Festival Jenang Solo 2016

FESTIVAL JENANG SOLO 2016

Kalau saya sebut kata Jenang, apa yang terlintas di pikiran teman-teman?. Hm, saya sempat berpikir bahwa Jenang di Kota Solo itu sama seperti yang ada di daerah asal saya, yaitu makanan manis sejenis dodol. Ternyata saya keliru, Jenang yang dikenal di sini adalah sebutan lain untuk bubur. Ini namanya lain ladang lain belalang, ya.

Masyarakat Solo, sejak dahulu dikenal lekat dengan berbagai ritual adat. Boleh dikatakan hampir setiap ritual itu ada maknanya. Salah satunya yang berkaitan dengan Jenang atau bubur. Kita semua tentu mengenal bubur ya, makanan bertekstur lembut. Bisa berasa asin dan gurih, bisa juga berasa manis.

Jenang atau bubur kadang di identikkan sebagai makanan bayi dan makanan untuk orang sakit. Nggak salah juga sih, karena bayi kan makanannya memang bubur. Begitupula dengan orang sakit tertentu, biasanya hanya diperbolehkan makan-makanan yang bertekstur lembut seperti bubur ini.

Tapi, di kota Solo ternyata Jenang atau bubur ini memiliki peran yang lebih luas. Tidak hanya semata sebagai makanan pelengkap. Tapi memiliki peran sebagai simbol, doa dan harapan masyarakat terhadap kehidupannya. Jadi keberadaan Jenang ini lekat sekali dengan ritual adat yang berlaku turun-temurun.

Dalam masyarakat Jawa, termasuk Solo dikenal adanya ritual “selamatan” yang dimaksudkan sebagai sarana memohon keberkahan pada Tuhan YME. Salah satu ritual selamatan yang menghadirkan Jenang sebagai ritual adalah selamatan Ibu hamil. Biasanya akan dibuatkan Jenang Procotan.  Tujuannya baik sih,agar ibu dan anak diberi kesehatan dan kelancaran dalam proses persalinan.

aneka jenang solo sumber: eventsolo
aneka jenang solo
sumber: eventsolo

Nanti kalau jabang bayi sudah lahir maka akan dibuatkan Jenang lagi, namanya Jenang Sepasaran. Ada pula Jenang Sumsum, yang biasanya hadir saat ada hajat pernikahan. Tujuannya agar pengantin, keluarga dan segenap panitia diberikan kesehatan dan keberkahan. Masih banyak lagi ritual adat Solo yang menghadirkan makanan lembut ini.

Selama saya tinggal di sini ada beberapa jenis Jenang yang saya tahu. Diantaranya adalah jenang sumsum, jenang mutiara, jenang grendul, jenang pati telo dan jenang lemu. Katanya sih masih ada jenis jenang lainnya tapi saya belum pernah melihat dan merasakannya.

Bagi teman-teman traveller yang meminati event budaya. Bulan Febuari adalah saat yang tepat untuk berkunjung ke kota Solo. Mengapa? karena ada banyak event budaya digelar pada bulan itu. Salah satunya adalah tentang makanan yang saya bahas tadi yaitu Festival Jenang Solo (FJS) 2016.

Festival Jenang Solo rutin diselenggarakan setiap tahunnya dan sudah menjadi kalender wisata kota Solo. Tahun ini Festival Jenang Solo mengangkat tema “Ragam Jenang Nusantara”. Akan ada berbagai rangkaian acara dalam Festival Jenang Solo 2016 ini diantaranya pembagian jenang gratis sebanyak kurang lebih 20.000 porsi untuk pengunjung, masak jenang besar, jelajah sejarah jenang, produksi jenang lintas agama, lomba jenang, pameran foto dan lomba foto, pagelaran seni dan budaya serta beragam acara lain.

Festival Jenang

Rangkaian acara Festival Jenang Solo akan berlangsung dari tanggal 14 Febuari hingga 17 Febuari 2016, bertempat di koridor Ngarsopuro dan Pamedan Mangkunegaran. Acara ini berlangsung dari pukul 10 pagi hingga 9 malam.

Bagaimana, tertarik ingin menikmati aneka Jenang Solo?. Kesempatan bagus buat mengenal keragaman makanan tradisional Indonesia. Asyiknya, bisa dinikmati secara gratis. Hahaha, lihat saja porsinya yang begitu banyak. Hm, bisa kenyang makan Jenang kita.

Buat yang mau travelling di bulan Febuari dan belum tahu mau pergi ke mana. Ayo, ke Solo saja! Kunjungi Festival Jenang Solo 2016.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

41 thoughts on “Festival Jenang Solo 2016

  1. Kirain jenang itu dodol mba.. :p pernah beberapa tahun lalu mampir ke solo sebentar, yang di hunting serabi notosuman dan batik di pasar klewer.. gak sempet cicip jenangnya kota solo.. 😀

    Mudah2an lain waktu dikasih kesempatan mampir lagi.. 😀

    1. Kalau di daerah asal saya ya dodol. Kalau di Solo ternyata lain.
      Kapan -kapan kalau pulang ke Indonesia bolehlah liburan ke Solo.

  2. What??? baru dengar ini lo mbak kalau Jenang = bubur. Wah sepertinya menarik, apalagi dari Jogja ke Solo cuman 2 jam saja. Ah kayaknya bener – bener tergiur nieh mbak,,,, Hmmmm tanggung jawab mbak, hehehehe

  3. Dari dulu memang pengen banget ke solo. Tapi nggak jadi mulu. Semoga deh bulan ini ada rezeki buat ke Solo. Penasaran dengan Festival Jenang nya… Sekalian wisata kuliner hehehe

  4. jenang sumsum dan jenang lemu saya familiar deh, nah jenang lainnya entahah. Jadi inget kalau dulu suka ada tukang bubur sumsum yang lewat depan rumah. Biasanya jam 9an gitu, dan baru nyadar setelah baca postingan ini kalau si abang tukang buburnya udah lamaaa sekali ga lewat depan rumah. Padahal aku suka, manisnya pas dan cocok buat lidahku yang sebenarnya ga terlalu suka rasa manis makanan.

  5. krn nikah ama org solo, aku dr awal dgr jenang ya lgs mikirnya bubur mba :D… mama mertua sering bawain jenang lemu dan aneka bubur2 solo lainnya, so far sih aku suka bgt ama jenang solo ini.. 😉 jenang lemu agak unik ya rasanya, krn dikasih gudeg gitu, tp sbnrnya not bad lah…

    1. Oh Mba Fanny, suaminya orang Solo, Solo nya mana Mba?
      Saya juga suka sama jenang atau bubur ini.
      Di Solo inilah pertamakali makan bubur lawuhnya sayur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *