Melepas Anak Pergi Kemping

pergi kempingKemping? wah, sudah lama sekali saya tidak pernah melakukannya. Terakhir kemping itu saat saya masih SMP deh. Huhuhu, itu sudah lebih dari 20 tahun yang lalu. Dulu, saya aktif di kegiatan Pramuka dan PMR. Dua ekskul ini memang beberapa kali mengadakan kemping bagi anggotanya. Sekarang setelah punya anak, bukan lagi saya yang kemping melainkan anak saya. Banyak juga yang harus dipersiapkan, tak terkecuali mental saya untuk melepas anak perempuan saya pergi kemping.

Bukan bermaksud lebay apalagi alay, ini semata-mata karena saya tuh suka merasa gimana gitu. Perasaan baru kemarin ngelahirin, nggantiin popoknya, ngajarin jalan, ngajarin naik sepeda, rasanya dia tuh masih kecil. Eh, tiba-tiba dia harus kemping, melakukan semua sendiri tanpa bantuan saya.

Ada terbesit rasa was-was, bukan soal kemandiriannya sih karena selama ini untuk anak seusianya, Nisrina tuh sudah cukup mandiri. Ini soal kesehatannya, sebenarnya sih sebelum berangkat Nisrina dalam kondisi  sehat. Hanya saja saya suka kawatir berlebihan dengan riwayat operasi yang dialaminya. Untungnya, suami selalu bisa membuat saya percaya bahwa semuanya baik-baik saja.

Oh, ya, namanya kemping, pasti membawa banyak perlengkapan. Meskipun sudah dibagi-bagi dalam setiap kelompoknya. Bawaan tiap anak tetap saja banyak. Nisrina tuh kejatah membawa tikar, talenan, pisau, minyak goreng, bumbu masak, sayur dan patok. Bawaan ini masih ditambah dengan perlengkapan pribadi seperti baju ganti, perlengkapan mandi, peralatan sholat, alat tulis, P3K, bekal makanan dan minuman, tak ketinggalan tongkat bambu.

Barang-barang ini sudah disiapkan beberapa hari sebelumnya namun baru semalam dipackingnya. Huft, ternyata 1 tas ransel dan dua tas jinjing yang harus dibawa Nisrina, banyak juga, ternyata. Alhamdulilah sih semua yang ada dalam daftar nggak ada yang ketinggalan. Semoga saja Nisrina bisa mengikuti kegiatan kemping dengan bahagia.

Bagaiana dengan teman-teman? punya pengalaman yang sama nggak nih saat harus melepas anak pergi kemping?. paling tidak ada beberapa hal yang saya lakukan sebelum melepas anak pergi kemping. Berikut ini list nya:

  • Persiapan fisik, pastikan kondisi anak dalam keadaan yang sehat.
  • Perlengkapan pribadi (peralatan mandi, baju ganti, dll)
  • Perlengkapan kelompok (peralatan mendirikan tenda, tikar, peralatan memasak)
  • Obat-obatan
  • Makanan dan minuman
  • Membekali anak dengan kemampuan menjaga diri. (seperti tidak boleh ada orang yang memegang tubuhnya dll.)

kemping

Alhamdulilah dengan persiapan tadi saya bisa melepas  Nisrina pergi kemping tanpa perasaan was-was lagi. Dan yang membuat saya senang, tadi pagi suami saya kirim foto Nisrina di tempat kemping. Dia terlihat bahagia.

Selamat kemping ya Nak.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

35 thoughts on “Melepas Anak Pergi Kemping

  1. Semoga Nisrina baik baik aja kemping nya ya makk.. Btw aku jadi ingat dulu waktu kecil tidak pernah ikut kemping dan kegiatan pramuka lainnya karena tidak dibolehkan oleh orang tua. Aku juga malas dan takut sih makk hehehe.. Tapi pas besar jadi ingin kemping hihihii

    1. Aamiin. Biasa lah perasaan emak-emak. Hehehe, kebalikan sama saya, waktu sekolah saya suka kemping. Seneng aja bisa tidur di alam bebas.

  2. wah mungkin nanti saya akan melakukan hal yang serupa dengan mak ety, saya juga memiliki anak perempuan. Kudu ekstra hati hati dalam memberikan nasehat yang bisa menjadikan menjaga diri.

  3. Wow, pas bener 26-27 September, anakku juga pergi ikut persami. Tapi masih tenang karena tendanya didirikan di halaman sekolah. Dan mempersiapkan barang-barangnya sama dengan memupuk kesabaran akibat ada salah satu teman kelompoknya yang di detik-detik terakhir malah nggak mau bawa barang-barang yang sudah dibagi sebelumnya. Insyaa Allah mau nulis juga ah … hehe. Oya, anakku namanya Nisrina juga, seringnya dipanggil Nina.

    1. Wah bisa samaan gini Mak. Kalau anak saya tempat kempingnya jauuh dari sekolah maupun dari rumah. Jalan menuju kesana berkelak-kelok dan beberapakali ada tanjakan. Siip, ditunggu ceritanya ya Mak.

  4. Melepas anak perempuan kemping memang sedikit khawatir ya mba, apalagi anak pernah sakit. Dulu ibuku juga bgitu berat bnget ngizinin aku kmping, karena ada riwayt migrain. Tp giliran anak cowok santai saja hehe.

    1. Saya tuh pernah merasakan kemping itu. Mau apa-apa harus usaha dulu, cari tempat mandi, mandi nya ngantri, air dibatasi, mau makan harus masak sendiri. Hihihi, suka kawatir apa anakku bisa.

  5. kebayang mak gimana was2nya ngelepas anak kemping hehehe….tapi dibalik kecemasan emak2 dirumah,anak2 disana bahagia luar biasa hehehe..pengalaman kemping juga,dilepas nagis2,habis itu seseruan deh

    1. Iya Mak, dia seneng banget waktu kemping. Malamnya saya tengokin, wajahnya berseri-seri walaupun kegiatannya padat

  6. Waktu anak sulung saya bilang akan ada acara kemping di sekolah, saya sudah dihinggapi kekhawatiran macam-macam. Cuma mau melarangnya ikut kemping, ga tega. Soalnya dia antusias sekali.
    Pas hari H, ternyata anak saya ga terpilih ikut kemping. Mendengar itu saya girang banget. CUma pas didepan anak, saya pura-pura ikutan sedih karena dia gagal ikut kemping he..he..

  7. wah kebeneran, mnggu depan si tengah mau kemping. dari jauh hari udah semangat banget n ga sabar pengen buru2 berangkat 😀
    kalo saya ga terlalu kuatir krn pas anak pertama kemping udh deg2annya, hehe

  8. Di mana2 begitulah orang tua ya Mak. rasa khawatir selalu ada. Jadi inget waktu saya kelas 6 ada rekreasi dan ayah saya ikut. Saya satu2nya anak yg didampingi ortu, malu euy! Tapi ya gt, boleh ga boleh ayah sy hrs ikut hikzzz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *