Keberanian Menembus Keterbatasan

10 autumnsJudul Buku              : 9 Summers 10 Autumns

Penulis                      : Iwan Setyawan

Penerbit                   : Gramedia Pustaka Utama

Halaman                 : 221 halaman

ISNB                          : 978-979-22-6766-2

“Impian haruslah menyala dengan apapun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tak sempurna, meskipun itu retak-retak” (hal.21).

Novel ini sudah lama terdengar gaungnya namun baru sekarang Saya berkesempatan untuk memiliki dan membacanya. Telat ya? hehehe, begitulah, meskipun telat membaca namun tak berarti tidak kebagian hikmah dalam novel yang dipuji banyak kalangan dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Lalu tentang apakah novel ini bercerita?.

Ini adalah cerita seorang anak dalam menembus keterbatasan yang dimilikinya. Perjuangan tentang menaklukan rasa takut dalam perjalanan dari kota Batu hingga ke New York. Sebuah perjalanan panjang hasil dari pendidikan, ketekunan dan kasih sayang keluarganya.

Kita tidak bisa memilih dikeluarga seperti apa kita lahir. Seperti hal nya Iwan kecil, terlahir di keluarga sederhana. Ayahnya seorang sopir angkot. Rumahnya yang kecil membuat kelima anaknya harus rela hidup penuh sesak. Rumah berlantai semen, tak ada kasur empuk di dalamnya. Beginilah keadaan yang dijalani Iwan kecil. Rumah yang sempit tak membuatnya sempit hati.

Bangunan fisik rumah yang kecil dan apa adanya, melahirkan ruang besar dihati kami untuk menerima kehidupan, betapapun kecilnya kebahagiaan yang kami terima.

Disaat rumah lain memiliki playstation, boneka, dan aneka mainan lainnya, di rumah Iwan kecil hanya ada televisi. Memasuki masa SD Iwan kecil justru menemukan teman bermainnya, yaitu buku-buku pelajarannya. Asyik bermain dengan buku pelajaran, awal dari semua pencapaian Iwan suatu hari nanti.

Iwan memiliki prestasi yang bagus dalam akademik. Prestasi yang mengantarnya ke IPB. Meskipun untuk bisa menyelesaikan kuliah dan lulus itu penuh dengan keringat dan airmata orangtua dan saudara-saudaranya. Tak mudah, bahkan sangat tidak mudah.

Pengorbanan yang besar menuju pencapaian besar. Lulus dari IPB sebagai wisudawan terbaik kemudian Iwan diterima bekerja di sebuah lembaga bergengsi. Iwan sadar, ada tetes keringat orangtua dan saudara-saudaranya yang tak boleh disia-siakan. Ia tekun bekerja, memberikan kemampuan terbaiknya. Upaya ini membuatnya sampai ke kota New York dan meraih posisi penting.

Novel ini ditulis dalam sudut pandang orang pertama. Tokoh utamanya bercerita tentang kehidupannya. Bahasanya sederhana dan mengalir, membuat Saya bisa menikmati setiap alurnya. Tak salah jika novel ini disukai banyak orang. Selain bahasanya yang mudah dipahami, novel ini juga sarat nilai kebaikan.

Wajar jika Ahmad Fuadi (Penulis Buku Negeri 5 Menara) menyebut novel ini sebagai praktik dari man jadda wa jada, bahwa siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan sukses. Novel ini memberi hikmah bahwa seberapapun terbatasnya masa kecil jangan membuat kita turut kerdil.

Keterbatasan harus ditembus dengan keberanian. Berani bermimpi dan berani mewujudkannya. Dari Iwan saya belajar, sukses itu tidak datang tiba-tiba dan cuma-cuma. Sukses diraih karena usaha. They came by works.

6 thoughts on “Keberanian Menembus Keterbatasan

    1. Saya belum kesampaian nonton filmnya Mba. Sepertinya bagus ya, melihat pemeran nya sekaliber Alex Komang yang keren aktingnya.

    1. Betul Mba Susi, novel memberi semangat buat saya. Sudah difilmkan juga tapi saya belum sempat nonton filmnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *