Ngobrol Tentang Gigi Susu

gigi susu

Memasuki pertengahan bulan Desember, hujan semakin lebat saja dan sering ya. Menjaga kesehatan menjadi sangat penting agar tak gampang sakit. Salah satunya adalah kesehatan gigi anak-anak. Umumnya anak-anak kan suka makanan manis seperti permen, jadi harus hati-hati agar gigi susunya tak berlubang. 

Gigi susu memang akan digantikan oleh gigi tetap. Namun, bukan berarti keberadaan gigi susu boleh untuk disepelekan. Mengingat fungsinya yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Sudah seharusnya keberadaan gigi susu dirawat dengan baik sejak dini. Masalahnya merawat gigi susu gampang-gampang susah karena menyangkut pembiasaan pada seorang anak. Adakah diantara teman-teman memiliki masalah dalam perawatan gigi susu pada anak-anaknya?

Sebelumnya saya ingin cerita nih:

Anak saya kan dua, dua-duanya ASI selama dua tahun dan tidak minum susu dari botol. Kepada keduanya, saya memberikan treatment yang sama untuk perawatan giginya. Sejak bayi saya biasa membersihkan gusinya ketika habis minum susu dan makan. Menyikat gigi sejak gigi susu pertamanya tumbuh diteruskan hingga kini. Saya perbolehkan mengonsumsi makanan manis dengan batasan baik jumlah maupun jenisnya. Bagaimana kondisi gigi susu keduanya?

Mba Nisrina kondisi giginya bagus, tidak ada gigi yang karies. Dengan kondisi gigi yang bagus, gigi Mba lambat tanggalnya. Sementara gigi Zahira, 2 geraham susunya ada karies. Gigi lain sih bagus, dan gigi Zahira lebih cepat tanggal daripada gigi Mba.

Saya sempat heran, kenapa ya hasil perawatan gigi anak saya berbeda hasilnya. Memang sih gigi geraham Zahira itu gigi susu jadi nantinya bakal digantikan gigi tetap tapi saya merasa gagal lho menjaga kesehatan gigi anak kedua saya.

Setelah saya ingat-ingat, Zahira tuh lebih suka makanan manis, apalagi permen. Bukannya tetap rajin gosok gigi ya? kalau gitu kan seharusnya nggak ada masalah ya dengan karies. Setelah saya ingat-ingat, ternyata, ketika masih bayi hingga usia 4 tahun memang rajin gosok gigi karena saya yang melakukannya. Namun, sejak sekolah TK Zahira sudah gosok gigi sendiri.

Lalu salahnya dimana? Bagus dong kalau terus gosok gigi. Namanya anak-anak, seharusnya selalu diawasi ketika gosok gigi, lalu dicek sudah benar-benar bersih belum.Tapi dibagian ini saya kandang tidak mengecek sudah bersih apa belum atau mengecek apa Zahira benar-benar gosok gigi atau tidak. Maksud hati membiarkannya mandiri, tapi ternyataaaa, saya lalai.

akhirnya harus ditambal
akhirnya harus ditambal

Akhirnya gigi geraham Zahira harus ditambal supaya karies tidak semakin parah dan ditambal juga membuat nyaman dalam mengunyah makanan. Kata dokter yang memeriksa, memang sebaiknya ditambal saja sebab masa tanggal gigi gerahamnya masih lama. Untungnya, Zahira nggak takut sama dokter gigi, nggak rewel pula hanya agak sedikit meringis menahan linu saat lubang gigi dibersihkan.

Dari obrolan dengan dokter yang merawatnya, saya tahu bahwa penyebab karies itu karena sisa makanan yang tertinggal membentuk lapisan lunak atau plak. Ini berbahaya karena sifatnya yang asam dapat menyebabkan gigi karies. Disini letak pentingnya untuk menyikat gigi dengan benar agar gigi bersih dan bebas plak.

Itu dia yang sudah saya lalaikan, yaitu memastikan bahwa gosok gigi yang dilakukan Zahira secara mandiri itu telah benar-benar bersih. Mau ditangisin juga percuma ya, duh, edisi baper bersalah sama Zahira nih. Untungnya ini masih gigi susu, cukuplah kelalaian ini. Besok-besok saya harus lebih disiplin dalam mengawasinya ketika gosok gigi.

Bicara soal gigi susu memang nggak bisa lepas dari cikal bakalnya saat janin berusia 6 bulan di dalam kandungan. Saat itulah benih gigi susu mulai tumbuh. Makanan bergizi amat dibutuhkan demi mendapat benih gigi yang baik seperti kalsium dan protein.

Tentang Gigi Susu

Gigi susu atau disebut juga gigi primer merupakan sekumpulan gigi yang pertamakali tumbuh. Umumnya gigi ini tumbuh pada usia 6- 30 bulan. Jumlah gigi ini sebanyak 20 buah terdiri dari 8 gigi seri , 4 gigi taring dan 8 gigi geraham masing-masing ada di rahang atas dan bawah. Keduapuluh gigi tersebut  akan tanggal pada waktunya dan digantikan oleh gigi tetap.

gigi susu sumber : dentalogy.net
gigi susu
sumber : dentalogy.net

Tanggalnya gigi tetap merupakan peristiwa alamiah, artinya bisa terjadi begitu saja pada periode tanggal. Namun adakalanya perlu upaya pencabutan, kala gigi tetap mulai muncul ke permukaan gusi sementara gigi susunya belum tanggal.

Bisa juga yang terjadi justru sebaliknya, gigi tetap tanggal lebih cepat dari jadwalnya. Jika ini yang terjadi gigi tetap kehilangan panduan untuk tumbuh. Sehingga efeknya, gigi tetap tumbuh tidak dalam posisi yang tepat bisa tumbuh miring, berjejal, tumpang tindih, terhalang gigi lainnya bahkan keluar dari lengkung rahang.

Gigi susu walaupun hanya dipakai sementara waktu namun memiliki peran penting dalam:

  • Mengunyah makanan
  • Berperan dalam perkembangan rahang dan otot-otot wajah
  • Mempengaruhi kondisi kesehatan gigi tetap.
  • Berperan dalam perkembangan kemampuan bicara anak-anak

Penting banget kan peran gigi susu bagi anak-anak kita. Mengingat hal tersebut, orangtua seperti kita memang memiliki peran dalam menjaga kesehatan gigi anak-anak. Untuk mendapatkan kesehatan gigi anak yang maksimal, perawatan gigi sejak dini memang harus dilakukan.

Apa saja yang harus dilakukan orangtua dalam merawat gigi susu anak-anaknya:

  • Sebelum gigi susu tumbuh, rajinlah membersihkan gusi anak menggunakan kain kasa basah setiapkali habis minum susu.
  • Begitu gigi susu pertamanya muncul, mulailah sikat giginya secara teratur. Bisa dipilih sikat gigi khusus bayi.
  • Ketika anak sudah bisa memegang sikat gigi, mulai ajarkan untuk bisa menggosok gigi sendiri.
  • Pilihlah sikat gigi yang baik untuk anak, pegangan sikat gigi harus aman dan nyaman jika dipegang. Bulu sikat lembut dan bulat, dan kepala sikat sebaiknya kecil sehingga akan mudah menjakau seluruh sudut.
  • Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride yang pas, tidak boleh lebih dari 600 ppm. Fluoride memang penting untuk pembentukkan gigi yang sehat namun jika berlebihan justru akan merusak gigi. Akibatnya menyebabkan Fluorosis, gigi anak berwarna kecoklatan dengan bintik-bintik putih yang menetap. Nah, usia anak di bawah 6 tahun, rentan terhadap masalah Fluorosis.
  • Pilihlah pasta gigi yang cocok untuk anak-anak seperti yang memiliki rasa buah-buahan agar anak suka menyikat gigi. Gunakan secukupnya saja. Mulailah mengenalkan pasta gigi ketika anak mulai bisa meludah.
  • Gunakan pasta gigi secukupnya saja. Menurut beberapa referensi yang saya baca, penggunaan pasta gigi cukup sebesar biji kacang.

    jangan terlalu banyak pasta giginya sumber foto: pixabay.com
    jangan terlalu banyak pasta giginya
    sumber foto: pixabay.com
  • Cuci bersih sikat gigi setelah digunakan dan keringkan. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi secara rutin.
  • Berikan contoh kebiasaan menggosok gigi pada anak-anak. Sebagai orangtua kita harus menyadari pentingnya teladan bagi anak-anak.
  • Jika ditemukan karies pada gigi anak segera bawa ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Ini penting karena gigi susu anak memiliki peran penting dalam pembentukan gigi tetap.
  • Periksakan gigi anak secara rutin setiap 6 bulan sekali meskipun tidak ada keluhan kesehatan gigi.

Selain pengetahuan yang memadai tentang gigi dan pertumbuhannya, kita juga harus konsisten dalam merawatnya. Ini berdasarkan pengalaman saya saja, betapa untuk memelihara kesehatan gigi dibutuhkan konsistensi. Kadang demi sebuah alasan kemandirian, saya percaya saja sama anak-anak.

Ternyata saya harus lebih cermat lagi. Program kemandirian tetap bisa berjalan namun saya harus lebih kreatif dalam mengawasi. Anak-anak saya memang suka ngambek jika giginya mau dicek apakah sudah bersih atau belum. Nah salahnya saya, seringkali menyerah dengan kengambekan anak-anak terutama Zahira.

Atas alasan ini saya mulai menertibkan diri dalam pengawasan. Kali ini melibatkan suami juga, saking nggak mau kecolongan lagi. Kadang kan situasinya saya sedang repot dengan pekerjaan rumah. Jika ada kerjasama begini kan enak, ketika saya repot maka ada suami yang mengawasi kegiatan gosok gigi anak-anak.

Gigi yang dirawat dengan baik sejak dini tentu akan tumbuh menjadi gigi yang kuat. Kondisi gigi yang sehat dan kuat akan membuat pemiliknya menjadi bahagia karena nyaman dalam mengunyah. Dari sisi estetika, gigi yang sehat dan kuat juga indah dipandang serta menunjang rasa percaya diri lho. Yang paling penting sih, kesehatan gigi menunjang kondisi kesehatan secara umum. Bakteri yang tumbuh di gigi diketahui bisa jadi sumber penyakit lainnya. 

Bagaimana nih dengan Ayah dan Bunda sekalian? Sudahkah mengecek kondisi gigi anak-anaknya?. Jika belum, ada baiknya dicek dulu kondisi kesehatan gigi mereka. Jika ada masalah dengan giginya, lebih dini diketahui tentu bisa lebih mudah penanganannya.

Tepatlah kata pepatah lama, bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan memang memerlukan beberapa tindakan yang kelihatannya merepotkan. Namun jika dilihat lebih jauh ternyata lebih merepotkan tindakan mengobati.

Demi kesehatan gigi anak-anak kita, nggak papa kan jika harus repot mengawasi kegiatan menggosok gigi mereka. Mungkin kita akan berhadapan dengan beragam penolakan dan rajukkan anak-anak seperti apa yang saya alami. Hadapi saja karena gigi susu anak-anak sangat penting perannya untuk mendapatkan gigi tetap yang sehat dan kuat.

 http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

24 thoughts on “Ngobrol Tentang Gigi Susu

    1. Iya yah, kapan-kapan coba bikin. Udah nggak punya bayi soalnya.
      Eh, apa harus punya bayi dulu ya, biar penuh penghayatan gitu nulisnya.

  1. Wah..alhamdulillah tulisan mba ety ini mengingatkan saya. Amay sudah mulai mandiri menggosok gigi sendiri, jd sebelum ada karies saya harus tetap memperhatikan kebersihan giginya.
    Kalau gigi seri atas Amay sudah terkikis mba, kayaknya ada pengaruh dari antibiotik waktu Amay sakit dulu.

    Oiya, ada pengalaman waktu ngajar dulu, salah satu murid saya blm bisa mengucap huruf2 tertentu. Dan memang giginya banyak yg rusak. Memang gigi itu salah satu organ speech sih yaa..

    1. Alhamdulillah mba Arin, sharing pengalaman saja.
      Gigi seri bakal ada gantinya, semoga nanti nggak gigis lagi giginya de Amay.
      Iya mba, memang berpengaruh terhadap perkembangan bicara anak-anak.

    1. Kalau karang gigi sudah keras ya Mba Dian, sebaiknya dibawa ke dokter untuk dibersihkan.
      Memang susah-susah gampang mengajak anak gosok gigi. Harus tahu moodnya anak, kalau saya sekarang dengan sikat gigi bareng-bareng. Yang paling lama gosok giginya itu menang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *