My Journal

One Day When I Talk
Blogging and Social Media | Competition

Sehatkan Jantung Kita

March 30, 2015

Memiliki jantung yang sehat menjadi dambaan setiap orang tak terkecuali saya. Maklum, jantung merupakan organ vital, jika jantung sakit maka bisa dipastikan ritme hidup akan terganggu. Sayangnya, si pembunuh nomer 1 ini, bekerja secara diam-diam, tubuh yang diserang mungkin tidak menyadari jika dia sedang dalam ancaman. Hingga tiba saatnya, serangan datang mendadak dan bisa mematikan.

Ah, serangan jantung juga telah merenggut nyawa tetangga di kampung halaman. Namanya Pak Warno, usianya baru 40 tahun, bertubuh atletis dan rajin berolahraga. Beliau terkena serangan jantung, seusai bermain bulutangkis. Tiba-tiba tubuh atletisnya jatuh di tepi lapangan dan tak sadarkan diri. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Pak Warno menghembuskan nafas terakhir sebelum sempat mendapat pertolongan medis. Hal yang mirip juga terjadi pada artis Adjie Massaid beberapa tahun lalu.

Ngeri sekali membayangkan cara bekerjanya the sillent killer. Diam-diam, menyerang secara mendadak dan menghentikan kerja organ paling vital, bahkan pada orang yang gemar olahraga seperti Pak Warno dan Adjie Massaid. Oleh karena itu penting untuk mengenali faktor resiko yang bisa membuat seseorang mengidap penyakit jantung seperti obesitas, penyakit darah tinggi, diabetes, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Serangan jantung umumnya berupa nyeri di dada dan sesak nafas karena terjadi penyempitan pembuluh darah arteri sehingga suplai oksigen dan darah berkurang. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung kerap berujung pada kematian.

Jadi apa yang harus dilakukan agar jantung kita tetap sehat?. Suka tidak suka, pola hidup sehat harus menjadi pilihan untuk mencegah penyakit jantung. Menjalankan pola hidup sehat bisa dimulai dengan pola makan yang bergizi dan teratur, cukup istirahat, menjalankan kebiasaan sehat seperti olahraga, tidak mengonsumsi alkohol, tidak merokok dan hindari stres, serta rutin memeriksakan kesehatan.

Memang butuh konsistensi sih dalam menjalankan pola hidup sehat. Tapi, lebih baik susah payah mencegah daripada susah payah mengobati bukan?. Upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan terapi jantung. Terapi ini bisa dilakukan dengan terapi ozon apheresis.

Beginilah proses terapi ozon apheresis dilakukan:

produk-apheresis

Metode ini diyakini memiliki efektifitas yang tinggi, mengapa? karena ozon dimasukkan langsung ke dalam darah. Terapi ozon apheresis ini dianjurkan dilakukan selama 8 kali untuk mendapatkan hasil terbaik, dengan jeda selama seminggu. Sedangkan untuk perawatan, terapi ozon apheresis bisa dilakukan sebulan sekali. Terapi ozon aphereshis bisa dilakukan di klinik terapi jantung, Standmed Center, Jakarta.

Barangkali ada yang bertanya, apakah terapi ozon apheresis ini tidak menimbulkan ketergantungan?. Terapi ozone apheresis tidak menimbulkan ketergantungan. Yang perlu dipahami bahwa jika setelah rutin melakukan terapi sebulan sekali untuk pencegahan penyakit dan kemudian berhenti makan kondisi tubuh akan kembali seperti sebelum melakukan terapi ozon.

Peribahasa lama bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati itu benar adanya. Mari sehatkan jantung sejak sekarang. Jangan biarkan serangan itu datang merenggut kebahagiaan kita.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Terapi Ozon yang disponsori oleh Stanmed Center Klinik Kesehatan dan Kecantikan

Only registered users can comment.

    1. Sepakat mba, lebih baik mencegah deh walaupun harus susah payah, misal dengan olahraga. Daripada susah payah mengobati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *