Sharing Menulis dan EYD Bersama Anna Farida

sharing menulis dan EYDSejak kenal dengan blog, saya jadi makin sering menulis. Setiap bulan pasti ada beberapa tulisan yang berhasil diselesaikan. Selama ini sih sudah terbiasa menulis tanpa takut salah ejaan (baca: EYD), pokoknya mah nulis saja sampai selesai, baru setelah itu tulisan diedit sendiri. Cara ini ampuh lho untuk mengurangi rasa seram ketika harus menulis sesuai EYD. Gimana dengan teman-teman? suka takut nggak ketika harus menulis sesuai EYD?.

Jujur nih, pengetahuan saya tentang EYD juga masih terbatas. Ketika mendengar Mba Anna Farida, seorang editor ini berkunjung ke IIDN Solo, saya pun tidak melewatkan kesempatan ini. Bertempat di restoran Sego Wiwit di kawasan Colomadu, Mba Anna pun berbagi pengalaman menulis dan EYD pada hari Rabu tanggal 15 April 2015.

Pengalaman Mba Anna dalam menulis ternyata di awali dengan menjadi penerjemah. Pekerjaan ini dipilih karena menurut beliau DL nya longgar. Maklum saat memulai karir sebagai penerjemah, anak-anaknya masih kecil, jadi beliau mengambil pekerjaan yang mampu dikerjakan dengan kondisi yang seperti itu.

Mba Anna sharing pengalaman menulis
Mba Anna sharing pengalaman menulis

Selain menjadi penerjemah Mba Anna juga suka menulis di blog pribadi. Materi tulisan blognya berkisah tentang anak-anak beliau. Momen yang awalnya diniatkan untuk mengabadikan kenangan ternyata dilirik oleh sebuah penerbit. Lahirlah buku pertama Mba Anna tentang parenting. Setelah buku pertamanya terbit kemudian lahirlah buku-buku selanjutnya. Hm, cerita yang mirip dengan saya sih, menulis di blog pribadi dulu. Bedanya Mba Anna sudah memiliki buku solo sementara saya belum.

Lalu bagaimana ceritanya Mba Anna bisa terjun sebagai editor?. Hm, ini sih gara-gara bertemu dengan Mba Indari Mastuti, founder dari komunitas IIDN. Mba Anna ini mendapat tugas untuk mengedit naskah yang masuk ke Indscript Creative, sebuah agensi naskah milik Mba Indari yang telah banyak mewadahi terbitnya buku-buku karya anggota IIDN.

sharing menulis dan EYD

Namanya editor, kerjaannya pastilah berhubungan dengan mengoreksi tata bahasa. Sejak saat itulah Mba Anna Farida dan EYD itu tak terpisahkan,hehehe. Setelah berdirinya Sekolah Perempuan, yaitu tempat belajarnya perempuan yang ingin bisa menulis dan menerbitkan buku, Mba Anna pun didaulat menjadi salah satu pengajar, khusus materi EYD. Tuh kan benar kata saya, beliau ini di IIDN memang masternya EYD kok.

Menurut Mba Anna, nggak ada yang perlu ditakutkan dari EYD atau ejaan yang disempurnakan. Secara sederhana EYD itu diperlukan untuk menyempurnakan bacaan agar pesannya sampai ke pembaca. Biasanya yang dilakukan adalah menggunakan tanda baca secara tepat, penulisan kata disambung atau dipisah, penggunaan huruf kapital dan sebagainya. Seperti halnya menulis yang membutuhkan latihan, memahami EYD juga memerlukan praktek secara konsisten. Kalau tidak hapal aturan EYD kan bisa buka KBBI.

pemenang lomba blog iidn solo
pemenang lomba blog iidn solo

Oh ya, selain acara sharing, ada pula acara penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba blog IIDN Solo yang mengambil tema kuliner Solo. Pemenang pertama diraih  oleh Mba Fafa Fathurohmah, pemenang kedua Mba Noer Ima Kaltsum dan pemenang ketiganya adalah Mba Zakiah Wulandari. Selamat ya, dan tak lupa terimakasih untuk Mba Puji Hastuti dan Uti Astutiana atas kesediaan menjadi sponsorhip lomba blog tersebut.

Kopdar kali ini lebih ramai dari kopdar sebelumnya, padahal hari kerja lho. Bukan karena banyak anak-anak lho ya, kalau ini mah biasa. Ada 16 orang anggota yang hadir, wah pecah telor nih. Yang ini spesial karena ada beberapa anggota yang sebelumnya tidak pernah hadir kali ini bisa hadir. Duh senangnya, semoga kopdar selanjutnya bisa hadir lagi ya biar tambah semarak IIDN Solo. Selain ada anggota baru IIDN Solo juga harus melepas kepindahan Mba Avie Azahra, beliau harus mengikuti suami pindah ke Bogor. Selamat jalan Mba Avie.

yang datang dan pergi
yang datang dan pergi

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

16 thoughts on “Sharing Menulis dan EYD Bersama Anna Farida

  1. EYD memang penting banget meski proyeknya bahasa Jawa. Seperti waktu bapak ngerjain kamus bahasa Indonesia – Jawa, Gramedia ngirim KBBI untuk membantu bapak dan mewajibkan semua contoh sesuai EYD.

    1. Wuih, keren , menulis dalam bahasa jawa. Bahasa jawa saya pas-pasan je, kalau ada kamusnya sangat membantu nih.

  2. Seru sekali kopdar IIDN Solo! Matur nuwun, Mbak Ety!
    Benar, EYD kan buat memandu, bukan membelenggu #tsaaah 😀
    Belajar EYD harus sambil menulis, dicicil. Tulisan saya setahun lalu saja pasti masih ada yang salah. Cuek saja, namanya juga sinau, huehehe …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *