Ingin Tua Dan Sakinah Bersamamu

wpid-picsart_11-20-11.14.14.jpg

Merasa tumben banget, beberapa hari menjelang ulangtahun pernikahan kami, tiba-tiba suami kirim beberapa quotes romantis yang bikin hatiku meleleh. Setahuku sih, sebelas tahun mengenalnya dalam pernikahan, dia bukan tipe laki-laki romantis. Tidak pernah memberikan sekuntum bunga mawar, mengajak candle light dinner ataupun mengajak jalan-jalan ke tempat yang syahdu berdua saja, big no pokoknya. Makanya, tiap kali momen ulangtahun pernikahan itu tidak pernah dirayakan. Justru disaat itu, suamiku biasanya sedang bekerja, bekerja, dan bekerja.

Sedihkah saya dengan kenyataan ini? Jawabannya adalah “Tidak”. Saya tidak menemukan satu alasan pun yang pantas membuat sedih karena tak ada perayaan ulangtahun pernikahan. Justru saya menemukan banyak alasan untuk bersyukur karena memilikinya, tsaaah, cakeep, kibasin jilbab dulu. Ya, nggak tahu diri aja saya, jika sudah diberi suami yang baik masih saja tidak bersyukur.

Saya ingat betul, saat memberanikan diri untuk menerima pinangannya. Kelihatan jika dia adalah laki-laki yang bisa memikul tanggungjawab. Darimana tahunya? Ya, kelihatan dari usahanya mendekati dan mempersiapkan diri sebagai suami. Pernikahan buat saya bukan tentang cinta semata tapi juga  tanggungjawab. Hehehe, soal ini saya setuju banget sama quotes seorang teman yang mengatakan :

“ Pernikahan adalah saat tanggungjawab ayah berpindah ke pria di sebelah (Arinta Adiningtyas)’

Hahaha, pas banget kan!. Sebelum nikah segala tanggungjawab memberikan nafkah, mendidik, dan melindungi ada dipundak ayah kita. Setelah menikah semua itu berpindah ke pundak pria yang ada sebelah kita saat di pelaminan alias suami. Jadi, poin tanggungjawab itu penting banget bagi saya ketika menerimanya sebagai suami.

Alasan lain, kenapa saya menerimanya sebagai suami itu karena melihat dia bisa menjadi imam bagiku. Perempuan mana yang tidak ingin memiliki suami sekaligus imam yang baik. Saya pun menginginkannya. Hm, kalau dia sih imam yang baik, makmumnya aja yang kadang-kadang suka nakal, hehehe.

Dan, alasan terakhir itu adalah karena takdir. Ini sesuatu yang nggak mungkin banget ditolak. Ya, karena memang ini adalah jodoh yang  Alloh pilihkan buat saya. Ehm, nggak ada kriteria fisik nih?. Wah, nggak ada lah, Saya menikah diusia yang bukan abegeh lagi, jadi urusan fisik malah nomer sekian. Kata orang, ketika sudah menikah, rupa fisik tidak bisa jadi jaminan dalam menyelesaikan persoalan yang mungkin akan dihadapi dalam pernikahan. Yang bakal menentukan justru pola pikir dan cara menyikapi persoalan dan itu benar adanya.

Ditahun Kesebelas

Kalau bicara angka, 11 tentu angka yang kecil dibandingkan dengan ulangtahun pernikahan yang berbilang puluhan.  Tapi, bukan berarti hal yang mudah untuk melewatinya hingga detik ini. Jika pernikahan itu diibaratkan sebuah kapal yang sedang berlayar di lautan maka kapal tentu akan menghadapi ombak, angin bahkan badai.

Begitupun dengan pernikahan kami, tak luput pula dari belitan persoalan-persoalan hidup dari remeh temeh hingga yang serius. Ada marahan, ada diem-dieman, tapi sering juga becanda dan jahil-jahilan. Ya, gitu deh, saya memang bukan perempuan dan istri yang sempurna begitupun suami, bukan laki-laki dan suami sempurna. Kami ada saling melengkapi dan ini fakta. So far, alhamdulilah, semua aman terkendali. Persoalan datang, tak lama setelah itu datang pula solusinya. Tidak ada alasan untuk lupa bersyukur atas semua karunia ini.

Terus, ngapain ya di ulangtahun yang kesebelas ini?. Hm, nggak akan ngapa-ngapain juga kecuali mengingat kembali dan saling menguatkan komitmen satu sama lain. Soal ini suami sudah melakukannya seminggu sebelum ulangtahun. Dia mengirimkan beberapa quotes yang katanya pas banget dengan isi hatinya.

sumber : imuslimshop.com
sumber : imuslimshop.com

Memelihara cinta hingga tua bukan hal yang mudah bukan? jika ini mudah tentu semua pasangan bisa selalu bersama hingga tua. Nyatanya sebagian dari mereka memilih berhenti sebelum masa tua menjelang. Apa yang bisa membuat cinta itu tidak pudar dimakan waktu? komitmen kah?. Yang jelas, niat itu telah terucap sejak akad itu, jadi apa yang menjadi jalan menuju pada tujuan kami tentu akan diupayakan, termasuk menjaga agar cinta ada selamanya.

sumber: imuslimshop.com
sumber: imuslimshop.com

Jatuh cinta berulangkali pada pasangan, mungkinkah?. Disaat keburukan masing-masing diketahui, diantara lelahnya aktifitas sehari-hari, dan diantara kejenuhan yang menghampiri, bisa jadi tidak mudah untuk jatuh cinta lagi pada pasangan. Komitmen untuk menjaga nyala api cinta hanya bisa dilakukan bersama-sama. Semua akan berhenti ketika salah satunya tak lagi menghendaki kebersamaan. Tidak mudah, tapi akan selalu kami upayakan. Tak lupa terselip pinta disetiap lantunan doa kami.

sumber: imuslimshop.com
sumber: imuslimshop.com

Fitrah manusia memang berpasang-pasangan. Alangkah beruntung jika kita bisa memiliki pasangan yang berkomitmen untuk membangun rumahtangga yang sakinah. Tak hanya mampu menjadi penawar kesepian juga mampu memberikan kebahagian dunia dan akherat kelak.

sumber: imuslimshop.com
sumber: imuslimshop.com

Menua bersama dengan cinta yang masih setia di hati tentu hal yang membahagiakan dan menjadi cita-cita banyak pasangan. Meskipun untuk bisa kesana bukan hal mudah, onak duri pasti akan ada disetiap episode perjalanan cinta kami. Semoga kami berdua disampaikan juga kesana.

sumber: imuslimshop.com
sumber: imuslimshop.com

Saya, akhirnya speechless ketika sampai pada qoutes terakhir. Apalagi coba kata yang tepat untuk menyatakan kebahagiaan disaat seperti itu. Rasanya, lengkap sudah kebahagiaan ketika bisa menghabiskan masa tua dengan pasangan tercinta dan selalu sakinah hingga akhir hayat.

“Akad tlah terlantun indah.

Malaikat pun bersimpuh mendengar lantunan doamu.

Bila kelak di perjalanan, kita terpisah di persimpangan.

Ingatlah! betapa semesta menjadi saksi atas janji indah kita. ” (Yunita Hentika Dani)

Akhirnya, 21 November 2015 genap sebelas tahun kami merajut kebersamaan. Lalu kado apa yang saya harapkan?. Jika ada kado terindah maka itu adalah kebersamaan kami selamanya dalam sakinah. Ya, aku ingin tua dan sakinah bersamamu. Aamiin.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

12 thoughts on “Ingin Tua Dan Sakinah Bersamamu

  1. Ini sebenernya kode mba ety.. Kode kalau pengen punya kayak Aga. Kayak waktu di tempat bunda yuni itu..haha..

    btw, happy wedding anniversary yaa..semoga semakin sakinah, mawaddah, wa rahmah.

    Saya seminggu lagi mba, menuju 6 tahun. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *