Belajar Mengirim Surat

kantor pos besar solo
kantor pos besar solo

Hari gini, kira-kira ada nggak ya, orang yang masih suka mengirim surat?. Maklum, sekarang kan jamannya serba mudah. Mau tahu kabar orangtua, saudara atau teman, tinggal kirim sms atau bbm saja. Tak butuh waktu lama pesan yang kita kirim sampai ke tujuan. Meskipun penggunaan surat semakin kalah populer dari sms, bbm, dan email, tak ada salahnya mengenalkan pada anak-anak tentang surat dan bagaimana cara mengirimnya.

Dulu, saat masih duduk di bangku SD, saya sih pernah punya sahabat pena. Sebetulnya jarak kota tempat tinggal kami nggak terlalu jauh tapi surat menjadi satu-satunya alat komunikasi kami. Maklum, dulu belum ada hape, telepon rumah pun tak ada. Jadilah surat menyurat menjadi hal yang biasa kami lakukan.

Berkirim surat memang membutuhkan energi lebih ketimbang berkirim sms, bbm ataupun telepon. Setelah menulis surat, kita masih harus pergi ke kantor pos untuk mengirimnya. Ya kalau jarak antara rumah dan kantor pos dekat, ini mudah. Jika jaraknya jauh maka semakin banyak energi yang harus dikeluarkan.

Tak mengherankan jika akhirnya banyak yang beralih mencari cara mudah bertukar kabar yaitu melalui pesan singkat. Hal ini lebih murah dan menghemat waktu serta bisa dilakukan kapan saja. Namun, bukan berarti keberadaan kantor pos menjadi tidak penting lagi.

Berkirim surat bisa dijadikan media menambah wawasan dan pengalaman anak-anak. Mereka bisa mengenal fungsi kantor pos dan mengenal profesi yang berkaitan dengan kantor pos. Media belajar sesungguhnya amat luas tak terbatas di dalam kelas saja. Apapun dan dimanapun bisa jadi media belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

mana suratmu?ini suratku
mana suratmu?ini suratku

Nah, atas alasan itulah, pada hari Sabtu tanggal 24 Januari yang lalu, murid TK Islam Al Hadi mengadakan kunjungan edukatif ke Kantor Pos Besar Solo. Sekolah ini adalah tempat Zahira belajar dan bermain. Jadi hari itu, kantor pos mendapat tamu murid TK sebanyak 6 kelas dan 1 kelas playgroup. Kantor pos pun berubah ramai.

Sebelum mengunjungi kantor pos, beberapa hari sebelumnya murid-murid TK ini telah belajar membuat surat. Isinya tidak panjang, hanya 1 kalimat saja, isinya menanyakan kabar si penerima surat dalam hal ini teman sebangkunya.

Surat kemudian dimasukkan ke dalam amplop dan diberi nama pengirim dan penerima surat serta alamatnya. Surat inilah yang dibawa Zahira dan teman-temannya ke kantor pos untuk ditempel dengan perangko dan dimasukkan ke dalam bis surat.

Setibanya di kantor pos, para petugas telah bersiap menyambut para tamu kecil ini. Dengan ramah, Mba Pipit menjelaskan pada anak-anak tentang surat, perangko dan cara berkirim surat. Wah, Mba Pipit sampai harus bersuara keras nih agar anak-anak bisa mendengar penjelasannya. Hehehe, maklum ya namanya juga anak-anak, kehebohan pasti terjadi.

Usai mendengarkan penjelasan, murid-murid TK kemudian mendapatkan dua buah perangko. Satu perangko di tempel di surat yang akan dikirim. Sementara yang satu lagi dibawa pulang. Setelah itu secara bergiliran, mereka memasukkan surat tersebut ke dalam bis surat.

collage1

Surat-surat ini akan dikirim ke alamat sekolah. Nanti masing-masing murid akan mendapat surat dari teman sebangkunya. Seru bukan?. Selang beberapa hari surat pun tiba di sekolah. Dengan antusias Zahira bercerita jika ia baru mendapat surat dari Nailah, teman sebangkunya.

Bagi Zahira ini adalah pengalaman pertamanya mengunjungi kantor pos dan berkirim surat. Kesempatan ini saya gunakan untuk menjelaskan pada Zahira, kantor pos adalahnya kantornya Bapak yang suka mengantarkan paket ke rumah. Zahira jadi tahu, kantor pos bukan hanya bisa mengirim surat, ternyata bisa juga mengirim paket.

Akhirnya Zahira mendapatkan pengalaman berkirim surat seperti yang dulu saya dapatkan. Dia mungkin tak akan berkirim surat sesering yang saya lakukan dulu karena memang zaman telah berubah. Satu yang pasti Zahira telah mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.

Belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Belajar di kantor pos salah satu yang bisa dilakukan. Ini adalah cara belajar yang menyenangkan. Belajar sambil berwisata.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

7 thoughts on “Belajar Mengirim Surat

  1. Seru ya mak mengajari anak2 mengirim surat. Jadi ingat waktu zaman SD kirim belajar kirim kartu pos sama sahabt pena. Sekarang sahabat pena saya malah jadi sahabat baik.
    Sukses ya mak..salam kenal
    Liswanti.

    1. Iya mak. Anak-anak juga senang belajar mengirim surat. Selain dapat pengalaman baru, mereka juga refreshing karena belajar di luar kelas

  2. aghhhhm ku jd kgn ama sahbt2 penaku ^o^..Dulu inget bngt biasanya dpt sahabat pena dr majalah Bobo ;p.. Ada yg awet ada yg cuma 2-3x berkirim, trus mrknya ngilang..-__ –

    Dipikir2 walopun jaman skr udh lbh praktis dan maju, tp kyknya perasaan ga sabar pgn trima balasan dari sahabat pena, udh ga bis dirasain lg ya mba 🙂 Padahal itu selalu aku tunggu2 dulunya.. trs perangkonya kdg ikut aku koleksi kalo bgs.. 😀

    1. Hehehehe, saya juga kangen sama sahabat pena saya. Udah lamaaa banget hilang kontak gak pernah kirim surat lagi.
      Betul, mba sensasi menunggu surat balasan itu h2c. Qeqeqe

  3. selamat pagi, aku anak dari generasi 2000an. Yah awal menulis surat itu hal yag spesil buatku soalnya kami terbiasa dengan media elektronik. rasanya “vintage” banget buat aku.

    ditunggu mampir ke blogku juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *