Irit atau Pelit?

Irit Atau Pelit----

Irit pangkal kaya, bener nggak sih?. Saya harus bertanya, karena setelah membaca komik Mak Irits saya jadi berpikir, kenapa gaya hidupnya sudah sangat irit, kok masih dikejar-kejar tukang kredit panci. Komik Mak Irits, mengangkat tema gaya hidup emak-emak yang irit banget. Saking iritnya, saya menganggap kalau Mak Irits ini urat malunya sudah putus kali ya.

Cerita di awali dengan pengenalan, siapa sosok Mak Irits sebagai seorang istri dan emak dari satu orang putri yang memiliki kebiasaan memegang kalkulator. Dilanjutkan dengan cerita tentang Mak Irits dari masa ke masa. Dari sini mulai kelihatan karakternya Si Mak Irits, dari pilihan bacaannya yaitu brosur diskon produk, acara televisi favorit hingga kebiasaannya mengambil kredit alias utang.

Membaca hingga selesai buku ini membuat saya merasa ini gaya hidup yang irit atau pelit ya?. Ada satu kejadian yang membuat terbengong-bengong ketika Mak batal membeli vitamin untuk anaknya gara-gara, vitamin itu bisa meningkatkan nafsu makan. Baginya meningkatkan nafsu makan itu sama dengan meningkatkan pengeluaran. Hadeeeh, masa buat kesehatan anak hitung-hitungan banget.

Dilain waktu saat menghadiri undangan prasmanan. Si Mak dengan cueknya membungkus hidangan yang disajikan di pesta untuk dibawa pulang. Katanya, buat yang di rumah. Idiiih, nggak punya malu ya. Kalau saya sih nggak berani ah jika harus seperti itu. Paling banter, makan aja banyak-banyak, hahaha.

Ada lagi nih, kebiasaannya yang membuat ill feel, ketika belanja jeruk. Dia dengan santainya icip-icip jeruk. Kalau nyoba sedikit misal satu atau dua siung wajarlah ya. Ini nyoba sampai habis sebuah dan nambah lagi. Begitu kenyang eh, langsung ngacir tanpa membelinya. Ish, ini urat malu kemana ya?

Kebiasaan menonjol dari Mak Irits adalah memburu diskon kapan saja dan dimana saja. Pernah saking gelap mata, Mak belanja makanan kaleng diskonan. Begitu sampai rumah, baru dia menyadari kalau expired date nya tinggal sebulan lagi. Akhirnya Si Mak kebingungan cara menghabiskan itu makanan. Ya elah, mak-mak!

Selain fans berat diskonan, Mak juga penggemar gratisan tingkat akut. Nggak percaya?. Ceritanya nih bulan puasa, biasalah di masjid kan suka ada acara buka bersama. Si Mak datang nih, bagus dong, acara buka puasa bersama kan biasanya ada ceramah juga jadi sekalian belajar ilmu agama. Hm, ternyata ini modus lho, Emak cuma pengin numpang makan gratis. Nggak cuma makan di tempat tapi membawa pulang makanan. Halah, halah, geleng-geleng kepala saya.

mak irits

Mak juga suka banget ambil kredit barang ini itu. Hihihi, siapa yang punya kebiasaan seperti itu?. Kebiasaan ini membuat dia tiap bulan harus membayar kredit itu. Herannya, cicilan barang yang satu belum lunas eh, sudah ngutang barang lain lagi, hadeeeh.

Komik Mak Irits ditulis oleh Rahmi Aziza seorang ibu rumahtangga. Ceritanya memang seputar dunia emak dan gaya hidup irit ala Mak Irits. Ditulis dengan jenaka dan sukses membuat saya tertawa cekikikan. Maks Irits ini kadang nggemesin, kadang nyebelin. Saya trenyuh melihat nasib pedagang jeruk yang tak berdaya menghadapi tingkahnya, hehehe.

Komik setebal 132 halaman ini, memberikan wawasan kepada pembaca bahwa gaya hidup irit itu tidak identik dengan memburu diskon apalagi gratisan. Kalau melihat gaya Mak Irits sih, gaya hidup irit yang gagal total deh, qeqeqe. Buktinya, dia berkali-kali justru gagal irit setelah berburu diskon.

Penasaran dengan seluruh isi cerita Komik Mak Irits?. Baca sendiri ya, kalau mendengar cerita saja mah kurang seru.

Judul Buku                        : Mak Irits

Penulis                               : Rahmi Aziza

Penerbit                            : Anak Kita

Jumlah Halaman          : 132 halaman

ISBN                                   : 30-602-286-033-x

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

32 thoughts on “Irit atau Pelit?

  1. Waaah makasih ya mbaa reviewnya, kadang2 kita pengen irit dengan mengejar diskonan sampe setengah mampus, dan akhirnya karena satu dan lain hal malah jadi ngorot. Intinya seperti yang ada di halaman kata penulis, be a smart consumer 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *