Kemeriahan Festival Jenang Solo 2016

KEMERIAHAN (2)

Kemeriahan Festival Jenang Solo 2016 berlangsung hari ini di koridor Ngarsopuro. Sejak pagi saya bersemangat sekali untuk menikmati setiap momennya. Maklum, ini baru pertama kalinya saya turut menyaksikan Festival Jenang yang telah menjadi agenda rutin ini. Sejak pagi di sepanjang koridor Ngarsopuro terlihat aneka jenang atau bubur dari wilayah Nusantara siap untuk dibagikan.

Saya memilih untuk menyusuri koridor Ngarsopuro dari arah Es Krim Tentrem. Sejenak saya menyaksikan pertunjukkan tari dari Papua. Entah apa nama tariannya, karena tiba di situ mereka sudah mulai menari. Penonton terlihat antusias menikmati tarian itu. Banyak pula diantara mereka yang berfoto dengan latar belakang para penari yang lincah itu.

Puas menyaksikan tarian Papua, saya pun mulai mengunjungi stand demi stand yang memajang aneka jenang. Paling banyak sih stand dari kota Solo dan sekitarnya. Terlihat partisipasinya cukup tinggi dari ibu-ibu PKK, komunitas sosial seperti Rotary maupun dari hotel-hotel yang ada di Kota Solo.

Lagi asyik ambil gambar, saya ketemu Mba Yang, teman saya dari IIDN Solo. Setelah berbincang sebentar kami berpisah lagi, saya pun melanjutkan perjalananan ke stand berikutnya. Puluhan stand dengan aneka jenang itu semakin membuat saya penasaran ingin mencicipi. Sayang belum saatnya jenang dibagikan.Saya pun harus menahan diri.

Jenis jenang yang ditampilkan peserta dari Kota Solo sebagian saya sudah mengenalnya seperti jenang sumsum, jenang mutiara, jenang pati, jenang tumpang,dan jenang grendul. Saya semakin kemlecer pengin nyicipin tapi lagi-lagi, karena belum saatnya, jadi belum bisa. Saya kembali menelan ludah.

Nah, ada nih satu jenang yang saya sudah mendengar namanya tapi baru kali ini tahu wujudnya, yaitu Jenang Procot. Jenang ini biasanya untuk selamatan ibu hamil dengan usia kandungan 9 bulan. Tujuannya agar bisa melahirkan dengan gangsar dan selamat. Jenang Procot itu dibuat dari adonan tepung beras yang diberi pisang raja kukus. Jenang Procot ini termasuk jenang yang rasanya manis.

jenang procot
jenang procot nih

jenang solo

Peserta Festival Jenang tak hanya berasal dari kota Solo dah sekitarnya. Mereka datang dari Magetan, Papua, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Jambi, dan Banyumas. Dari hasil survey,saya pengin banget merasakan jenang dari Kalbar, Riau, Jambi, dan Papua. Maruk amat ya! biarin lah mumpung gratis, qeqeqe.

Semakin siang pengunjung semakin banyak saja. Sepanjang koridor Ngarsopuro pun berubah menjadi lautan manusia. Ternyata, warga Solo sangat antusias untuk mengikuti festival ini. Gimana enggak! Sebagian dari mereka membawa Tupperware dari rumah, qeqeqe. Buat apa? ya buat bungkus jenang lah.  Ah, tahu gitu, saya juga bawaaaaa.

festival jenang solo

Sementara saya berteduh di bawah pohon asem didepan Resto Omah Sinten bersama teman-teman, di panggung utama tengah berlangsung sambutan dari pejabat pemkot Solo. Pak Walkot nya masih sibuk dengan urusan pelantikan sepertinya.

Setelah sambutan, maka acara bagi-bagi jenang pun dimulai. Ditandai dengan ditaburkannya conventi ke udara maka serempak para pengunjung bisa menikmati jenang-jenang yang telah disiapkan. Ampuuuuun dah, rameee banget.

festival jenang solo

Tubuh mungilku langsung menuju ke stand Kalimantan Barat, kan dari tadi penasaran. Hadeeeh, hampir saja nggak dapat, untungnya masih ada satu, pas buat saya. Maksud hati mau langsung ke stand Kepri tapi antrinya bo, panjang. Ya sudahlah, saya nikmati saja dulu Bubur Pedasnya.

Menurut mba yang jaga stand, Bubur Pedas itu terbuat dari beras yang disangrai kemudian dihaluskan dan dimasak menjadi bubur. Pelengkapnya ada sayuran seperti wortel, kangkung, jagung, kacang panjang dan buncis serta daun kesum, daun khas dari Kalimantan Barat. Ada juga ikan teri dan sambal agar bubur terasa makin nikmat.

Bubur Pedas
bubur pedas

Rasa Bubur Pedas ini gurih dan pedas, cocok untuk sarapan dan mereka yang tak gemar bubur manis. Usai makan Bubur Pedas, saya bermaksud kembali berburu jenang yang lain, ternyata sudah pada habis. Wah, kurang banyak nih jenangnya. Usul nih, tahun depan porsinya ditambah lagi, hehehe.

Festival Jenang Solo 2016 mengangkat tema Ragam Jenang Nusantara, pantaslah jika pesertanya pun dari berbagai wilayah di Indonesia. Hanya saja saya kok tak menemukan peserta dari Sulawesi Utara ya, hehehe, padahal saya pengin banget makan Bubur Manado.

festifal jenang solo

Pesta rakyat yang meriah. Tak hanya makan jenang gratis, pengunjung pun berkempatan mengetahui ragam jenang yang ada di wilayah lain. Bahkan mereka juga bisa mencicipi aneka jenang yang sebelumnya tidak  pernah mereka ketahui.

Eits, ada lagi yang lain, mereka bisa selfie dan welfie sepuasnya dengan latar aneka jenang, atraksi maupun segala atribut yang ada di sana. Nggak percaya? ini nih buktinya:

Senang sih datang ke Festival Jenang Solo 2016, bisa menambah pengetahuan tentang salah satu makanan tradisonal yang keberadaannya kadang diabaikan. Puas? Enggaaaak puas nih! Karena gak kebagian jenang dari Kepri, Jambi, dan Papua. Gimana dong?

jenang grendul waluh
jenang grendul waluh

Bagi-bagi jenang gratis merupakan puncak acara dari Festival Jenang Solo 2016, setelah sebelumnya dari tanggal 14 Febuari telah digelar demo masak jenang, festival foto, workshop jenang, dan adhang jenang. Ya, meski cuma kebagian jenang sedikit tapi saya senang bisa turut menjadi saksi kemeriahan Festival Jenang Solo 2016.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

10 Comment

  1. haduuh…itu buburnya bikin kemecer deh, aku paling suka bubur candil..legiit banget

    1. Aku juga suka bubur candil mba Ika.
      Biasanya kalau bulan puasa aku suka makan bubur candil

  2. Liputan yang menarik mbak. Jadi tahu kalo ada jenang untuk selamten ibu hamil, Jenang Procot

    1. Iya Dewa Laut, masih banyak sebenarnya jenis jenang yang lain.

  3. Aduh menyesal nggak jadi berangkat,,, tadinya aku mau berangkat mbak Ety tapi kok yow males,,, setelah baca – baca kalau pesertanya dari berbagai daerah dan juga ada atraksinya kok malah menyesal jadinya,,,, sukses ya mbak acaranya? kapan – kapan kalau ada lagi mungkin tahun depan kudu wajib kesini, hehe

    1. Huhuhu, padahal sudah di woro-woro kalau ada jenang dari wilayah lain.
      Sukses poll acaranya,pengunjungnya banyak, jenangnya ludes.
      Semoga tahun depan berjodoh Mas Anis

  4. sayang ngga bisa ikutan, huhu… padahal pengen icip2. itu bubur pedasnya ya ampuun, mingin-mingini…

    oya, setelah pindah ke solo saya baru tau kalau disini bubur itu disebut jenang. kalau di purworejo, jenang itu seperti dodol.

    1. Iya Mba arin, rame banget tempo hari.
      Di tempat saya jenang juga sejenis dodol deh.

  5. udah icip-icip jenang apa saja nih bu ety 🙂 aku sayangnya kmrn gak bisa ikutan 🙂

    1. Icip-icip jenang pedas pak danang. .Jenangnya kalimantan barat

Leave a Reply