Balada Emak Blogger

Lima tahun lalu saat saya mulai menulis blog, saya tak punya impian apapun dengan aktifitas ini. Saat itu saya hanya butuh tempat melepas penat setelah seharian mengurus anak-anak yang masih balita. Tak banyak yang saya tahu tentang blog. Saya menulis, menulis dan menulis saja tanpa pernah membayangkan bahwa dengan ngeblog saya bisa mendapat banyak hal.

Emak Kuper

Emak kuper adalah sebutan yang layak diberikan buat saya. Sehari-hari dirumah, keluar hanya kalau butuh belanja sayur atau belanja kebutuhan sehari-hari di warung tetangga. Ngobrol sama tetangga jika pas kebetulan bertemu saja, itupun hanya sebentar. Praktis, rumah adalah pusat kehidupan saya.

Ketebak lah apa rutinitasnya. Bangun tidur, pertama yang diurus dapur, urusan dapur selesai lanjut ke urusan anak dan suami. Setelah itu beberes rumah dan seisinya ada di daftar agenda berikutnya. Lanjut lagi urusan mencuci baju dan menyeterika. Begitu terus setiap hari.

Bangun paling pagi, tidur paling belakangan setelah semua urusan rumah beres. Nggak jenuh? yang namanya manusia pasti ada jenuhnya. Untuk membunuh jenuh, saya tuangkan semua rasa itu dalam kata-kata di blog pribadi. Lambat laun saya mulai merasa cocok berteman dengan blog. Saya merasa dipahami dan ditemani.

Saya pun mulai asyik ngeblog. Sebagai blogger newbie, saya sempat membawa kekuperan itu ke dunia maya. Tak punya kawan apalagi pembaca setia. Bisa menulis, itu saja sudah cukup menghibur hati.

Sampai akhirnya bergabung dengan komunitas blogger dan komunitas kepenulisan. Dari sanalah, mata saya mulai terbuka, bahwa ada kehidupan lain yang bisa diselami. Nyemplung di komunitas membuat saya mendapatkan teman dan ilmu. Emak kuper inipun mulai gaul dan membuka diri.

Emak Kudet

Selain kuper, emak kudet itu juga sebutan buat saya. Disaat orang lain aktif dan eksis dengan banyak sosial media, saya anteng dan merasa cukup dengan facebook saja. Maklum, pikir saya saat itu, punya banyak sosial media itu sia-sia belaka. Mending waktunya buat anak-anak saja, menemani mereka bermain, bernyanyi, menari dan belajar, lebih bermanfaat to.

Hehehe, anggapan yang kemudian saya tipe x. Dari teman-teman saya tahu gunanya sosial media bagi seorang blogger. Mulailah, saya memiliki akun twitter. Awalnya ya gagap, gimana cara menggunakan twitter, hahaha. Tengok kiri kanan, kepoin teman-teman yang twitternya aktif terus. Lama-kelamaan, emak kudet ngerti juga cara ngetweet.

Petualangan emak kudet berlanjut ke g+ dan instagram. Belajar lagi, dari awal, mengamati dan kemudian meniru. Inilah metode belajar emak kudet. Kesimpulannya sih, emak harus banyak belajar sih, karena banyak hal yang belum diketahui tentang dunia blogger dan potensinya.

Selain belajar, emak juga harus gaul. Akhirnya atas ijin suami emak mulai aktif di grup. Jika ada kegiatan offline sebisa mungkin ikut. Alhamdulilah sudah beberapa kali ikut kegiatan offline.

Emak (Rada) Gaul

Rada gaul membuat saya, bisa mengikuti Dee’s Coaching Clinic di kota Solo. Belajar menulis novel ala Dee Lestari, penulis Supernova, rasanya senang sekali, berasa muda lagi, berasa hidup lagi, emang pernah mati?. Belum, maksudnya saya seperti menemukan jalan hidup yang membuat semangat menyala-nyala.

Mengikuti dengan seksama paparan Dee Lestari sekaligus mereportase melalui live tweet membawa saya pada pengalaman baru. Emak yang dulunya kuper dan kudet inipun mulai memetik buah dari rada gaulnya, menang live tweet dan dapat hadiah lunch date bareng Dee Lestari. Lima tahun lalu hal beginian nggak pernah kebayang, sekadar terlintas di pikiran pun tidak.

me

Bisa hadir di acara Dee’s Coaching Clinic adalah kesempatan langka dan membuat saya bisa ngobrol dengan Dee Lestari. Duduk semeja dengan Dee Lestari, ngobrol tentang menulis novel, tentang perjalanan spiritualitasnya, tentang keinginannya, tentang pandangannya terhadap kritik, tentang cara Dee melatih intuisinya adalah pengalaman berharga buat Saya.

Jika membaca adalah jendela dunia maka menulis adalah jalan menuju dunia. Banyak teman-teman yang membuktikannya. Menulis telah membawa mereka mencapai impiannya, membawa mereka ke banyak tempat di dunia dan bertemu orang-orang yang inspiratif.  Seperti yang saya alami, menulis telah membawa saya keluar dari rumah, mendapat pengetahuan baru, berkunjung ke beberapa tempat dan bertemu dengan banyak smartfren seperti Dee Lestari.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

16 thoughts on “Balada Emak Blogger

  1. nia awal ngeblog untuk mengisi waktu ya mbak dulu, tapi ternyata sekarang banyak hal yang kita dapatkan. Semoga menang ya lomba foto selfienya

    1. Iya mbak lidya, makin lama tahu bahwa ternyata punya banyak sisi menarik.
      Amin. Makasih sudah jadi pembaca setiaku.

  2. Sekarang jadi emak gaul dong ya..hi..hi..
    Betul mbak.. menulis merupakan jalan menuju dunia. Itu juga sudah saya alami mbak. ..Rutinitas saya yang tadinya di rumah terus, sekarang bisa ikutan kalo ada kopdar sesama temen penulis. Bisa melihat dunia luar he..he…

    1. Hahaha, rada gaul aja Mak Nurul, kalau emak gaul nanti dijewer sama yang punya brand.
      Lirik Mak Winda Krisnadefa, qiqiqi

  3. Saya juga emak kuper yg masih kudet. Hehehehe. Saya bersyukur nyemplung ke komunitas ibu doyan nulis, jd punya temen punya keluarga. Mbak ety, uti astutiana, mbak lidya, mbak candra, dan ibu2 yg lain jd inspirasi saya. Semoga menang mbak ety ldi lomba2 berikutnya….

  4. saya juga begitu Bu, kalau lagi penat dengan urusan keluarga, daripada ngrumpi dan ngosip enakan ngeblog, teryata kita punya pandangan yang sama ya, : )

    1. Hihihi. terasa banget mba ketika anak-anak sudah sekolah semua, pulang dah menjelang sore. kalau nggak menulis, hadeeh bakal bosen seharian di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *