Dunia 2 Mama Yang Kaya Rasa

Jika ada hal yang mampu mengubah kehidupan seorang perempuan maka jawabannya adalah menjadi mama. Perempuan yang tadinya cuek sama anak kecil setelah menjadi mama, dia berubah menjadi manusia paling care sama anaknya.

Yang dulunya nggak ngerti soal merawat anak, tiba-tiba jadi suka baca majalah/tabloid parenting. Yang tadinya nggak bisa masak, setelah jadi mama bela-belain masak buat anaknya demi mendapat makanan sehat dan masih banyak perubahan lainnya.

Membaca buku @Mommylicious_ID itu seperti menyelami kehidupan mama pada umumnya. Cerita dalam buku ini memang milik Murtiyarini (Arin) dan Rina Susanti (Rina), keduanya adalah blogger parenting namun mama-mama di luar sana juga mengalami kejadian serupa meskipun tak sama persis.

Lihat saja bagaimana kehebohan menjadi mama baru. Dari mulai pengalaman pertama menjadi mama, perjuangan memberikan ASI untuk buah hati hingga baby blues mewarnai kehidupan mereka. Bahkan setelah memiliki pengalaman anak pertama tak lantas ketika memiliki anak kedua dan ketiga bisa berjalan tanpa kendala.

Kakak yang cemburu dengan adiknya yang baru lahir menjadi kendala Mama Rina. Awalnya, semua masih belum bisa seimbang. Perhatian Mama Rina banyak tercurah untuk Khalif. Mama Rina pun menyadari bahwa kecemburuan kakak karena ada jatah waktu berdua yang terkurangi. Manajemen waktu menjadi kunci menyelesaikan kendala.

Mengikuti ritme hidup Mama Arin sungguh membuat Saya takjub. Setiap pagi selalu disibukkan dengan aktifitas menyiapkan keperluan Cinta berangkat sekolah, sarapan, menyiapkan Asa untuk ke daycare. Selain itu Mama Arin juga harus menyiapkan diri berangkat ke kantor.

Di kantor Mama Arin harus konsentrasi bekerja. Sore hari pulang ke rumah kembali disibukkan dengan urusan beres-beres rumah dan memasak. Malam hari masih sempat aktif menulis. Nggak ada capeknya ya Mama Arin?.

Fase tumbuh kembang anak tak hanya melulu soal keterampilan anak yang semakin bertambah. Ini juga soal proses yang menguji kesabaran orangtua. Mama Arin mengalami masa dimana Asa sulit sekali ditinggal meski hanya sebentar dan masih dalam jangkauan penglihatan.

Dalam cerita Jeritan – Jeritan Asa, Mama Arin unjuk kebolehan berakrobat lho!. Mau tahu seperti apa? baca sendiri ya!. Cerita ini seperti yang Saya alami pada Zahira. Kemanapun Saya pergi Zahira akan mengikuti. Masak pun biasa dilakukan sambil mengendongnya.

Tapi, benar kata Mama Arin, keributan-keributan kecil itu tak akan selamanya ada. Anak-anak tumbuh dan berkembang dengan cepat. Jadi, nikmati saja.

Menjadi Mama yang juga bekerja di luar rumah sungguh tak mudah. Perlu komitmen diri yang kuat dan kerjasama dari suami maupun assisten. Jika akhirnya Mama Rina memutuskan berhenti bekerja semua dilakukan dengan penuh kesadaran akan konsekuensinya.

Masih banyak cerita-cerita lainnya seperti hobi mama dan persahabatan. Buku ini memberi wawasan mengasuh anak dan menjadi mama yang bahagia.

Gaya bertutur dalam buku ini mengalir ringan, tak ada kesan menggurui apalagi menghakimi. Mama Arin dan Mama Rina memberi contoh positif bahwa menjadi Mama baik mama bekerja atau bukan tak perlu saling merendahkan.

Semua mama mencintai anak-anaknya. Jika jalan yang dipilih berbeda bukan berarti salah satu dari mereka tak bisa menjadi mama yang baik. Mama bekerja atau bukan sama-sama memiliki kesempatan menjadi mama yang baik.

Membaca buku @Mommylicious_ID itu menikmati dunia mama yang kaya rasa, seperti bahagia, sedih, panik, takut, sayang, gemes bahkan marah.

Judul Buku                  : @Mommylicious_ID

Penulis                          : Murtiyarini dan Rina Susanti

Penerbit                       : Bhuana Ilmu Populer

Jumlah Halaman    :173 hal

ISBN  10                      : 602-249-680-2

ISBN 13                      : 978-602-249-680-9

8 Comment

  1. Wah, recommended nih 🙂

    1. Betul Mak Cara, ini buku rekomended banget buat yang mau jadi mama atau yang sudah jadi mama tapi sedang galau dengan kondisinya.
      Mereka nggak sendirian kok, kedua mama hebat tadi mengalami apa yang mama-mama lain alami dan survive.

  2. Terimakasih reviewnya..jadi penyemangat menulis berikutnya

    1. Sama-sama Mba Arin, guruku..
      Ditunggu deh buku berikutnya. Semoga muridmu ini bisa mengikuti jejakmu

  3. Widiiiih, mak Arin kereeen euy! Bikin buku! Ini jadi trigger buat emak2 KEB lainnya *self talk* Congrats ya mak…

    1. Setuju Mak Nurul…Mak Arin dan Mak Rina memang emak jagoan

  4. Wuuihh seru nih kayanya ^-^

    1. Seruuuu benar.. Mak Muna

Leave a Reply