. Alhamdulillah – Wasyukurillah … 10 tahun bukanlah waktu yang pendek dan juga waktu yang panjang – Selamat berjuang , mengayuh biduk cinta mu bersama keluarga tercinta. Amin..

    1. Alhamdulilah pak Soeman Jaya…betul, kami harus terus berjuang karena rintangannya tak sedikit..Amin,s emoga Alloh mengabulkan cita-cita kami dan memudahkan segala urusan. Terimakasih kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *