Hindarkan Anak Dari KeKerasan Seksual

wpid-1445922725410.png

“Anak kita adalah amanah, dia bukan milik kita. Tugas kita adalah menjaganya hingga pada saatnya nanti, ia kembali dalam kondisi yang paling baik seperti saat dia datang.”

Peristiwa terakhir itu, membuat saya tak bisa menahan diri untuk tidak menulis tentang hal ini. Perasaan marah, benci, miris, prihatin campur aduk jadi satu. Bagaimana tidak, seorang anak yang seharusnya kita lindungi justru mengalami kekerasaan seksual hingga meninggal. Kasus kekerasan seksual terhadap anak tempo hari itu adalah kasus yang kesekian. Seolah tak ada habisnya, satu persatu muncul ke permukaan. Sudah sebegitu mengerikankah lingkungan tempat anak-anak kita tumbuh?.

Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan, ah terlalu dibesar-besarkan. Itu kan cuma di beberapa tempat. Maaf jika saya harus mengatakan bahwa, kekerasaan seksual itu memang perkara besar. bahkan jika hanya satu saja korban. Apa yang terjadi di Indonesia itu sudah mencapai ribuan kasus. Coba perhatikan data berikut ini:

Infografis milik SEMAI2045
Infografis milik SEMAI2045

Angka kekerasan seksual terhadap anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Jangan sampai, semakin banyak anak yang menjadi korban dan kita hanya mampu melihat satu persatu tunas itu jatuh berguguran.

Barangkali kita merasa tidak perlu peduli karena merasa tempat tinggal kita aman. Hm, coba kita lihat lagi, dari beberapa kasus kekerasaan seksual terhadap anak itu justru dilakukan oleh orang dekat ataupun orang yang dikenalnya, bisa ayah atau saudara. Masih yakin bahwa lingkungan yang kita anggap baik itu aman untuk anak-anak kita?.

Jika sudah begini apakah kita akan diam saja?. Pun bukan anak kita yang menjadi korban, masih bisakah kita layak tenang?. Sebagai rakyat biasa saya tentu amat berharap pada aparat penegak hukum di negeri ini agar mampu menegakkan hukum secara adil. Mampu membuat sanksi yang memberikan efek jera terhadap para pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Lebih dari itu kita sebagai orangtua perlu untuk membekali anak-anak kita dengan kemampuan melindungi diri dari kekerasaan seksual. Kita tidak mungkin setiap waktu bersama anak-anak bukan?. Saat di sekolah, saat bermain dengan teman-temannya, saat mereka mengikuti les, saat mereka mengaji dll.

Tindakan Apa Yang Termasuk Kekerasan Seksual?

Sebelum membicarakan tindakan pencegahan, ada baiknya kita sebagai orangtua mengenali terlebih dulu bentuk-bentuk dari kekerasan seksual terhadap anak, antara lain:

  • Menggunakan anak sebagai rangsangan seksual
  • Menekan atau mengancam anak untuk melakukan aktifitas seksual
  • Memperlihatan sesuatu yang tidak senonoh dari alat kelamin kepada anak
  • Menampilkan pornografi kepada anak
  • Melakukan hubungan seksual dengan anak
  • Kontak fisik dengan alat kelamin (kecuali dalam konteks non seksual seperti pemeriksaan medis)
  • Melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik (kecuali dalam konteks non seksual)
  • Menggunakan anak untuk memproduksi pornografi

Pelaku kekerasan terhadap anak biasanya orang yang lebih tua. Namun ada fakta mengejutkan bahwa beberapa kasus kekerasaan seksual terhadap dilakukan oleh anak-anak terhadap teman sebaya maupun saudaranya.

“Kasus anak 10 tahun yang mencabuli teman sebayanya di Koja, Jakarta Utara” (kompas.com)

“Kasus seorang Kakek yang mencabuli Siswi SD di Malang Jawa Timur (tempo.co)”

“Kasus ayah kandung cabuli anak kandungnya sejak kelas 5 SD di Tebing Tinggi Sumatera Utara (kompas.com)”

“Kasus paman cabuli keponakan sejak kelas 2 SD hingga usia 12 tahun di Jakarta Utara (kompas.com)

“Kasus Guru SD yang cabuli 5 siswanya di sekolah di Cipayung Jakarta Timur (kompas.com)

Lihatlah para pelaku tersebut, mereka adalah orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung, pengayom dan pendidik bagi anak-anak. Dan ini bukan satu dua kasus saja, tapi ribuan. Jika sudah begini, masih merasa tidak perlu melakukan apa-apa?.

Lalu Apa Yang Bisa Dilakukan Orangtua?

“Mencegah itu lebih baik daripada mengobati”

Pepatah lama ini relevan dengan persoalan di atas. Mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak tentu lebih mudah dilakukan ketimbang harus mengobati luka yang dialami ketika seorang anak mengalami hal tersebut. Luka fisik bisa sembuh dengan obat. Luka batin itu membawa trauma kejiwaan yang tak mudah untuk dipulihkan.

Demi menghindari tindak kekerasan seksual, orangtua harus melakukan beberapa tindakan pencegahan yaitu memberikan pendidikan seksual sejak dini. Tentu saja, ini diberikan sesuai dengan tingkatan usianya.

Untuk anak usia 0-5 Tahun

  • Beri pemahaman pada anak bahwa tubuhnya itu berharga baik bagi dirinya, orangtua maupun keluarga sehingga tidak boleh ada yang menyakitinya.
  • Kenalkan dengan jenis sentuhan
Sumber: SEMAI2045
Infografis milik : SEMAI2045

Nah, disini metode penyampaian menjadi penting. Pada anak-anak usia 0-5 tahun bisa dilakukan metode 3B yaitu bermain, bercerita dan bernyanyi. Ini adalah contoh mengenalkan jenis sentuhan melalui lagu. Bisa langsung diajarkan pada anak-anak kita. Lagi ini berjudul “Sentuhan Boleh, Sentuhan Tidak Boleh”.

Bagaimana dengan anak usia 5-7 tahun?. Pada usia ini anak umumnya sudah lancar berkomunikasi, maka sebaiknya mulai beri pemahaman yang lebih kompleks, seperti:

  • Kenalkan perbedaan antara orang asing, teman,sahabat dan muhrim.
  • Ajari anak untuk percaya pada perasaannya sendiri.
  • Biasakan anak berani berkata tidak atau tidak mau.
  • Ajari anak untuk mampu judes, galak bahkan bohong saat dirinya terancam.
  • Bangun ikatan emosional yang kuat dengan anak agar ia merasa dekat dan nyaman biacara apa saja dengan kita.
  • Biasakan anak untuk menahan pandangan dan kemaluan.
  • Latihlah anak untuk tertib saat tidur seperti, tidak berpakaian minim, tutup pintu kamar saat tidur, tidur terpisah dari orangtua atau lawan jenis.
  • Tertib saat mandi seperti mandi sendiri, istinja sendiri, tidak mandidan istinja bareng orang lain, menutup tubuh bukan hanya dengan handuk ketika keluar kamar mandi, tidak berganti pakaian di depan orang lain.
Sumber: SEMAI2045
Sumber: SEMAI2045

Kekerasaan seksual terhadap anak sudah sangat mengkhawatirkan. Kita sebagai orangtua harus bergandeng tangan satu sama lain. Membekali nilai-nilai yang baik dari rumah. Membekali kemampuan melindungi diri. Yang tak kalah penting adalah membentuk lingkungan yang ramah anak.

Anak-anak kita sekarang adalah calon-calon pemimpin bangsa ini 30 tahun kedepan. Hindarkan  mereka dari kekerasaan seksual agar bangsa ini bisa memperoleh pemimpin yang kuat dan sehat serta cerdas.

“Kontribusi terbesar seseorang bagi negara dan kemanusiaan adalah membesarkan anaknya dengan baik” Bernard Shaw

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

27 thoughts on “Hindarkan Anak Dari KeKerasan Seksual

  1. Terima kasih ya mbak sharing informasinya.. Suka bingung kadang cara menyampaikan anak untuk menjaga dirinya secara seutuhnya.. Zaman skrg teknologi sudah mendominasi agak kesulitan juga ya kadang mengenali cara mengajarkan menjaga diri.
    Salam kenal

    1. Saya juga dulu bingung mba makanya saya rajin browsing. Trus ketemu informasi tersebut. Sekalian saya sharing semoga bermanfaat bagi orang tua lainnya.

  2. Sharingnya sangat bermanfaat sekali mbaa,, jujur sebagai calon ibu saya kuatir dgn gaya hidup manusia jaman sekarang, serem, kriminal meningkat, kekearasan pada anak semakin banyak pun soal bahaya seksual. sempat mikir kalo mau homeshcool aja buat anak kelak 🙁

  3. duhhh ngeri,betul dibanyak kasus yg melakukan kekerasan seksual pd anak justru org terdekat,hrs ekstra bgt nih jagain syafieq.makasih sharing nya mak,komplit berguna bgt utk sy,salam… 🙂

  4. Mungkin benar juga kita harus menanamkan pendidikan seksual sejak dini kpd anak kita, adik2 kita. yupppsss., pengetahuan tentang hal2 yang di larang ketika berhadapan dengan lain jenis ataupun pada diri sendiri. Tapi kadang nafsu itu sulit dikendalikan., why & How?? mungkin menyegerakan menikah pada yang sudah siap itu adl solusi yg tepat.

  5. Mengajari dan mengenalkan anak: mana org asing, kerabat, teman etc, butuh teknik dan bahasa yg mudah ci cerna oleh anak-anak. Krn, rentetan pertanyaan :apa, kenapa, bagaimana, siapa dsb srg bikin saya pusing juga utk menjelaskannya. hehehe

    1. Problem yang sama, mungkin karena dulu kita nggak diajari yang beginian sama orangtua jadi kita gagap ketika harus memberikan materi sensitif ini pada anak-anak kita.

  6. Suka sama infografisnya mbak, emang sekarang cukup marak terjadi kekerasan seksual kepada anak. Kalau menurutku, hal yang paling utama untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual adalah dengan menjalin komunikasi yang lebih intens dengan anak. Jadi orang tua akan tahu perubahan-perubahan yang terjadi dari anaknya.

    1. Infografisnya dari SEMAI 2045 Mas Jefry. Betul Mas, komunikasi yang baik itu modal untuk tahu kondisi anak. Namun sebelum terjadi perubahan-perubahan sebaiknya anak-anak dibekali kemampuan melindungi diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *