Cinta Akankah Sanggup Menunggu?

Judul Buku                  : By Your Side

Penulis                         : Bulan Nosarios

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman          : 296 halaman

Terbit                           : Cetakan I, Mei 2014

ISBN                           : 978-602-03-0451-9

Menunggu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Saat menunggu, kita seperti berada dalam ketidakpastian. Ya atau tidak, menjadi sesuatu yang samar-samar. Apalagi jika itu menunggu cinta.

Hm, perasaan tak menentu, merasa dalam ketidakpastian selalu menghantui. Kondisi inilah yang dialami oleh Ergha. Cintanya pada Kania, seolah bertepuk sebelah tangan. Tapi, Ergha tak kuasa menghapus rasa itu dalam hatinya meskipun Kania tak kunjung menyambut debar hatinya.

Ergha bertekad, akan menunggu Kania sampai kapanpun. Akankah cintanya sanggup menunggu lama?. Atau justru Ergha bertemu dengan cinta yang lain?

****

Novel “By Your Side” merupakan salah satu finalis lomba penulisan novel dan merupakan debut pertama penulisnya. Sebagai debut pertama novel ini menarik.

Kalau melihat tema yang diangkat sebetulnya sudah biasa yaitu soal cinta. Ceritanya tentu seputar tokoh utama yaitu Ergha dan Kania. Ergha yang memendam rasa cinta kepada Kania. Sementara Kania tak jua memahami isyarat yang ditunjukkan Ergha. Kisah seperti ini sebetulnya telah banyak diangkat. Namun, bagi saya novel ini menarik.

Dimana letak menariknya?. Pertama adalah setting, penulis mampu mendeskripsikan secara detil setiap peristiwa maupun tempat yang ada dalam cerita. Sebagai pembaca Saya terbawa pada suasana dan tempat dalam cerita.

Setelah melepas sarung tangan karet dan membuangnya ke tong khusus,Kania mengambil clipboard dari seorang perawat dan menandatanganinya. Di pintu ia mengganti sepatu karetnya yang terciprat darah dan meninggalkannya untuk diambil petugas kebersihan, lalu mengambil sepatunya dari dalam lemari kaca. ia keluar lebih dulu menuju restroom.

Penulis bukanlah seorang dokter, namun mampu bercerita tentang apa yang dilakukan dokter selepas menangani pasien. Penulis pastilah melakukan riset mendalam.

Kedua, adalah cara bertutur dalam novel ini, mengalir dan diselingi celetukkan yang nggak basi. Kadang saya ikut tersenyum bahkan tertawa ketika membaca part yang ada celetukkannya.

Alur maju mundur yang dipakai dalam novel ini disusun dengan rapi. Perpindahan dari satu bab ke bab yang lain, mengalir halus. Selain itu sebagai novel dewasa, novel ini sangat sopan. Sebuah pembuktian bahwa tanpa dibumbui unsur seksualitas sebuah novel tetap menarik untuk dibaca.

Sedikit yang kurang terasa di novel ini adalah konflik yang tidak tajam dan ending yang kurang memberi kejutan.

Novel debut pertama ini lebih baik daripada beberapa novel debutan yang pernah Saya baca. Nggak rugi memilikinya.

 

2 Comment

  1. Yeaaah, tepuk sebelah tangan. Ergha cari yang lain aja, Gha. Ok? 😀

    1. Wah, beda tipe nih..Ergha mah setia banget sama perasaannya…

Leave a Reply