Indosat Ooredoo Mendukung Digitalisasi Kampus UNS

indosat ooredoo

Indosat Ooredoo mendukung digitalisasi kampus UNS tidak sekadar tampak dari spanduk yang menghiasi kampus namun telah terlaksana dalam wujud digitalisasi KKN UNS di Tawangmangu, Karanganyar.  Saya berkesempatan menyaksikan featurenya pada saat acara Blog Conference di kampus UNS, tanggal 19 Febuari 2016 yang baru lalu. Bagaimana cerita selengkapnya tentang kerjasama Indosat Ooredoo dan UNS?

Digitalisasi kampus merupakan sebuah langkah maju yang layak diberikan apresiasi. Indosat Ooredoo sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi digital, memiliki komitmen kuat untuk mengajak masyarakat memanfaatkan dunia digital dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh dari itu Indosat Ooredoo mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup melalui dunia digital. Salah satunya mengajak dunia kampus untuk aktif memanfaatkan dunia digital secara luas dan bermanfaat.

blog conference uns
Widodo Muktio, Wakil Rektor UNS

Seperti teman-teman ketahui, satu hal yang tak bisa dicegah lajunya adalah teknologi. Salah satunya adalah teknologi internet. Makin hari pengaruh internet semakin besar saja. Perubahan gaya hidup nampak bukan pada diri kita dan sekeliling kita bukan?.

Contoh sederhana saja, jika dulu berkirim pesan selalu memakai SMS, kini mulai ditinggalkan dengan maraknya aplikasi chating yang lebih praktis dan seru. Dulu orang belanja barang harus ke pasar, supermarket, toko atau mall. Sekarang, cukup terkoneksi internet,  kita bisa belanja barang kebutuhan tanpa perlu keluar rumah.

So what now? Semua berubah karena internet. Bagai pedang bermata dua, internet bisa bermanfaat, internet juga bisa bermudharat. Tergantung banget sama usernya mau ambil manfaat atau mudharatnya. Tentu, jika akal sehat digunakan maka semua pasti sepakat, ambil saja manfaatnya. Digitalisasi kampus adalah upaya memanfaatkan dunia digiital untuk kemajuan dunia pendidikan.

alexander rusli, blog conference uns
Alexander Rusli, Presdir & CEO Indosat Ooredoo

“Inisiatif pendidikan secara digital adalah salah satu cara kami menghadirkan dunia digital pada semua orang, sejalan dengan visi baru Indosat Ooredoo yang berkomitmen untuk meningkatkan manfaat teknologi digital kepada masyarakat Indonesia. Dengan program KKN yang sudah terdigitalisasi ini, merupakan langkah awal dalam menciptakan ekosistem digital yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di kampus. Indosat Ooredoo ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang memanfaatkan dunia digital untuk membantu akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Indonesia serta pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat secara keseluruhan, ” papar President Director & CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli.

Lalu apa itu Digitalisasi KKN?

UNS sudah memulainya dengan melakukan digitalisasi kegiatan KKN. Jadi para mahasiswa yang sedang melakukan KKN menggunakan layanan data untuk memajukan desa terpilih. Diantaranya dilakukan dengan membuat pasar virtual, membuat website atau pun membuat hyperlink di web kampus UNS.

Nah, desa-desa yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah desa yang menjadi tujuan wisata, desa yang memiliki produk kerajinan tangan, dan makanan khas. Hm, jadi ini adalah ajang promosi bagi desa-desa yang memiliki potensi ekonomi dibidang wisata, kerajinan maupun makanan khas.

Dalam prosesnya, salah satu desa tersebut kemudian dijadikan sebagai pusat digital dan pusat pengelolaan semua kegiatan KKN. Dimana aktifitas seperti upload produk, update info pasar maupun aktifitas lainnya dilakukan. Dan  pada tanggal 31 Januari 2016 telah diselenggarakan Festival Pasar Desa yang merupakan bazaar produk petani lokal dengan konsep Garden Party.

Alexander Rusli
kuliah umum Presdir Indosat Oreedo

Acara tersebut bertempat di Griya Tawang, Karangnyar, diikuti oleh 12 gazebo yang diisi oleh 25 stand dari tim KKN UNS, UMS, UKM sekitarnya, Dinas Pariwisata Karanganyar, Griya Tawang dan Cipika. Tentu saja Indosat Oreedo memberikan dukungan penuh berupa fasilitas promosi untuk produk yang mereka buat baik secara offline maupun online melalui digital campaign di akun twitter @IsatOoredooJTG dan instagram @indosatooredoojateng. Plus, memberikan layanan e-money sebagai alat transaksi melalui layanan Dompetku.

Dalam rangkaian kegiatan digitalisasi kampus ini, diselenggarakan pula “Blogfest Competition” bagi mahasiswa UNS. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan minat mahasiswa untuk menulis dan menumbuhkan bibit blogger di kalangan mahasiswa. Acara ini telah digelar sejak tanggal 18 Januari hingga 22 Febuari 2016. Setiap minggunya dipilih satu orang pemenang yang mendapatkan hadiah menarik dari Indosat Ooredoo.

Blog Conference UNS

Nah, acara yang saya hadiri itu adalah Blog Conference yang menghadirkan pembicara Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli dan Wahyu Aditya, Digital Artist, Animator dan founder Hellomotion dan Hellofest.

Wuih,saya sih berasa kuliah lagi saat mendengarkan paparan dari Alexander Rusli. Tentu bukan semata karena beliau itu dulunya seorang dosen namun materi yang dibawakan juga padat banget, bak materi kuliah. Ditambah lagi emak blogger ini kan nyempil diantara ratusan mahasiswa UNS yang masih muda dan kelihatan fresh. Jadi ya, berasa kuliah umum aja.

Materi yang disampaikan Alexander Rusli semakin memperluas pengetahuan saya tentang dunia digital. Pertama, beliau menyinggung tentang landskap dunia digital di Indonesia. Beliau menyebutkan pengguna internet aktif di Indonesia mencapai angka 78,1 juta jiwa. Diantara mereka sebagian besar merupakan pengguna aktif social media. Dan sebagian besar mereka mengaksesnya melalui mobile internet.

blog conference uns
salah satu pemenang kuis

Artinya apa?. bahwa penetrasi internet pada masyarakat Indonesia semakin mudah dengan adanya perangkat mobile seperti smartphone. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu dengan smartphonenya sekitar 3 jam dalam sehari. Ini menunjukkan bahwa gaya hidup digital memang telah dijalani oleh sebagian masyarakat kita.

Namun sayangnya, penggunaannya masih sebatas untuk senang-senang semata. Baru sebagian kecil saja yang mampu memanfaatkannya secara ekonomi. Seperti berjualan secara online, memonetize blog, menjadi influencer maupun buzzer padahal potensinya besar sekali.

Alexander Rusli memberi suntikan semangat sekaligus challenge pada peserta blog conference, mau sekadar bersenang-senang atau memanfaatkan peluang yang ada di dunia digital untuk taraf hidup yang lebih baik.

Wah, ini seperti angin surga buat emak blogger. Berarti emak ini berada di jalur yang potensial banget untuk menambah isi dompet yaaa, qiqiqi, matrenya keluar.

Tiba kemudian Mas Wahyu Aditya seorang Digital Artis tampil berbicara. Kalau melihat penampilannya sih meyakinkan banget kalau beliau itu orang yang kreatif. Ya, iyalah, animator gituu. Bukan itu maksudnya, itu lho topi yang dipakainya itu, mengingatkan pada pelukis jaman saya anak-anak yaitu Pak Tino Sidin. Orang kreatif emang identik dengan topi seperti itu yaaa? Nanya serius nich!

wahyu aditya, Blog conference UNS
Wahyu Aditya berbagi cerita sukses di dunia digital
foto : Solo Thok

Fokus lagiiiii!. Mas Wahyu ini dulunya seorang blogger dengan minat dunia animasi. Dunia yang beliau amat sukai. Dari sinilah kemudian dirinya berkembang menjadi animator handal dan kemudian menggagas Hellomotion dan Hellofest, tempat ngumpulnya para animator keren.

Mas Wahyu ini memang telah terbiasa berpikir kreatif sejak kecil. Dia selalu berusaha untuk out of the box. Tak heran ya, jika kemudian beliau tumbuh menjadi orang yang kreatif. Cara beliau melatih kreatifitasnya terbilang unik buat saya.

Mas Wahyu biasanya meminta kawannya untuk menggambar sesuatu kemudian gambar tersebut akan diteruskan oleh Mas Wahyu. Mau jadi apa gambar itu nantinya, tergantung pada imajinasinya saat itu. Ini mengagumkan, beliau bisa menggambar seseorang sedang memancing dengan gambar awal hanya berupa sebuah tandatangan.

Oh, ya? iya, berawal dari sebuah tanda tangan Presiden RI saat ini. Hihihi, tanda tangan Pak Jokowi kemudian berubah menjadi gambar yang amat indah. Luar biasaaaa!. Saya mah gak kebayang mau gambar apa ketika disodori corat-coret tanda tangan doang.

piramida ngeblog
piramida ngeblog

Melalui piramida ini, Mas Wahyu juga berbagi inspirasi, bahwa ketika tujuan ngeblog kita adalah untuk menolong sesama (itu adalah di piramida tertinggi) maka piramida di bawahnya seperti manjadi pakar, mencari uang dan lain-lain akan mengikuti dengan sendirinya.

Peserta Blog Conference ini tampak antusias mengajukan pertanyaan demi pertanyaan kepada para pembicara. Waktu yang terbatas membuat tak semua memiliki kesempatan bertanya. Acara semakin seru dengan adanya aneka kuis berhadiah henpon 4G plus dan paket data dari Indosat Ooredoo.

Media berfoto bersama Alexander Rusli, Presdir & CEO Indosat Ooredoo

Huwaaa, banyak sekali yang saya dapatkan dari Blog Conference UNS ini, selain pengetahuan, saya juga mendapat banyak inspirasi dan semangat untuk terus ngeblog. Makasih ya Indosat Ooredoo yang memberi kesempatan pada emak blogger satu ini ikut belajar diantara ratusan mahasiswa UNS. Semoga upaya Indosat Ooredoo mendukung digitalisasi kampus UNS bisa dilakukan juga di kampus-kampus lainnya.

http---signatures.mylivesignature.com-54492-344-51343A10920A1763355CE01CAE8FABCA

16 Comment

  1. Indosat makin berkibar aja nih

    1. Kayak bendera ya Mba Prima …baguslah, ada kontribusi positif buat dunia pendidikan.

  2. wah digitalisasi kampus dibantu iNdosat, smeoga gak hanya di UNS saja ya mbak

    1. Aamiin, semoga saja Mba Lidya.

  3. Keren ya indosat, bisa menjamah masyarakat pedesaan juga, pasti seneng warganya kalo desa ikut dipromosikan sebagai destinasi wisata. 🙂

    1. Iya Mba ayu, masyarakatkan jadi lebih melek teknologi dan bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kehidupan mereka.

  4. Berasa ikut kuliah umum, jadi berasa muda lagikah, Mbak Ety? 😀

    1. Hihihi, jadi malu mau ngomong berasa muda. Begitulah Mba Niar

  5. Piramida ngeblognya menginspirasi. . .

    1. Setuju Idah, diriku juga jadi terinspirasi.

  6. Wah, semoga kampus2 lain juga ketularan, tuh. Emang digitalisasi di semua lini kehidupan sekarang ini gak terhidarkan lagi ya, Mbak 🙂
    Btw tulisan Oreedo-nya kayaknya kok salah ya, Mbak? Bukannya yg bener Ooredoo? Hehe… Maaff kalo saya yg salah 🙂

    1. Mba Diah, dirimu jeli sekaliiii, sudah saya koreksi.
      Makasih ya sudah dikoreksi.

  7. Memang sudah saatnya kita berpikir digital dengan baik dan benar
    Salam hangat dari Jombang

    1. Iya pakde, supaya bisa produktif seperti pakde.

      Salam hangat buat Pakde dan Bude dari Karanganyar

  8. Waaah indosat keren kali. Uns nya juga.
    Semoga kerja sama ini membuahkan hasil yang manfaat yah mba. Btw aku bingung, cara ngajukan sponsor ke indosat untuk acara acara seperti itu gimana ya *penasaraan*

    1. Iya Mba Leli.
      Saya kurang tahu kalau itu. Sepertinya sih tinggal ajuin saja mba, bentuk eventnya seperti apa.
      Semoga sukses ya.

Leave a Reply