Peluang Perempuan Di Bisnis StartUp

dok: Andreas Christiadi
dok: Andreas Christiadi

Jumlah penduduk Indonesia yang besar. Ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil merupakan peluang besar bagi bisnis startup untuk terus berkembang. Lalu bagaimanakah peluang perempuan di bisnis startup?. Andreas Christiadi, dari Talkmen.com membagi pandangannya tentang peluang dan bagaimana agar perempuan bisa terjun di bisnis startup.

Menurut Andreas Christiadi yang akrab disapa Deaz, mengatakan jika Indonesia akan menjadi salah satu pusat bisnis Asia bahkan dunia. Ini tentu peluang bagi dunia bisnis di Indonesia termasuk bisnis startup. Ketika disinggung soal peluang perempuan di bisnis startup Deaz mengatakan jika peluangnya besar, sama besarnya dengan peluang yang dimiliki laki-laki.

Deaz menambahkan jika pasar bisnis startup yang menargetkan pasar perempuan itu besar sekali. Ini tentu berita bahagia buat perempuan yang ingin terjun ke bisnis startup. Siapa lagi yang bisa mengerti dunia perempuan jika bukan para perempuan sendiri. Dunia perempuan itu lahan basah bagi bisnis startup. Bidang-bidang yang digarap amat banyak, ada fashion, kesehatan, gaya hidup, keluarga, kehidupan pernikahan, hobi dan lain-lain.

Sudah ada contoh beberapa perempuan yang berhasil eksis dengan bisnis startupnya. Sebut saja Dian Mulyadi pemilik Fimela.com dan juga Selina Limman pemilik dari Urbanesia. Kenyang pengalaman dalam mengelola Talkmen.com tak membuat Deaz pelit berbagi ilmu. Nah, bagi perempuan yang berminat menekuni bisnis startup, bisa menyimak tips yang diberikan Deaz.

Deaz menggambarkan, menjalani bisnis startup diibaratkan seperti mengarungi lautan penuh badai. Bisa saja kapal yang kita bawa akan terhempas oleh ombak berkali-kali. Agar bisa bertahan, kapal harus dinahkodai oleh seseorang yang tangguh dan berpengalaman. Begitupun di bisnis startup, experience dan perseverence atau pengalaman dan ketahanan dibutuhkan agar bisnis bisa sukses.

Pengalaman tentu bisa didapat dengan terjun langsung dibisnis startup. Tak masalah jika mengalami kegagalan. Gagal memberi kesempatan bagi pebisnis startup untuk belajar lagi. Lebih dari itu kegagalan yang dialami akan menempa mental seorang pebisnis menjadi kuat. Agar bisa tetap bertahan diantara kegagalan adalah tetap fokus pada tujuan dan peluang.

Lelaki brewokan ini menambahkan, dalam bisnis dibutuhkan seorang mentor. Jika mengalami persoalan dan menemui kegagalan peran mentor dibutuhkan untuk memberi suntikan semangat dan saran. Kuncinya, diskusi dengan mentor, terus belajar dan terus mengembangkan diri.

Ketika ditanya, apakah seorang perempuan itu harus memahami dunia IT secara detil untuk bisa berkecimpung dibisnis startup, Deaz menjawab, tidak harus karena tergantung bidang apa yang ingin dijalani. Kalau itu berhubungan dengan online media atau digital secara general, paham tentang IT itu membantu.

Nah perempuan Indonesia, siapkah menjemput peluang?.

 

Leave a Reply