Cinta Emak Untuk Indonesia

Indonesia adalah nama yang Saya kenal pertamakali saat duduk di bangku TK. Bu Guru mengatakan bahwa Bendera Merah Putih itu adalah bendera negara kita yaitu Indonesia. Ini awal pemahamanku tentang negeri yang udaranya saya hirup dengan bebas hingga saat ini. Negeri yang tanahnya Saya pijak hingga detik ini. Negeri tempat saya bertumbuh. Jaman sekolah dulu, Saya pikir jika rajin mengikuti upacara bendera setiap hari senin atau setiap tanggal 17 Agustus, serta bisa hapal lagu wajib nasional maka Saya ini orang yang cinta tanah air. Ternyata, yang  Saya lakukan itu belum cukup untuk membuktikan kecintaan Saya terhadap tanah air.

Para pejuang kemerdekaan baik yang makamkan di Taman Makam Pahlawan maupun tak diketahui namanya, telah membuktikan kecintaannya pada Indonesia dengan berjuang bertaruh nyawa merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Sementara itu para pengisi kemerdekaan adalah mereka yang berjuang memajukan Indonesia diberbagai bidang.

Para guru, dokter, insinyur, pegawai negeri, pengusaha, karyawan swasta dan lain-lain. Jika mereka bekerja dengan jujur, tidak korupsi, tidak curang maka mereka juga telah membuktikan kecintaannya pada Indonesia. Lalu bagaimana dengan Saya?.  Saya seorang emak, sehari-hari pekerjaan Saya ya  mengurus keluarga dan mengurus rumah.

Jika mereka yang berada di sektor publik telah membuktikan kecintaannya pada Indonesia melalui hasil kerjanya. Bagaimana dengan Saya yang sehari-hari berkutat dengan dunia domestik. Saya harus merenung cukup lama. Benarkah seorang Emak seperti Saya bisa dikatakan mencintai Indonesia?.

Lalu Saya memandangi anak-anak yang sedang tidur pulas. Wajah polos mereka menggugah kesadaran Saya akan banyak hal. Indonesia memiliki banyak cerdik pandai yang bisa membuat bangsa maju dan sejajar dengan bangsa lain di dunia. Disaat yang sama Indonesia juga mengalami persoalan yang bersumber pada moral masyarakatnya.

Sebut saja korupsi, yang membuat pembangunan ekonomi menjadi tidak merata. Anggaran yang seharusnya bisa diperuntukan bagi kepentingan umum, ternyata dinikmati oleh segelintir orang yang curang. Disisi lain persoalan kekerasan baik fisik maupun verbal semakin menjadi-jadi.

Yang memprihatinkan, mereka para kaum terdidik juga terlibat didalamnya. Kita bisa lihat dalam Pemilu kali ini. Perang kata-kata melalui media sosial sangat panas. Berangkat dari kenyataan ini, Saya sebagai Emak dua orang putri mencintai Indonesia melalui keluarga. Saya berusaha mendidik anak-anak dengan baik. membekali mereka dengan pengetahuan dan membimbing mereka untuk bisa memiliki sikap yang baik dan mandiri.

Harapannya, anak-anak Saya akan tumbuh menjadi anak-anak mandiri dan memiliki sikap yang baik sehingga mampu berkontribusi dalam membangun Indonesia. Ketika anak-anak Saya mampu bersikap baik maka mereka tidak akan jadi beban buruk bagi Indonesia. Anak-anak Saya kenalkan dengan beragam budaya yang ada di Indonesia melalui tarian dan pakaian adat.

Pada beberapa kesempatan mereka berhasil membawakan beberapa tarian tradisional Indonesia. Sebagai Emak yang tidak pandai memasak, Saya selalu berusaha memasak setiap hari. Saya mencintai kekayaan kuliner Indonesia dengan memasaknya.

Dengan cara ini, Saya berharap bisa turut melestarikan kekayaan kuliner yang dimiliki Indonesia. Tak hanya memasak kuliner dari daerah asal Saya. Kuliner dari daerah lain seperti Palembang, Jogya, Kudus, Makasar, Surabaya, Padang, Maluku pernah Saya sajikan untuk keluarga tercinta.

Melalui event lima tahunan yang akan diselenggarakan tanggal 9 Juli nanti, Saya juga akan menggunakan hak pilih dengan baik. Saya akan datang ke TPS dan memilih salah satu calon Presiden seperti pemilu sebelumnya. Saya akan memilih secara benar sehingga suara Saya sah. Ini bukti cinta Saya untuk Indonesia.

Selain sebagai emak, Saya juga seorang blogger. Saya mencintai Indonesia melalui menulis. Menyebarkan semangat dan informasi yang positif untuk Indonesia. Saya berusaha untuk tidak menebarkan kebencian melalui tulisan-tulisan Saya. Kecintaan pada Indonesia adalah alasannya.

Tidak banyak memang yang bisa Saya lakukan untuk mencintai Indonesia. Bukankah, Indonesia menjadi besar karena peran-peran kecil dari setiap warga negaranya?. Ini adalah peran kecil Saya sebagai seorang Emak dan Emak Blogger untuk Indonesia.

 Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan : Aku Dan Indonesia

14 thoughts on “Cinta Emak Untuk Indonesia

  1. jadi kangen masakan berbuka puasa buatan ibu di rumah ^^
    ibu2 itu tulang punggung bagi terciptanya kualitas SDM indonesia yg lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *