Yang Hilang Di Stasiun Madiun

Sejak tinggal di Karanganyar, sering bolak-balik Solo-Surabaya naik kereta ekonomi. Ketika berhenti sejenak di Stasiun Madiun, ada yang Saya cari dan nikmati. Namun, sejak pedagang asongan di stasiun dan di kereta api ditertibkan, sesuatu itu hilang. Setiap kali berhenti di Stasiun Madiun, Saya melempar pandangan, tak lagi ada dia di sana. Naik kereta api ekonomi? bukannya nggak nyaman ya?. Banyak asongan, toilet kotor, penumpang berdesak-desakan, belum lagi jadwal keberangkatan yang sering pakai banget, molor melulu. Hm, itu dulu.

Sekarang naik kereta api meskipun cuma kelas ekonomi untuk rute jarak jauh, pakai AC lho. Tak hanya itu, kenyamanan bisa dirasakan dengan jumlah penumpang yang sesuai dengan tempat duduk. Nggak ada lagi tuh penumpang berdiri atau duduk lesehan. Semua bisa duduk manis kecuali memang yang sengaja pengin duduk di lantai,hehehe.

Toiletnya gimana? sekarang toilet di kereta itu bersih. Ada petugas yang siap bertugas membersihkannya sepanjang perjalanan. Oh, ya sekarang juga lebih tertib karena nggak ada lagi asongan yang lalu lalang di dalam kereta. Jika butuh makan dan minum, pihak KAI telah menyediakan petugas yang siap melayani kebutuhan kita.

Dibalik semua kenyamanan yang Saya nikmati sebagai penumpang kereta api. Ada yang Saya rindukan di Stasiun Madiun, yaitu pecel Madiun. Dulu, banyak penjual sego pecel di sini. Sejak ada larangan berjualan bagi asongan, maka Saya tak lagi bisa menikmati pecel Madiun yang asli.

Maunya sih, pedagang pecel dikasih tempat gitu di Stasiun Madiun, untuk bisa berjualan. Pecel Madiun kan kondang banget nikmatnya. Nggak salah kan jadi ikon Madiun dan hadir di stasiun. Banyak lho penumpang kereta api yang merindukan pecel Madiun ini.

Mudik Lebaran kemarin seorang Bapak harus menelan kekecewaan karen tak bisa lagi menikmati pecel Madiun di Stasiun.

“Biasanya banyak ya, yang jual pecel, ini kok nggak ada sama sekali,” tuturnya heran.

“Iya Pak, sekarang asongan nggak boleh jualan di sini,” seru penumpang lain.

Tidak bermaksud menggugat kebijakan PT KAI yang berusaha membuat penumpang merasa nyaman. Saya sebagai penumpang suka dengan pelayanan PT KAI sekarang.

Hanya usul Saya seperti di atas. Sepenglihatan Saya di Stasiun Lempuyangan, ada los yang disediakan para penjual nasi dan makanan kecil berjualan. Asal diatur secara ketat, pedagang asongan bisa berjualan secara tertib.

2 Comment

  1. Emang pecel madiun paling TOP Mak. Saya kalau lagi pulkam ke Madiun, dari sarapan, makan siang, makan malam, sampai makan tengah malam menunya nasi pecel. Nggak bosen-bosen 😉

    1. Hahaha, hadew..Mba Indah mah penggemar berat sego pecel Madiun nih..
      Pasti, marem makan sego pecel ya kalau pulkam

Leave a Reply