Memulai Bisnis Startup, Coba Tips Ini!

dok: Andreas Christiadi
dok: Andreas Christiadi

Dunia internet di Indonesia berkembang pesat. Perkembangan ini membuka peluang bisnis baru. Salah satunya adalah bisnis Startup. Awalnya, Startup didefinisikan sebagai perusahaan yang belum lama berdiri dan masih dalam tahap pengembangan. Selanjutnya Startup dilekatkan kepada perusahaan yang berhubungan dengan dunia teknologi informasi. Contoh bisnis Startup antara lain portal berita, toko online dan penyedia aplikasi digital.

Menurut data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) disebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 71,19 Juta orang. Angka ini diprediksi akan terus naik seiring semakin banyaknya masyarakat yang melek internet. Pengguna internet yang terus bertambah merupakan lahan uang bagi bisnis Startup.

Disisi lain, tumbuhnya pendapatan masyarakat berefek pada kemampuan daya belinya. Alasan ini telah membuat bisnis Startup berkembang pesat. Saat ini terdapat sekitar 1500 bisnis Startup lokal di Indonesia. Diyakini, jumlah ini akan terus naik.

Salah satu pelaku bisnis Startup yang terbilang sukses yaitu Andreas Christiadi. Pria bertubuh atletis ini, berhasil mengelola sebuah portal berita Talkmen.com. Sebuah portal yang pada awalnya menyajikan berita-berita umum. Melalui tangan dinginnya Talkmen.com berubah menjadi portal berita yang menyajikan gaya hidup pria urban yang memiliki traffic tinggi.

Sukses tak lantas membuat pria penyuka fitnes ini jumawa. Andreas tak pelit berbagi ilmu tentang seluk beluk dunia bisnis Startup. Kali ini Andreas membagi tips bagaimana memulai bisnis Startup. Menurut pria lulusan Monash College Melbourne, seseorang yang ingin memulai bisnis Startup harus punya 3 modal.

Pertama adalah mental yang tangguh. Menjadi pebisnis, apalagi pada masa awal merintis sebuah bisnis akan mengalami banyak kendala. Agar bisa bertahan dan sukses, mental survivor itu mutlak. Tak peduli seberapa besar tantangannya atau berapa kali mengalami kegagalan, mental survivor akan mampu menlewatinya.

Kedua, seorang pebisnis itu harus memiliki sense of urgency. Dalam bisnis, pebisnis tak hanya dihadapkan pada kendala namun juga peluang. Banyak peluang didepan mata memang menggiurkan namun tak selalu berujung baik. Diperlukan kepekaan dalam membaca peluang. Sebaiknya tetap fokus pada tujuan awal.

Terakhir, seorang pebisnis harus memiliki rencana keuangan. Pada awal bisnis, pemasukan yang diperoleh belum stabil. Ada masanya bahkan bisa tak ada pemasukan sama sekali. Pebisnis harus memperhitungan dengan detil hal tersebut. Dana cadangan harus disiapkan. Jangan kaget jika tabungan akan terkuras bahkan habis. Pebisnis harus pandai mengatur pengeluaran. Hemat, menjadi cara yang bisa ditempuh.

Sebelum mengelola Talkmen.com, Andreas telah memiliki karier cemerlang di dunia digital advertising. Pria penyuka diving ini pernah bekerja di Sunway Lagoon. Ia pernah menjadi International Sales & Marketing Manager Waltz Technologi Ltd, yang berpusat di Beijing. Andreas juga sukses sebagai Account Manager Ogivlyone Worlwide. Terakhir, dipercaya menjadi Head Division Of Media Systech Group dan dipercaya mengelola Talkmen.com.

Seolah belum puas dengan pencapaiannya, pria penyuka makanan pedas ini masih memiliki obsesi lain. Andreas ingin menyebarluaskan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya dengan menjadi mentor bisnis Startup. Ia menyadari betul peran penting seorang mentor dalam membangun bisnis.

Jadi, jangan ragu untuk memulai bisnis Startup karena ada peluang besar bisa digarap. Tips dari Andreas Christiadi bisa jadi rujukan bagi Anda yang berminat terjun ke dunia bisnis Startup.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *