My Journal

One Day When I Talk
Blogging and Social Media

Cara Jitu Terampil Menulis

November 15, 2014

Menulis adalah kemampuan berbahasa yang paling tinggi setelah kemampuan mendengar, berbicara dan membaca. Tak mengherankan jika banyak yang merasa kesulitan jika harus menulis. Sebagian beranggapan menulis itu membutuhkan bakat. Merasa tidak memiliki bakat itulah yang membuat mereka kesulitan untuk menulis. Benarkah demikian?.

Beberapa minggu lalu ada yang bertanya pada Saya tentang cara jitu terampil menulis. Cara jitu? kening saya berkerut mendapat pertanyaan demikian. Selama ini yang saya lakukan hanya menulis, menulis dan menulis. Jika saya ingin tembus ke media cetak tertentu, biasanya saya akan pelajari tulisan sejenis yang pernah dimuat.

Saya cukup melototin tulisan teman yang pernah dimuat, saya pelajari, lalu saya menulis dan kemudian mengirimkannya. Pernah beberapakali dimuat tapi sering ditolak juga. Cuma itu? iya, begitupun jika ingin mengikuti lomba blog. Saya kepoin blog pemenang tahun sebelumnya, saya pelajari, terus menulis deh. Bisa dibilang cara yang saya lakukan itu ATM yaitu amati, tiru dan modifikasi sesuai dengan gaya menulis sendiri.

Ternyata ada pilihan lain untuk bisa mendapatkan cara jitu terampil menulis, yaitu dengan membaca buku yang memberikan panduan dalam menulis. Salah satu buku yang bisa dipilih adalah buku berjudul “Menulis Gaya Pakde” karya dari Abdul Cholik. Dalam buku ini penulis yang juga seorang blogger kawakan ini berbagi rahasia menulis blog, essai, puisi dan fiksi.

Semua rahasia yang dituangkan dalam buku ini adalah pengalaman pribadi penulis selama menekuni dunia kepenulisan blog dan buku. Buku ini dikemas secara menarik dalam bentuk tanya jawab. Gaya bahasanya juga santai tapi serius. Tak perlu berkerut kening untuk memahami isi buku.

Nah, dalam buku ini juga menyinggung soal bakat dalam menulis. Menurut Pakde Cholik, sapaan akrab penulis, menyebutkan bahwa keberadaan bakat itu tidak dominan. Seseorang yang merasa tak memiliki bakat bisa menulis jika bersedia untuk berlatih menulis secara konsisten.

Menulis dengan enak menjadi satu bahasan menarik dalam buku ini. Dalam menulis diperlukan gaya bahasa yang enak agar pembaca bisa menikmati tulisan dan memahami pesan yang disampaikan. Agar bisa menemukan gaya menulis yang enak tentu perlu latihan dengan menulis secara terus menerus.

Intinya buku ini memberi panduan bagaimana cara menulis di blog, menulis essai, puisi, fiksi, resensi bahkan menulis buku dan cara mengajukan naskah kepada penerbit. Dalam buku ini disertakan pula contoh tulisan resensi, puisi, fiksi mini dan penawaran naskah buku kepada penerbit.

Tak ketinggalan penulis menekankan pentingnya mempraktikkan teori menulis yang sudah diperoleh. Teori tanpa praktik membuat bisa menulis itu sebatas angan-angan saja.

Sebagai buku panduan, buku “Menulis Gaya Pakde”  ini cukup lengkap sehingga layak dijadikan referensi bagi siapa saja yang membutuhkan cara jitu terampil menulis. Gaya bahasa yang santai juga menjadi kelebihan buku ini sehingga mudah dibaca dan dipahami berbagai kalangan.

Buku-Menulis-Gaya-Pakde-205x300
Penampakan Bukunya

 

Judul                        : Menulis Gaya Pakde, Rahasia Menulis Blog, Esai, Puisi dan Fiksi

Penulis                    : Abdul Cholik

Penerbit                  : Sixmidad Energizing

Jumlah Halaman : x+122

Terbit                       : Oktober 2014

ISBN                         : 978-602-0997-01-8

 http-signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

Only registered users can comment.

  1. Terima kasih ya Jeng atas resensinya yang jujur dan ciamik.
    Setiap penulis akan menemukan gayanya sendiri seiring dengan berjalannya waktu dan ketekunan penulis melatih dan mengupgrade dirinya
    Salam hangat dari Surabaya

  2. Pakde memang sangat produktif dalam menulis ya Mbak..
    Tips-tips beliau tersebut patut untuk dipelajari dan diikuti..

    Oya, beliau juga menyumbangkan buku ini sebagai salah satu hadiah Lomba Foto yang saya adalah di blog.. 🙂

  3. “Saya cukup melototin tulisan yang pernah dimuat”

    Pertanyaan saya ialah: apa ga capek mba melototin tulisan wkwkwk.. 😀
    Mantep ih resensinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *