Kiat Memulai Bisnis Daycare

Daycare atau tempat penitipan anak semakin diminati orangtua sebagai solusi ketiadaan pengasuh anak saat mereka bekerja. Bisnis daycare pun mulai bermunculan dikarenakan peminatnya terus meningkat. Ini sebuah peluang bisnis yang memiliki prospek bagus. Bagaimana kiat memulai bisnis daycare, simak kiatnya dari seorang praktisi bisnis daycare berikut ini.

Memulai bisnis daycare tidak jauh berbeda dengan bisnis yang lain. Dibutuhkan persiapan seperti modal usaha, tempat, tenaga pengelola dan lain-lain.

Menjalankan bisnis daycare hendaknya tak hanya memperhatikan sisi bisnis semata namun memperhatikan juga kebutuhan anak-anak yang dititipkan.Tak hanya kebutuhan fisik seperti makan dan minum serta stimulasi gerak namun harus diperhatikan juga kebutuhan non fisik seperti perhatian dan kasih sayang.

Disinilah diperlukan peran pengasuh  yang memiliki jiwa kasih sayang dan lembut. Mengasuh anak bukanlah pekerjaan mudah apalagi itu anak orang lain. Butuh kesabaran ekstra, ketelatenan dan keterampilan yang memadai.

Henny Puspitarini, seorang praktisi bisnis daycare di kota Depok menuturkan bahwa keterampilan seorang pengasuh tidaklah cukup, orangtua yang menitipkan anaknya di daycare berharap jika pengasuh anaknya penuh kasih sayang dan sabar.

Henny, telah menjalankan bisnis daycare Rumah Pelangi selama dua tahun dan responnya sangat bagus. Bahkan beberapa orangtua masuk waiting list untuk bisa menitipkan anaknya di daycare miliknya. Hal ini terjadi karena ia berhasil membangun kepercayaan dari konsumen.

Jika Anda ingin memulai bisnis daycare, berikut ini hal yang harus disiapkan:

  1. Modal, dibutuhkan untuk sewa tempat, memberi perlengkapan daycare seperti kursi, meja, tempat tidur, alat bermain dll, pemasaran, pelatihan pengasuh.
  2. Tempat strategis, ini penting agar daycare mudah dijangkau sehingga peluang mendapat konsumen semakin lebar.
  3. Pemasaran, dengan launching, menyebar spanduk, dan brosur.
  4. Merekrut pengasuh yang baik sikap dan tutur katanya, jujur, dan mau belajar.
  5. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
  6. Rutin mengupgrade keterampilan dan pengetahuan pengasuh.

Henny menambahkan jika praktisi bisnis daycare hendaknya berlaku jujur kepada orangtua jika ada sesuatu terjadi dengan anaknya misalnya terjatuh, disakiti teman atau lainnya. Dengan demikian diharapkan orangtua memahami persoalan yang sebenarnya dan bisa tetap percaya pada daycare yang dikelolanya.

Tertarik memulai bisnis daycare?. Kiat di atas semoga bisa membantu Anda dalam memulai bisnis daycare.

15 Comment

  1. Daycare, bisnis yg mulai banyak dilirik ya MBak.

    Dan pastinya dibutuhkan org2 yg penuh kasih sayang dan lemah lembut (gak kayak saya yg cenderung preman)

    1. hihihi, beneran preman? preman cantik dong..
      Mba Ririe itu berdasarkan pendapat orangtua yang menitipkan anaknya di daycare rumah pelangi.

    2. Preman SLEMAN. Haahhaha

      1. Huwaaaa…wah, aman dong eike kalau ke sleman, punya temen preman..

  2. Menurut saya … Day Care itu bukan bisnis yang mudah …
    memerlukan banyak sekali pertimbangan dan ketrampilan dalam pengelolaannya …
    pengasuh … peralatan … perizinan … kesehatan … higienitas … dan sebagainya …
    masalahnya … orang tua sekarang sangat kritis …

    Ibarat kata … ini sering kejadian … yang biasanya di rumah mencuci piring pakai air ledeng biasa … di day care atau di tempat lain … mereka menuntut mencuci piring itu harus pakai air mineral …
    Menerapkan standart yang tinggi untuk institusi lain .. sementara di rumahnya sendiri tidak higienis … hahaha … biar gaya … karena dilihat orang …

    salam saya Mbak Ety
    (19/9 : 20)

    1. Betul Om Nh, bisnis ini akhir-akhir disorot karena kejadian tempo hari itu.
      Selain yang om Nh sebut tadi, peran rekruitmen pengasuh juga penting.

  3. Perlengkapan daycare tuh banyak banget dan mempere paling mahal dibagian itu yo, Mba.

    Eh, Mba Ety mau buat usaha ini ya?

    1. Betul Idah, menurut teman yang punya daycare modalnya 50 juta say.
      Hohoho, nggak Idah..

  4. Day care bisnis yang makin prospek ya mbak Ety. Banyak ibu pekerja sekarang

    1. betul Mba Ika..semakin dibutuhkan bagi orangtua yang bekerja

  5. Bisnis Daycare memang membutuhkan kesabaran,, baik kesabaran dalam segi mendapatkan untung maupun kesabaran dalam menjalankan bisnis tiap harinya.. betul banget apa yang dikatakan Pak nh 18,, orangtua menuntut anaknya ini itu di Daycare padahal dirumahnya malah lebih ‘slebor’.. Pertama kali saya menjalankan bisnis ini memang awalnya orangtua menuntut anaknya harus begini harus begitu jangan begini dan jangan begitu,, sendok atau sprei aja jadi masalah.. Tapi berjalannya dengan waktu orangtua sangat mempercayakan anaknya bermain di Daycare ketimbang harus berduaan saja sama pengasuh dirumah. Bisnis Daycare memang bisnis kepercayaan..

    1. Wah, terimakasih sharingnya Mba Ayu. Informasi tambahan nih bagi mereka yang berminat membuka bisnis daycare.
      Dimana-mana orangtua selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya, karena itulah menuntut tinggi pada pihak daycare.

  6. Sama-sama mb Ety,, tambahan sharing, ternyata orangtua anak lebih senang dengan owner yang standby di Daycare ketimbang kita harus pasang CCTV.. Balik lagi, bisnis DayCare adalah bisnis kepercayaan… Oh,ya.. klo lewat ke kawasan Cibubur,, mampir2 ya di KIDDOS DAYCARE.. Lokasinya di Ruko Center Point Blok AA3/18 – Bukit Golf Riverside Cibubur.. #iklan.. hehehehe.. 🙂

  7. Triknya apa mbak,,untuk memulai bisnis day care

    1. Apakah harus pakai izin resmi dari instasi pemerintah kalau buka daycare karna saya minat

Leave a Reply