Workshop Nasional Menulis Novel By SMILE

dok.pri
dok.pri

Beberapa hari yang lalu saya membaca novel berjudul “By Your Side”. Novel ini merupakan debut pertama seorang kawan yang saya kenal lewat Facebook. Beberapa bulan sebelumnya, saya juga pernah membaca novel pertama debutan Mba Octa yang  berjudul “Geek In High Heels”. Saya tertarik tak hanya pada novelnya namun juga pada proses kreatifnya.

Ceritanya saya kepo, hehehe. Alasannya, saya juga pengin banget bisa nulis novel. Maunya sih, novel pertama minimal seperti kedua novel tadi. Mimpi dulu nggak papa kan! semoga ini jadi awal yang baik untuk ke arah sana.

Sejujurnya sampai sekarang belum ada satupun karya non fiksi berhasil saya buat. Kendalanya ada saja, kadang ada ide, eh giliran mau nulis malah bingung mau mulai darimana. Disisi lain, saya mengakui kalau masih miskin ilmu tentang menulis fiksi. Bukannya nggak mau belajar tapi selama ini baca teori doang tanpa dipraktekkan, alhasil ya nggak bisa-bisa deh.

Sampai akhirnya saya menemukan banner tentang Workshop Nasional Menulis Novel yang diadakan oleh SMILE (Sekolah Menulis Indiva Lejitkan Elanmu). Melihat pembicaranya yaitu Mba Shinta Yudisia dan Mba Mell Shaliha, saya yakin pasti akan banyak ilmu bisa digali.

Workshop yang bertempat di Gedung Seminar NHIC UNS ini mengangkat tema “Kiat Menulis Novel Best Seller”. Tema yang yummy yah, siapa sih yang nggak pengin novelnya laris manis. Pastinya semua novelis juga pengin.

Pembicara pertama adalah Mba Mell Shaliha. Beliau itu mantan TKW Hongkong yang sukses menulis beberapa novel diantaranya Xie Xie Ni De Ai, Love Direction, dan yang terbaru adalah The Dream In Taipe City.

Mba Mell menuturkan modal utama seorang penulis adalah membaca. Semakin banyak buku yang dibaca akan semakin banyak pula yang bisa ditulis. Beliau memang sudah hobi membaca dari kecil walaupun dengan meminjam saja.

Dalam menulis novel, ide yang unik menjadi modal yang bagus sebuah novel. Penerbit juga biasanya lebih tertarik dengan ide cerita yang unik (bukan ide itu lagi itu lagi). Ide bisa didapat darimana saja, bisa dari buku maupun dari peristiwa keseharian disekitar kita.

Mba Mell juga bercerita mengenai proses kreatif novelnya. Beliau adalah salah satu novelis yang tidak memakai metode outline dalam menulis. Beliau menggunakan semacam kepingan cerita di masing-masing bab yang ditulis dengan kalimat pendek saja.

Selain ide, tokoh adalah elemen penting dalam novel. Dalam memilih tokoh untuk novelnya, Mba Mell suka menonton film drama Korea, dari sinilah tokoh-tokoh novelnya berasal. Jika sudah menemukan tokoh yang diinginkan maka dengan mudah Mba Mell bisa mendapatkan feel dalam menulis ceritanya.

Sedangkan untuk setting, Mba Mell biasanya pergi ke suatu tempat dan mencatat dengan detil apa yang ada di tempat itu. Jika merasa cocok dengan cerita yang akan ditulis maka setting itu akan digunakan.

Pada sesi kedua, Mba Shinta Yudisia novelis yang baru saja merilis novel terbarunya yang berjudul “Rinai” menuturkan bahwa selama ini beliau termasuk novelis yang memakai metode outline dalam menulis. Baginya, ini lebih memudahkan dalam menulis dan membuat benang merah cerita serta menghindari ceritanya ngelantur kemana-mana.

Mba Shinta juga menyinggung soal pentingnya riset dalam menulis novel supaya cerita yang ditulis itu ada logikanya dan karakter maupun settingnya kuat. Dalam riset kita akan memperoleh banyak data namun tidak semua data bisa dipakai. Kita harus memilih data mana yang dibutuhkan dalam cerita. Nah, menurut beliau dalam memilih data ini memang diperlukan intuisi.

 

bersama  Shinta Yudisia dok.pribadi
bersama Shinta Yudisia
dok.pribadi

Disesi terakhir, peserta diberi tugas untuk membuat outline novel dalam waktu 45 menit. Wah, ini sesi paling seru sampai kening saya berkerut-kerut. Outlinenya terdiri dari judul, ide cerita, rencana halaman, rencana cerita per bab, tokoh, dan setting.

Asyiknya nih, peserta diberi kesempatan outline dinilai langsung oleh pembicara dan diberi masukan agar menjadi lebih baik lagi. Terimakasih banyak nih buat para pembicara yang sudah berbagi ilmu menulis novel dan juga pada tim Indiva yang memberi kesempatan emas ini.

 

6 Comment

  1. informasinya keren mbak.. berguna bagi bloger yang berkeinginan mjd novelis juga.. note juga buat saya 🙂

    1. Alhamdulilah jika bermanfaat. Semoga bisa segera menulis novel ya Mba Helni

  2. Menulis novel remaja salah satu my goal tahun ini mba, moga bisa tercapai, baca ini jadi makin semangat..makasih yaa

    1. Senaaang lihat yang semangat seperti Mba Dedew..wah bakal makin produktif nih..semoga sukses ya.

  3. Alhamdulillah,senang juga bisa bertemu dengan mbak Ety..emoga pertemuan kita kmrn bermanfaat yaa dan smg ada waktu lagi buat kopdar nanti, selamat menulis dan jangan pernah menyerah 🙂

    1. Saya juga senang bisa bertemu dan mendapat ilmu dari Mba Mell.
      Amin, semoga diberi kesempatan lagi..

Leave a Reply