Memaksimalkan Kesempatan Ibadah Haji

DSC_0801Judul Buku           : Dahsyatnya Ibadah Haji

Penulis                   : Abdul Cholik

Penerbit                : Elex Media Computindo

Tebal                     : 225 hal. +ix

ISBN                      : 978-602-02-4810-3

Satu ibadah yang dirindukan oleh umat Islam namun tidak semua memiliki kesempatan untuk menunaikannya adalah Ibadah Haji. Ibadah yang satu ini harus ditunaikan di tempat yang jauh dari tanah air yaitu Mekkah dan Madinah. Membutuhkan biaya yang amat besar untuk bisa beribadah haji meskipun dengan ONH biasa.

Apalagi saat ini, terbatasnya kuota dan panjangnya daftar tunggu bisa membuat ciut nyali. Bayangkan, rata-rata daftar tunggu telah mencapai belasan tahun sementara umur belum tentu bisa mencapainya. Namun, sebagai orang beriman kita tidak usah merisaukan kuota dan daftar tunggu. Berusaha sekuat tenaga mengumpulkan biaya ibadah haji seraya memohon agar diberi kesempatan berhaji menjadi hal yang sebaiknya dilakukan.

Mengingat menunaikan ibadah haji ini merupakan kesempatan yang langka maka sebaiknya calon jamaah haji harus bisa memaksimalkan kesempatan itu dengan menunaikan ibadah haji secara khusyu, sesuai dengan tuntunan. Agar ibadah haji bisa berjalan dengan khusyu tentu hal-hal yang menunjang kelancaran ibadah haji menjadi penting untuk dilaksanakan. Para calon jamaah haji harus membekali diri dengan pengetahuan yang memadai tentang ibadah haji dan segala pernak-perniknya.

Buku setebal 225 halaman karya Abdul Cholik ini berisi tentang kisah penulis saat menunaikan ibadah haji. Meskipun ini kisah pribadi, buku ini tepat dibaca oleh para calon jamaah haji karena tak hanya berisi kisah Sang Penulis. Buku ini memberikan panduan, tips ibadah haji, nasehat, pengalaman yang sarat hikmah, dimulai dari persiapan di tanah air maupun pada saat menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Alloh Maha Berkehendak, jika ia sudah berkehendak maka tak ada yang bisa menghalangi (hal.1). Begitulah yang diungkapkan penulis buku Dahsyatnya Ibadah Haji. Tidak ada yang sulit dan tidak mungkin bagi Alloh, termasuk memberangkatkan seseorang berhaji. Semoga kita termasuk diantara hamba yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji, Amin.

DSC_1153

Penulis menekankan pentingnya manasik haji (hal. 4). Hal tersebut bermanfaat agar para calon jamaah haji mendapatkan gambaran mengenai apa dan bagaimana ibadah haji itu dilaksanakan. Bergabung dalam kelompok bimbingan haji mutlak dilakukan agar nantinya para jamaah paham apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama berhaji.

Kelancaran dan kekhusyukan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh pahamnya para jamaah mengenai syarat, rukun dan tata cara berhaji saja namun banyak hal lain yang menentukan seperti, paspor (hal 27), barang bawaan (hal.12), koper (hal. 20), makanan (hal. 94), pemahaman terhadap medan (hal. 82), hingga hal yang terlihat sepele yaitu buang hajat (hal. 131).

Buku Dahsyatnya Ibadah Haji memberikan tips yang kelihatan simpel tapi tidak terpikirkan orang, seperti tips menghitung putaran saat thawaf yaitu dengan menggunakan karet gelang. Tips ini bermanfaat bagi para jamaah haji yang suka lupa. Tak hanya satu tips saja lho, ada  beberapa tips diberikan di buku ini.

Selain itu, dikisahkan pula pengalaman yang mengandung hikmah, seperti saat “merasa” hapal jalan pulang  yang akhirnya malah tersesat. Kesombongan sekecil apapun hendaknya disingkirkan dari hati, ini hikmah yang bisa dipetik.

Menariknya buku ini, tak hanya pada tips yang diberikan tapi juga pada bahasa yang santai namun tidak alay. Bahasa yang santai membuat pembaca bisa mudah memahami isinya. Bahasa kocak juga sesekali diselipkan, membuat segar dan pembaca tidak bosan karena bahasa yang tidak monoton.

Menyimak kisah perjalanan haji tersebut, penulis terlihat mempersiapkan diri untuk berhaji dengan sebaik-baiknya. Hal pokok diperhatikan dan hal kecil tak diabaikan. Wajar, jika penulis mampu menceritakan kembali pengalamannya selama menunaikan ibadah haji secara detil. Hanya saja, buku ini sedikit kurang rapi karena ada beberapa kalimat yang belum selesai. Namun itu tak mengurangi esensi pesan “Dahsatnya Ibadah Haji”.

Bagi siapapun yang akan menunaikan ibadah haji walaupun masih sekadar niat, mencari referensi sebanyak-banyaknya bisa dilakukan agar bisa mempersiapkan diri secara maksimal. Kesempatan langka bisa menunaikan ibadah haji hendaknya tidak dilewatkan dengan persiapan seadanya. Harapannya, ibadah haji bisa ditunaikan dengan lancar dan khusyu serta menjadi haji yang mabrur.

Lomba-Resensi-Buku-Dahsyatnya-Ibadah-Haji-300x259http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

7 thoughts on “Memaksimalkan Kesempatan Ibadah Haji

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Lomba Menulis Buku Dahsyatnya Ibadah Haji
    Segera didaftar
    Salam hangat dari Jombang

    1. Iya Mba Lidya, kalau baca buku ini ternyata banyak printilan yang jika tidak disiapkan bisa jd hambatan saat berhaji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *