Suara Anak, Dukung Bakatnya dan Hargai Prosesnya

Awalnya Saya pikir acara Suara Anak itu acara ajang pencarian bakat seperti yang marak adanya di televisi. Ternyata pikiran itu keliru. Suara Anak adalah ajang dimana anak-anak mempresentasikan kegemaran mereka di hadapan banyak orang. Disini tidak ada juri dan tentu semua peserta adalah pemenang.

Menurut inisiator Suara Anak yaitu Pak Bukik, menyebutkan bahwa inti dari gerakan Suara Anak adalah menghargai  proses yang dilalui anak dalam menekuni hobi/kegemarannya. Jadi tidak menitikberatkan pada hasil atau prestasi. Dalam forum Suara Anak inilah anak-anak diberi kesempatan untuk bercerita tentang kegemarannya itu selama 5-8 menit.

Setiap anak pasti memiliki bakat dan minat terhadap sesuatu. Tapi, tak semua anak memiliki kesempatan menekuni apa yang menjadi minatnya. Kadang keterbatasan ekonomi menjadi alasan sulitnya menekuni suatu minat. Bisa juga karena minat anak tak sejalan dengan keinginan orangtua.

Anak-anak yang tampil di acara Suara Anak 2014, adalah anak-anak yang beruntung. Apa sebab? mereka tak hanya bisa menekuni minat mereka dan mendapat dukungan penuh dari orangtua. Sebagian dari mereka bahkan memiliki prestasi yang mengagumkan. Beruntung sekali Saya dan anak-anak bisa hadir di acara tersebut.

Mengagumkan, satu  kata yang layak diberikan kepada 6 anak yang tampil di Suara Anak 4 di Taman Budaya Yogyakarta tanggal 12 Oktober 2014 lalu. Semua memiliki kegemaran yang berbeda, mereka tampil percaya diri, bercerita dihadapan penonton dengan gaya yang polos, khas anak-anak.

Keenam anak tersebut adalah Elnino Profetika Z yang gemar menulis puisi, Nabilah Marwah Khoirunisa U seorang atlet renang indah, Aydin Naufal Satwika N memiliki hobi robotik, Mahliga Permata Lukito hobi menggambar, dan Rayya Ahimsa Rajutaksara yang memiliki hobi membuat sketsa serta Alifia Afflatus Zahra yang berhasil memukau melalui petikan gitar dan suara indahnya.

Lalu apa menariknya forum ini?. Buat Saya, mendengarkan anak-anak presentasi itu tidak membosankan. Gaya mereka yang ceplas-ceplos, polos justru membuat Saya sanggup tidak mengantuk (beda ketika mendengar orang dewasa presentasi). Gaya mereka seringkali membuat penonton tertawa. Meskipun penonton tertawa, mereka tetap melanjutkan presentasi dan tidak merasa sedang dipermalukan.

Pak Bukik juga menyebutkan, bahwa selain menjadi ajang apresiasi anak dalam menekuni kegemarannya, forum ini juga mengasah kemampuan anak untuk berbicara di depan umum (publik speaking). Harapannya, Suara Anak akan menginspirasi banyak anak-anak lain untuk menekuni bakat sejak dini.

Dari Suara Anak, Saya mendapat pelajaran penting, setiap anak lahir dengan bakat berbeda. Tak perlu menuntut piala untuk kebanggaan orangtua. Lebih penting dari itu adalah menghargai bakatnya dan menghargai prosesnya. Biarkan anak-anak tumbuh bahagia dengan apa yang dimilikinya.

 

6 thoughts on “Suara Anak, Dukung Bakatnya dan Hargai Prosesnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *